93 Tahun Tanpa (Kepemimpinan) Islam

20 views

Seperti yang kita ketahui bahwa tanggal 3 Maret 1924 silam, Mustafa Kemal Attaturk seorang antek Inggris memberitahukan pembubaran Kekhilafahan Utsmani dan sejak saat itu umat Islam menjadi laksana anak-anak ayam kehilangan induk, anak-anak yatim tanpa ayah serta gelandangan tanpa rumah pelindung dari panasnya terik matahari dan dinginnnya hujan.

Mungkin karena umat sudah terlalu lama ‘menikmati’ hidup di bawah bayang-bayang kaum sekuler-kapitalis, akhirnya mereka mulai menyesuaikan diri dan terbius untuk meyakini bahwa memang sudah semestinya mereka hidup tanpa pernah lagi punya rumah semestinya. Awalnya hanya terpaksa menjadi gelandangan, lama kelamaan secara sukarela meyakini dan menumbuhkan mental gelandangan di dalam jiwa.

Diawali dengan prolog film pendek berjudul  ‘Curhatan Anak Negeri’ dan ‘Renungan Remaja Islam’ diskusi aktual santri Pesantren Media kembali dilangsungkan malam Rabu 1 Maret 2017. Setelah sedikit tambahan dari Ustad Olih Solihin, Bintang (1 SMA) dan Fadlan (3 SMP) yang bertindak sebagai moderator langsung membuka sesi pertanyaan.

 

Pertanyaan :

1) Abdullah : “Apakah orang atau lembaga yang menjelek-jelekan Islam melalui media termasuk kategori yg mana pengkhianat, murtad atau munafik? Contohnya aksi bela Islam kemarin”

-Teh Fathimah : Pemimpinnya termasuk orang munafik karena merusak Islam dari dalam tapi kalo bawahannya tau dan membiarkan hal itu sama aja dia kayak pemimpinnya dan kalo dia memilih untuk diem aja engga ngapa-ngapain juga sama aja, karena diemnya sama dengan membenarkan kesalahan itu.

 

2) Usman : “Siapakah yang patut disalahkan atas runtuhnya Kekhilafahan Utsmani?”

@Karena saya tertarik dengan pertanyaan yang diajukan Usman, saya sebagai notulen mencoba untuk menjawabnya

-Zulfa : Kalau menurutku memang yang bertanggung jawab atas runtuhnya Kekhilafahan Utsmani itu karena Mustafa Kemal Attaturk, tapi itu terjadi juga karena dalam kaum muslimin sendiri Islam mulai ternodai akibat masuknya budaya Inggris yang sebenarnya bertentangan dengan Islam seperti musik yang melenakan, minuman keras, dan sebagainya. Selain itu kaum muslimin juga mulai kehilangan semangat jihad karena mereka mulai gila harta.

Bahkan Sultan Hamid II juga menimbun harta kekayaan di istana, apalagi posisi Mustafa Kemal saat itu adalah kalo engga salah sih tangan kanan atau penasihat Sultan intinya dia punya jabatan penting dalam pemerintahan, gara2 hal itu rencana Mustafa Kemal laknatullah berhasil dijalankan yang sudah direncanakan sebelum2nya.

Jadi menurutku Mustafa Kemal memang pantas untuk mempertanggung jawabkan runtuhnya Kekhilafan Utsmani, tapi disisi lain itu terjadi karena mulai melemahnya iman kaum muslimin sehingga rencana Mustafa Kemal bisa terlaksana. Mungkin kita juga harus tau faktor kenapa Mustafa Kemal yang harus disalahkan.

 

3) Abdullah : “Kenapa pemerintah tidak memakai peraturan Islam, padahal mereka tau kalau peraturan Islam itu lebih baik?”

-Teh Fathimah : Karena pemerintah sekarang justru masih dalam cengraman orang asing yang bukan islam.

-Bintang : Pemerintah tidak berani menjalankan syariat Islam karena takut jika dia akan kehilangan jabatannya.

@Teh Fathimah menambahkan  bahwa pemerintah itu tidak sepenuhnya di pilih rakyat karena presiden sendiri justru adalah boneka asing.

 

4) Teh Fathimah :

  • “Gimana caranya menghilangkan ketakutan orang-orang awam bahwa Islam akan bangkit kembali?”
  • “Sekarang banyak ormas2 yg ikut membela islam namun saling berbeda pendapat untuk membangkitkan Islam, bagaimana cara menyatukanx?”

-Abdullah : Harus ada permusyawaratan khusus untuk menyatukan semua pendapat *pertanyaan yang ke 2*

-Bintang : Sosialisasikan kepada orang awam supaya mereka tidak semakin berpikir ekstrim, tapi sebelum memberi tau mereka kita harus tau terlebih dahulu.

@Tiba-tiba saja Fadlan mengajukan pertanyaan ke Bintang terkait jawaban Bintang sebelumnya, ‘Kan kita harus mensosialisasikannya namun kan ada pihak-pihak yang bakalan menghalang-halangi, bagaimana caranya memahami kepada orang awam yang muslim tapi engga ada ilmunya?’

 

5) Nufus : “Faktor apa yang menyebabkan Islam sekarang semakin melemah?”

-Usman : Karena umat Islam sekarang itu malas mencari ilmu, jadi bagaimana Islam akan berkembang kalo pemudanya sendiri malas-malasan.

-Bintang : Kan zaman sekarang banyak ulama yang sudah udzur, sementara anak muda sekarang tidak mengambil ilmu dari para ulama dan mungkin faktor lain karena doktrin/cuci otak dari kaum barat.

-Fathur : Mungkin faktor hiburan juga, karena zaman sekarang hiburan-hiburan sekarang justru membuat mereka nyaman dan terlena dengan hiburan yang ada jadinya keinginan untuk meneruskan para ulama sangat tipis.

-Teh Fathimah : Karena tidak ada pemimpin yang bisa mengayomi rakyatnya, engga ada yang bisa nyaring apa yang engga boleh masuk dalam masyarakat.

-Fadlan : Mungkin juga faktor toleransi kepada agama karena di sekolah-sekolah umum belajar Islam hanya secara umum tidak mendasar jadi mereka kurang aqidah, tidak ada kemauan untuk menegakkan Islam

 

6) Abdullah :  “Apakah kita generasi sekarang yang akan membuat khilafah atau menunggu sampai khilafah datang sendiri?”

-Bintang : Kita bisa kontribusi sedikit-sedikit untuk berusaha membangkitkan kembali khilafah

-Fathur : Setiap hari kita harus selalu mempersiapkan diri kita sampai hari itu tiba, karena kita engga tau kapan hari itu tiba.

-Teh Fathimah : Kalo kita mau membangun khilafah tentu saja kita harus punya kekuatan karena gimana kita mau membangkitkan Khilafah kalau kita tidak punya kekuatan berupa kekuasaan untuk mengumpulkan orang-orang yang mau menengakkan kembali Khilafah.

 

7) Kak adam : “Kenapa orang kafir sangat membenci Islam?”

-Bintang : Mungkin ini memang kurang lengkap, dulu ketika zaman jahiliyyah orang kafir menyembah berhala namun karena Islam datang, mereka merasa tersinggung karena agama nenek moyangnya dihina mungkin mereka jadi benci sampe sekarang.

-Abdullah : Ketika orang kafir tau bahwa Nabi itu berasal dari kaum Quraisy bukan kaum mereka sendiri mereka marah dan membenci.

-Teh Fathimah : Mereka itu sombong karena tidak mau menerima kebenaran Islam tapi ada juga yang emang engga tau dan di dalam Al-Quran sendiri dijelasin bahwa orang kafir yang akan selalu membenci Islam, saya lupa surah apa.

@Ustad Olih pun menambahkan bahwa surah yang dimaksud Teh Fathimah surah Al-Baqarah ayat 120 yang artinya “Dan orang-orang yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka…” Maha benar Allah dengan segala firmannya.

 

@Karena tidak ada lagi yang bertanya, saya mencoba untuk mengajukan pertanyaan

8) Zulfa : “Sebenernya apa arti dari kepemimpinan itu sendiri melalui sudut pandang Islam?”

-Bintang : Intinya kepemimpinan itu Leadership

-Teh Fathimah : Pemimpin itu yang pasti bisa mengayomi dirinya dan rakyatnya dimana semua rakyatnya cukup aqidahnya, ilmu, kesejahteraannya, sandang, pangan dan papan. Kepemimpinan itu yang bisa mengayomi rakyat dan dirinya ke jalan yang benar.

 

Diakhir diskusi Ustad Olih memberi sedikit kesimpulan, jika kita mau berjuang ya berjuang karena apa yang kita lakukan saat ini sebenarnya belum maksimal, dan kita juga hanya melanjutkan perjuangan orang-orang sebelum kita. Perumpamaannya seperti kita akan membangun sebuah rumah, setiap orang akan menaruh batu bata dan kita juga ikut melengkapi batu bata yang sudah ditumpuk oleh orang-orang sebelumnya, estafet perjuangan.

Kita memang harus berjuang untuk menegakkan Khilafah dan siapapun yang berhasil kita harus tetap mendukungnya. Ustad Olih juga sedikit mengutip kisah tentang kehadiran Imam Al Mahdi dimana sebelumnya akan ada kemarau selama 3 tahun dan sebelumnya kemarau panjang terjadi badai matahari yang menurut perkiraan NASA bisa mematikan beberapa alat komunikasi.

Alhamdulillah diskusi kali ini lumayan menarik dan banyak yang terlibat tapi juga ‘menarik’ dalam hening untuk beberapa orang, ujar Ustad Olih yang disambut tawa para santri. Semoga setelah diskusi kali ini semangat juang kita semakin kuat dan erat, karena kitalah yang akan membuktikan janji Rasulullah SAW dalam hadits Imam Ahmad “Kemudian datanglah masa Khilafah ’ala Minhaaj An-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan diatas kenabian)”  Aammiinn…

 

Catatan Notulen : “Mohon maaf kepada para penjawab jika jawaban yang saya tulis diatas sekiranya tidak lengkap atau mungkin agak berbeda, karena ada kesalahan teknis yang tidak bisa diperbaiki jadi saya terpaksa menulis jawaban yang saya ingat, selagi saya mohon maaf kepada semua yang bersangkutan karena ini murni kesalahan saya sebagai notulen. Semoga kedepannya kejadian ini tidak terulang lagi untuk saya dan juga yang lainnya. Terima kasih.”

 

ZulfanaK (Zulfa Aulia R santri akhwat 1 SMA Pesantren Media)

Penulis: 
    author

    Posting Terkait