Loading

Liputan Khusus Diskusi Aktual Pesantren Media

Rabu, 13 November 2013

Rabu 13 November 2013, hampir tak pernah berbeda dengan hari-hari rabu sebelumnya. Santri Pesantren Media, didampingi Ustadz Oleh Solihin mengadakan diskusi aktual, yang tentunya dalam hal ini akan membahas topik-topik terhangat yang sedang heboh di media massa.

Diskusi berlangsung dari pukul 10:30 hingga menjelang waktu Dzuhur. Tema yang akan dibahas kali ini adalah, “Indonesia disadap, kok diam saja.” Melihat judulnya, memang sepertinya sudah terlambat untuk dibahas, karena berita tersebut sudah heboh sejak beberapa hari yang lalu. Namun, santri Pesantren Media tetap akan membahasnya, karena hal ini dianggap sangat penting.

Seorang moderator dan notulen telah dipilih Ustadz Oleh sebelumnya. Via dan Fathimah adalah santriwati yang akan memimpin dan mengatur jalannya diskusi, merekalah yang menjadi moderator, sedangkan yang menjadi notulen adalah Ahmad Khoirul Anam, saya sendiri.

Sebelum diskusi dimulai, seperti biasa -sebagai pembimbing- Ustadz Oleh Solihin membukanya dengan beberapa patah kalimat, memberi sedikit prolog dan gambaran-gambaran kejadian yang kira-kira penting untuk dibahas nanti. Beliau menjelaskan bahwa memang akhir-akhir ini sedang heboh berita yang menyatakan bahwa ada beberapa situs pemerintahan Indonesia yang ternyata sudah lama disadap oleh Australia yang bekerja sama dengan Amerika dan Inggris.

Baiklah, tak begitu banyak pembukaan dari Ustadz Oleh. Diskusi pun kini beralih di tangan 2 orang moderator, Fathimah dan Via. Dan Sang Notulen sudah bersiap memasang jari terbaiknya untuk mulai menari-narikannya di tombol keyboard, mencatat setiap perkataan yang keluar dalam diskusi ini.

“Karena sudah dibuka Ustadz Oleh barusan, jadi langsung saja, yang ingin bertanya mohon angkat tangan!” Begitulah kira-kira kalimat perintah yang diberikan Fathimah kepada peserta lain.

Beberapa santri kemudian terlihat mengangkat tangannya, menandakan ada sebuah pertanyaan yang penting untuk dibahas.

Tidak banyak waktu yang kami miliki untuk setiap diskusi aktual, karena waktu tak pernah mau berhenti mengejar, hingga terkadang membuat kita tak menyadari betapa singkatnya 1 jam, maka untuk mempersingkat waktu, moderator meminta kepada yang mengangkat tangannya untuk segera membacakan pertanyaannya satu-persatu.

Dan terhitung, ada 10 orang yang mengangkat tangan. Inilah pertanyaan-pertanyaan peserta diskusi yang sudah saya rangkum.

Pertanyaan dari Neng Ilham, “Apa sih tujuan mereka menyadap Indonesia?”

Dari Novia. “Dampak negative apa yang akan terjadi jika Indonesia tetap disadap . apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi penyadapan ini lagi?”

Pertanyaan Mayla. “Apa saja usaha pemerintah Indonesia selain memohon agar tidak disadap, dan Selama ini Negara kita tidak tahu atau menutup-nutupi kasus ini?”

Kemudian dari Putri. “Apakah sebelumnya sudah pernah terjadi kasus ini, atau ini yang pertama kalinya terjadi?”

Pertanyaan santri akhwat yang terakhir adalah dari Alifa, “Apakah akibatnya fatal untuk Indonesia dengan adanya kasus penyadapan ini?”

Lima pertanyaan dari santri akhwat usai dibacakan, hanya 5 pertanyaan. Kemudian diskusi masih dalam sesi membacakan pertanyaan, kali ini yang akan membacakan pertanyaannya adalah santri ikhwan yang tadi sempat mengangat tangannya.

Yang pertama adalah Umar, “sejak kapan penyadapan ini berlangsung pertama kali? Mungkinkah akan terjadi peperangan?”

Kemudian disusul oleh Qois. “Apa informasi yang disadap oleh AS dan Australia? Apa pandangan islam jika ada suatu nergeri ikut campur urusan  suatu Negara lain?”

Dan selanjutnya pertanyaan dari Fadlan. “Mengapa Australia memata-matai Indonesia sehingga membuat hacker Indonesia marah?”

Musa juga tak mau kalah untuk bertanya, “ mengapa saat Indonesia disadap pemerintahnya diam saja, nggak bertindak?”

Dan pertanyaan terakhir dari Rizki, “bila terjadi perang cyber, siapa saja yang akan menjadi korban?”

Semua pertanyaan sudah lenyap dibacakan. Lagi-lagi, tak mau membuang-buang waktu, diskusi langsung dilanjutkan dengan sesi pembahasan. Sesi ini adalah tahap yang paling seru, karena biasanya akan terjadi perbedaan pendapat dalam menyikapi sebuah permasalahan yang ditanyakan. Dan pertengakaran opini biasa akan terjadi.

Notulen kemudian memilih sebuah pertanyaan yang pantas dibahas pertama kali. Maka pertanyaan dari Putri pun dipilih, “apakah sebelumnya kasus penyadapan ini sudah pernah terjadi, atau ini yang pertama kalinya?”

Mendengar pertanyaan yang begitu simple dari Putri ini dibacakan, Mayla langsung mengacungkan tangannya untuk segera menjawabnya. “Kasus ini sebenarnya sudah terjadi sejak pertengahan 1950-an, sampai sekarang.”

Itulah jawaban dari Mayla berdasarkan informasi yang sudah ia persiapkan. Cukup singkat, namun sudah jelas untuk diterima oleh penanya, karena jawabannya hanya membutuhkan unsur kapan.

Tidak ada yang terlihat ingin menambahkan, karena kalaupun ada maka jawabannya pasti tidak jauh dengan itu. Maka pertanyaan dari Putri tersebut dianggap sudah terjawab , dan diskusi pun berlaih ke pertanyaan selanjutnya. Dan itu adalah pertanyaan dari Neng Ilham, “apa sih tujuan mereka menyadap Indonesia?”

“Langsung saja, yang ingin menjawab angkat tangannya dan silahkan jawab!” Perintah moderator kepada para peserta.

“Banyak informasi yang disadap dan dicuri, pada intinya semua itu hanya untuk kepentingan diplomatic Australia.” Jawab Nissa singkat.

Fathimah, selaku moderator juga menambahkan jawabannya, menurutnya tujuan penyadapan ini tentunya untuk mencuri informasi-informasi penting Negara, yang dianggap berguna bagi kepentingan mereka, misalnya mengenai undang-undang yang akan dibuat, dan rahasia-rahasia Negara yang penting.

Memang, untuk pembahasan tema yang satu  ini samar-samar untuk dijawab, karena di media massa juga tidak banyak diungkap secara mendalam mengenai kasus ini, maka jawaban yang berdatangan pun hanya sekedar perkiraan dan opini masing-masing.

Diskusi dilanjtukan dengan membahas pertanyaan selanjutnya, yang akan dibahas selanjutnya adalah pertanyaan dari Umar, “sejak kapan penyadapan ini berlangsung pertama kali? Mungkinkah akan terjadi peperangan?”

Untuk pertanyaan pertama dari Umar, sudah tidak perlu dijawab lagi, karena pertanyaannya sama dengan pertanyaan Putri yang dibahas pertama kali tadi, yaitu terjadi sejak tahun 1950-an. Untuk pertanyaan kedua dari Umar, terkumpul beberapa jawaban. Pada intinya dijelaskan bahwa Indonesia tidak mungkin mau nyerang Amerika yang dalam kasus ini membantu Australia menyadap Indonesia, karena kita semua tahu bahwa Amerika saat ini bisa dibilang sebagai bos Indonesia sendiri. Juga karena masing-masing individu masyarakat Indonesia nampaknya merasa masa bodoh dan tidak peduli terhadap kasus penyadapan yang menyagkut negaranya ini, maka diperkirakan tidak akan terjadi peperangan lebih lanjut.

Satu pertanyaan lagi selesai. Selanjutnya, pertanyaan Qois yang akan dibahas, “apa informasi yang disadap?”

Jawaban Fathimah kali ini sama dengan jawabannya saat menjawab pertanyaan Neng Ilham, mengenai tujuan mereka melakukan penyadapan ini. Yaitu untuk mencuri informasi-informasi penting Negara, yang dianggap berguna bagi kepentingan mereka, misalnya mengenai undang-undang yang akan dibuat, dan rahasia-rahasia Negara yang penting.

Namun Ihsan turut menambahkan jawabannya, menurutnya informasi yang disadap atau dicuri dalam hal ini salah satunya adalah mengenai informasi pemilu 2014 dan mengenai hubungan Indonesia di Laut Cina Selatan.

Seperti yang diberitakan di kompas.com

Pengamat Intelijen Lesperssi Rizal Dharmaputra mengatakan, terdapat informasi penting yang ingin digali AS dan Australia dari Indonesia terkait penyadapan tersebut. Dia menduga, sadapan ini dilakukan untuk mengetahui soal Pemilihan Umum (Pemilu) yang rencananya akan dilakukan pada 2014 mendatang.” Informasi yang diduga dicuri lainnya, sambung Rizal adalah mengenai sikap Indonesia dalam menyikapi konflik di Laut China Selatan. ”Kemudian soal Indonesia di Laut China Selatan,” beber Rizal. (kompas.com)

Pertanyaan sudah terjawab, saatnya beralih ke pertanyaan selanjutnya, yaitu dari Fadlan, “mengapa Australia memata-matai Indonesia sehingga membuat hacker Indonesia marah?”

Pertanyaan dari Fadlan tersebut memang mirip-mirip dengan pertanyaan yang ditanyakan Putrid an Qois, yaitu mengenai tujuan dan apa saja yang dicuri dalam penyadapan tersebut.

Maka Mayla, salah satu santriwati SMA juga menjawab dengan jawaban yang sama dengan sebelum-sebelumnya, “karena mereka ingin mengetahui rahasia-rahasia Negara.” Tegasnya singkat.

Nissa juga menambahkan, menurutnya hal ini dilakukan Australia untuk mengetahui beberapa informasi-informasi penting terkait pemimpin Asia Pasifik, yang kemudian informasi tersebut akan digunakan untuk mengusahakan kemenangannya dalam memenangkan kursi di dewan keamanan PBB.

Tak banyak menunggu, diskusi dilanjutkan lagi dengan pembahasan selanjutnya, yaitu pertanyaan dari Musa, “mengapa saat Indonesia disadap pemerintahnya diam saja, nggak bertindak?”

“Yang mau menjawab, silahkan jawab.” Ujar moderator.

Hanya Mayla yang terlihat mengangkat tangannya. Dan ia kembali menjawab dengan singkat, “karena merasa Indonesia berada di bawah kekuasaan Amerika, jadi Indonesia tidak berani melawan.”

Hanya jawaban tunggal dari Mayla, pertanyaan dianggap terjawab.

Begitu cepat diskusi berlangsung, karena masing-masign hanya menjawab dengan singkat, dan terlihat yang menjawab adalah orang yang selalu sama sejak di awal diskusi, sehingga tidak banyak informasi yang terkumpul. Namun tidak masalah, karena ini hanyalah sebagai salah satu cara untuk melatih santri-santri Pesantren Media agar terampil berbicara di depan umum atau dalam sebuah pertemuan.

Diskusi masih tetap berlanjut, pertanyaan yang akan dibahas selanjutnya adalah dari Alifa. “Apakah fatal akibatnya dari penyadapan ini?”

Lagi-lagi tidak ada yang mau menjawab. Hanya ada jawaban sangat singkat dari moderator, “fatal, karena mencuri informasi Negara.”

Tidak masalah dengan jawaban singkat tersebut, yang pasti diskusi masih tetap berlanjut, pertanyaan selanjutnya adalah dari Novia, “dampak negative apa yang akan terjadi jika Indonesia tetap disadap . apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi penyadapan ini lagi?”

Menurut Fathimah, tentu saja dampaknya adalah, rahasia-rahasia Negara yang seharunya tidak diketahui ngeara lain jadi ketahuan dan terbongkar.

Sedangkan menurut Nissa, orang-orang Indonesia atau bahkan Negara Indonesia tidak akan maju dan tidak akan bisa melibihi kepintaran orang Amerika. Karena menurutnya jika rahasia-rahasian Negaranya ketahuan jadi tidak ada yang bisa diunggulkan dari mereka, karena semua resep-resepnya sudah ketahuan terlebih dahulu.

Dan jawaban lain dari Rizki adalah, akan timbul kemarahn hacker-hacker di Inodonesi dan pada akhirnya akan menimbulkan perang cyber, sehingga dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan pada alat elektronik.

Jawaban lain juga diberikan oleh salah satu moderator yang mendampingi Fathimah, yaitu Via. Menurutnya, “dampak negative buat muslim adalah, Negara-negara kafir seperti Amerika jadi tahu bagaimana pemikiran-pemikiran Negara yang memiliki penduduk muslim terbanyak yaitu Indonesia, sehingga nantinya akan menimbulkan kesan buruk terhadap Negara Indonesia atau bahkan kepada masyarakat muslim, misalkan saja ada kasus korupsi yang ketahuan, maka itu akan menimbulkan kesan buruk di mata negar-negara lainnya.”

Sedangkan untuk pertanyaan kedua dari Novia, intinya adalah Indoneisa harus berani mengganti sistem ngaranya dengan sistem Islam yang sesuai syariah.

Pertanyaan dari Novia usai dibahas, selanjutnya dilanjutkan dengan membahas pertanyaa dari Mayla. “selama ini Negara kita tidak tahu atau menutup-nutupi kasus ini dan apa saja usaha pemerintah Indonesia selain memohon agar tidak disadap?”

Untuk pertanyaan pertama Mayla, Fathimah menjawab, “sebenarnya pejabat-pejabat tinggi sudah tahu, namun bagi masyarakat-masyarakat awam mungkin masih banyak yang belum tahu, baru tahu ketika marak dikabarkan di media massa. Pemerintah juga pasti nutup-nutupi.” Katanya.

Sedangkan untuk pertanyaan yang kedua, Putri Menjawab, “dilakuakan dengan memutuskan hubungan dengan amerika dan Australia.”

Namun Via menyanggah pernyataan Putri tersebut, menurutnya, “jawaban putri itu dilakukan pemerintah hanya untuk menjadi pemanis di telinga masyarakat, karena tidak mungkin Indonesia berani memutuskan hubungan dengan Amerika.”

Masih tersisa pertanyaan lagi untuk dibahas, yatiu pertanyaan dari Rizki dan Qois, maka diskusi dilanjutkan untuk menyelesaikan 2 pertanyaan tersebut.

Selanjutnya adalah pertanyaan dari Rizki, “bila terjadi perang cyber, siapa saja yang akan menjadi korban?”

Tidak ada yang menjawab, dank arena pertanyaan tersebut juga dianggap tidak teralalu penting, maka dilewatkan saja.

 

Dan inilah pertanyaan yang terakhir dari Qois, “apa pandangan islam jika ada suatu nergeri ikut campur urusan  suatu Negara?”

Fathimah menjawab, Negara tersebut diancam akan diperangi kalau dia tidak mau berhenti dan tetap saja melakukan penyadapan tersebut. Karena itu berarti ikut campur dengan kepentingan Negara lain.

Semua pertanyaan akhirnya selesai dibahas, dan seperti biasanya sebelum diskusi ini diakhiri, selalu ada kesimpulan yang akan disampaikan oleh pembimbing diskusi, yaitu Ustadz Oleh.

Dalam kesimpulan tersebut, ustadz Oleh menjelaskan bahwa seharusnya seluruh santri terbiasa membaca Informasi, atau fakta-fakta yang terjadi disekitar.

Menurutnya juga penyadapan sebenarnya aktifitas yang tidak bisa dikatan legal dan tidak bisa dikatakan illegal. Untuk hal ini, Negara Islam harus waspada. Sebenarnya Amerika dan Australia ingin mengetahui siapa calon presiden selanjutnya, karena bagi mereka itu hal yang penting untuk aktifitas politik mereka.

Berbicara masalah penyadapan, sebenarnya jika menyadap untuk Negara yang memerangi Islam itu sebenarnya boleh dilakukan, karena itu termasuk kegiatan inteligen untuk mengetahui kondisi musuh Islam.

Dan seharunya juga Indoensia tidak diam jika memiliki kedaulatan, minimal memutus hubungan diplomatik. Jangan terlalu bergntung dengan Amerika, Karena Negara Indoensia sebenarnya kuat tanpa bergantung dengan Negara-negara seperti Amerika. Dan intinya JANGAN TAKUT.

Satu kesimpulan dari Ustadz Oleh tersebut akhirnya membawa kegiatan diskusi pada penutupan, saat itu adzan pun berkumandang, dan diskusi segera diakhiri karena seluruh santri ikhwan harus segera melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah di masjid.

Saya hanya notulen, mencatat semua yang peserta ucapkan, diakhir kalimat ini, hanya bisa mengucapkan maaf jika ada yang kurang tepat. Wassalamualaikum Warahmatullahhi Wabaraakatuh. [Ahmad Khoirul Anam, santri SMA jenjang 2, Pesantren Media]

Catatan: Tulisan ini sebagai laporan hasil diskusi Aktual 13 November 2013

By anam

Ahmad Khoirul Anam, santri angkatan ke-2, jenjang SMA di Pesantren Media | Blog pribadi: http://anamshare.wordpress.com | Twitter: @anam_tujuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *