Loading

Alhamdulillah, hari ini adalah hari pertama santri Pesantren Media memulai belajar. Hari Senin, 20 Juli 2020. Materi-materi tsaqafah Islam dan teknik media akan menemani hari-hari mereka dalam mencari ilmu di Pesantren Media. Tsaqafah Islam (Bahasa Arab, Fikih, Nafsiyah, Tahsinut Tilawah, Akidah, Siroh Nabawiyah, Tarikh, Hayatush Shahabah, Tata Pergaulan Pria Wanita, termasuk kajian tafsir al-Quran dan hadits dan juga tahfidz al-Quran) akan diberikan setiap pekannya. Semoga para santri dimudahkan dalam mendapatkan ilmu.

Santri jenjang SMP dan jenjang SMA semuanya mendapatkan materi tsaqafah Islam. Dibimbing oleh guru-guru yang berkompeten di bidangnya. Santri jenjang SMP di tahun pertama fokus pada tahfidz al-Quran dan adab, baru nanti pada tahun kedua dan ketiga belajar fotografi dan desain grafis. Sementara santri jenjang SMA, selain belajar tahfidz al-Quran dan tsaqafah Islam, juga langsung belajar beragam teknik media (sesuai kurikulum) yang diberikan sejak tahun pertama, seperti: menulis dasar, bahasa Inggris penunjang media, fotografi, desain grafis, website praktis, public speaking, olah vokal dan instrumen musik, editing audio, editing video, jurnalistik visual, penulisan skenario dan copywriting, juga pemrograman radio. Semoga juga mereka dimudahkan dalam belajar dan diberikan kemampuan untuk mengamalkannya untuk kebaikan: dakwah melalui media.

Mumpung masih hangat, izinkan saya untuk menularkan semangat belajar para ulama kepada para santri Pesantren Media. Insya Allah, kisah dan nasihat para ulama juga sering disampaikan kepada para santri dalam banyak kesempatan saat belajar tsaqafah dan teknik media, kadang juga pada saat briefing pekanan. Kisah para ulama selalu menarik. Khusus terkait menuntut ilmu, semoga para santri bisa menjadikan mereka teladan.

Semangatlah para santri dalam belajar ilmu agama. Sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah saat masih belia. Saking semangatnya mencari ilmu, sebelum Subuh beliau sudah bersiap menuju masjid. Beliau biasa mengikuti halaqah para ulama bakda shalat Subuh. Semangat belajar dan mencintai ilmu beliau tunjukkan dalam sikap, sejak kecil hingga dewasa. Luar biasa. Itu sebabnya, semoga poin ke-8 dalam Ikrar Santri Pesantren Media: Mencintai ilmu dan semangat belajar bisa menggerakkan kalian sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal dalam mencari ilmu. Insya Allah.

Dikabarkan dalam sebuah literatur, demi untuk membiayai perjalanan keilmuan beliau sampai menyewakan pusaka ayahnya, yakni sebuah rumah dan baju sulam. Demikian pula dalam suatu riwayat, ketika beliau kehabisan bekal di tengah perjalanan saat menuju kota Shan’a (Yaman), maka dengan penuh keprihatinan beliau terpaksa bekerja pada sebuah kafilah. Dan pada kesempatan lain, guna menutupi kebutuhannya beliau terpaksa menjual baju kurungnya. Hal itu beliau lakukan tiada lain demi memelihara dirinya dari meminta atau ditolong.

Sungguh pun demikian, dalam suasana yang serba kekurangan itu, tekad Imam Ahmad dalam menuntut ilmu tidak pernah berkurang. Bahkan lebih terpuji lagi, sekalipun beliau sudah menjadi imam dan diikuti oleh banyak kaum muslimin, semangatnya dalam belajar menuntut ilmu dan mendatangi guru-guru yang lebih ‘alim tidak pernah berhenti.

Melihat keteguhannya di dalam menuntut ilmu dan semangatnya yang tidak pernah pudar, banyak orang bertanya kepada beliau, “Sampai kapan engkau berhenti mencari ilmu, padahal engkau sekarang sudah mencapai kedudukan yang tinggi dan telah pula menjadi imam bagi kaum muslimin?” Maka beliau pun menjawabnya dengan singkat, “Beserta tinta sampai liang lahat.”

Bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan kalian wahai para santri? Yuk, kita sama-sama memulai belajar dengan niat yang ikhlas, semata mengharap keridhaan Allah Ta’ala. Jangan lupa minta doa dari orang tua masing-masing agar dimudahkan dalam mendapatkan ilmu. Berbaktilah kepada kedua orang dan menghormati guru, semoga keberkahan ilmu akan didapat. Insya Allah.

Tentunya para santri lama masih ingat doa bakda salam usai Shalat Subuh yang dilanjut dengan dzikir pagi setiap harinya di mushola pondok. Ya, ini doanya:

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allâh! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima” (dalam Musnad Imam Ahmad, 6/322; Sunan Ibnu Majah, no. 925)

Juga doa yang diajarkan sebelum memulai belajar di kelas atau di mushola. Insya Allah sudah hapal juga bagi para santri lama.

اَللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِـمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا

“Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku atas apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah kepadaku apa yang bermanfaat bagiku, serta tambahkanlah ilmu kepadaku.” (HR at-Tirmidzi no. 3599, Ibnu Majah no. 251 dan 3833)

Jangan lupa juga berdoa agar dihindarkan dari ilmu yang tidak bermanfaat.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمًا لاَ يَنْفَعُ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.” (HR Ibnu Majah no. 3843)

Sebelum mengakhiri tulisan ini, yuk sama-sama diingat lagi sebagaimana dalam pelajaran Ta’lim Muta’alim dan kitab Adab bab adab menuntut ilmu. Sempat membahas tentang perkataan Imam Syafi’i rahimahullah terkait mencari ilmu. Beliau mengatakan,

أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ

“Wahai saudaraku, ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan enam perkara yang akan saya beritahukan perinciannya: (1) kecerdasan, (2) semangat, (3) sungguh-sungguh, (4) berkecukupan, (5) bersahabat (belajar) dengan ustadz, (6) membutuhkan waktu yang lama.”

Yuk, kita mulai perjalanan meraih ilmu ini. Luruskan niat, maksimalkan ikhtiar dan tetaplah berdoa memohon pertolongan dari Allah Ta’ala agar dimudahkan dalam mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Semangat!

Salam,

O. Solihin

Mudir Pesantren Media

By osolihin

O. Solihin adalah Guru Mapel Menulis Dasar, Pengenalan Blog dan Website, Penulisan Skenario, serta Problem Anak Muda di Pesantren Media | Menulis beberapa buku remaja | Narasumber Program Voice of Islam | Blog pribadi: www.osolihin.net | Twitter: @osolihin | Instagram: @osolihin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *