“Narkoba, Dugem, Artis dan Anggota DPR”

588 views

Liputan Khusus Diskusi Aktual Pesantren Media Rabu, 30 Januari 2013

135938953831541748

Rabu, 30 Januari 2013, Tak terasa sudah satu bulan kurang satu hari di tahun 2013.Kira-kira diskusi actual sudah berapa lama ya dilaksanakan?

Seperti biasa di hari yang sama, tiap minggunya diskusi actual dilakukan. Minggu ini Kak Farid yang menjadi moderatornya.Dengan topic “Narkoba, Dugem, Artis Dan Anggota DPR”,tepat pukul 10.56 WIB diskusipun dimulai.

Sebelum dimulai Ustadz Umar sebagai Pemimpin Pesantren Media memberikan satu dua patah kata. Termasuk menanyakan siapa yang mau ke depan (ke atas panggung) untuk menggantikannya sebagai moderator diskusi actual.

Semua santri akhwat pada menunduk, alsannya takut ditunjuk, termasuk aku.Heheh… akhirnya beliau menunjuk Kak Farid untuk jadi moderator.Dan notulennya aku. Dalam hati aku membatin,” duh gawat nih! Mana aku tadi nggak mendengarkan waktu Ustadz menyampaikan pengantar topiknya.lupa.”

“Silakan yang mau bertanya?”Kak farid mempersilakan kami bertanya.

Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebagian santri ikhwan dan akhwat.

Anam  : Dalam Islam apa hukuman bagi orang yang mengkonsumsi narkoba, terutama dari kalangan DPR?

Hawari            : apa yang menyebabkan narkoba itu mudah sekali diperdagangkan di Indonesia?

Wigati : Negara mana yang paling banyak mengkonsumsi?

Novia  : Apa dampaknya jika narkoba terus dikonsumsi? Dan bagaimana pandangan islam mengenai narkoba?

Maila   : Sudah tahu narkoba itu bahaya kenapa tetap menggunakan?

Ira        : Dalam Islam, apakah beda hukuman antara pengonsumsi dan pengedar?

Cylpa   : Bagaimana sejarah singkat narkoba?

Putri    : Negara mana yang korban dan perdagangannya yang paling banyak?

Nilam  : Kenapa BNN tidak bisa menjerat mereka yang positif memakai narkoba?

Musa   : Apa narkoba jenis baru itu?

 

Sudah terkumpul pertanyaannya akhirnya satu persatu dijawab, tentu menurut urutan, yang pertama dijawab adalah pertanyaannya Cylpa.

Kak Farid mempersilakan kepada kami yang mau jawab, ternyata tidak ada yang tahu.Kemudian Kak Farid mencai jawaban itu di internet.

“Kurang lebih tahun 2000 SM di Samaria ditemukan sari bunga opium atau kemudian lebih dikenal dengan nama OPIUM ( Candu = Papavor somniferitum). Bunga upion/candu adalah obat yg mnggembirakan.Digunakan untuk semecam pengobatan.Tetapi akhirnya banyak disalahgunakan ketika dosis yang dipakai melebihi ketentuan.Istilah narkotika dari bahasa yunani: klenger artinya teler,” begitu katanya.

Kemudian menjawab pertanyaan dari hawari:

Setelah dipersilakan menjawab oleh kak Farid, akhirnya Anam memberanikan diri untuk menjawab, “karena penyelundupnya lebih pintar,”

“Ya benar, terutama penyelundup dari luar negeri, ada yang narkobanya dimasukan ke dalam perut, jadi mereka bungkus narkoba itu dengan kertas yang tidak larut air kemudian ditelan.Nanti kalau sudah berhasil keluar dari pemeriksaan, mereka buang lewat saluran feses.”Kak Farid menambahkan. (jorok ya? Iiih)

Selanjutnya beranjak menjawab pertanyaan dari Putri:

Di sini yang paling ramai, karena santri akhwat dan ikhwan saling melemparkan jawaban.Sampai aku bingung mana dulu yang mau diketik.

Akhirnya semua sepakat kalau pengedar yang paling banyak yang pertama adalah Columbia, kedua China, ketiga Brazil, keempat Iran, kelima Meksiko, keenam Indonesia dan ketujuh Italia.

Lalu giliran menjawab pertanyaannya The Novi:

“Dampak buat individu adalah ketergantunagn, kematian, kecanduan, menghabiskn uang dan waktu,” KataAnam datar.

“Masuk neraka, mengganggu pelajaran,” tambah Hawari.

“Badannya terlihat kurus, matanya merah, bibirnya kehitaman, emosi sensitive, malas, tidak nafsu makan, mencuri, mnyendiri, tkt air, pilek dan batuk berkepanjangan.Sering mnguap, mngeluarkn kringat,” sambung Maila semangat memberitahukannya kepada kami, lewat internet.

“Jadi sampah masyarakat,” Hawari kembali menjawab. Aku sih sibuk mengetik, mau jawab tapi lagi repot. Heheh

“Ya benar, kalau dilihat mengakibatkan ketidakstabilan dimasyarakat, pasti akibat itu bakal ada pencurian, karena keinginn untuk memakai pasti ada, kemudian pemerkosaan, perzinahan merajalela.”Sang moderator melengkapi.

“Kemudian negara itu menjadi kau, krn masyarakatnnya seperti itu.”Lanjutnya.

Beranjak menjawab pertanyaan dari Maila:

Anam menjawab,” merekatidak memikirkan dampak negatifnya, karena dalam pikirannya hanya kesenangan sesaat.”

“Ada efek kecanduan, jadi kalau sudah kecanduan harus minum.Berawal dari coba-coba.Sulit untuk berhenti. Punya masalah, ditawari temannya, akhirnya minum kan?” sambung seseorang, entah siapa.

Berikutnya menjawab pertanyaan dari Nilam:

Kak Farid mengatakan pertanyaan ini nggak ada hubungannya sama diskusi kali ini. Mungkin karena dia tidak mengikuti beritanya.Aku memberanikan diri untuk menjawab.

“Menurut yang aku baca, ketika salah satu ahli dari BNN tersebut diwawancarai disalahsatu televisi,BNN mengatakan untuk sementara hukum tidak bisa menjerat mereka karena jenis narkotika yang digunakan adalah jenis baru dan belum diatur dalam undang-undang Negara Indonesia.”Aku menjelaskan.

“Oh jadi ini masalah undang-undang ya?”Kak farid manggut-manggut.

Mungkin beberapa santri yang peka merasa prihatin atas keputusan BNN itu.Kok bisa gitu lho. Ckckck…

Selanjutnya menjawab dari pertanyaannya Musa:

“Jenis narkoba baru itu bernama Katinon derivatif atau katinon turunan yang dikonsumsi oleh Raffi Ahmad berdampak serupa dengan katinon (ekstasi jenis baru), yaitu merusak saraf pusat dan sistem kekebalan tubuh.Katinon derivatif ini menstimulasi tubuh dan menyebabkan penggunanya dihinggapi halusinasi (stimulan dan halusinogen). “Efeknya serupa dengan mereka yang mengonsumsi katinon. Penuh semangat dan stamina, riang gembira dan mudah berhalusinasi tentang hal-hal yang indah,” ucap Kuswardani. Akan tetapi, lanjutnya, hal itu berbeda dengan katinon sintetis, garam mandi (bathsalt).” Aku membacakan sekilas berita yang bersumber dari kompas.com.

Akhirnya masuk pada pertanyaan Islam, yang pertama dijawab adalah pertanyaan dari The Ira:

Aku yakin nggak ada yang bisa menjawab, inilah salah satu alasan kami tidak mau menjadi moderator. Tidak mungkin kan dijawabnya asal-asalan, masalahnya ini pandangan islam. Perlu orang yang sudah banyak atau mengetahui hukumnya.

Tapi Alhamdulillah teknolgi yang semakin canggih (internet) membantu Kak farid untuk menjawab.Ya, untuk menghindari kesalahan.

“pengguna narkoba itu sanksinya ta’zir yang artinyapenentuannya diserahkan kepada hakim, entah itu dicambuk, dipenjara. Dan pastinya dilihat dari sejauh mana kesalahnnya, maksimal: hukumannya smpai hkuman mati.” Begitu katanya.

Giliran pertanyaan Anam, tapi sayang kami semua tidak ada yang bisa menjawab.Akhirnya kami memutuskan untuk menunggu Ustadz Umar saja yang menjawab.Aku sih yakinnya Ustdaz umar nggak mungkin hadir dalam diskusi, pasti kecapekan habis mixing majalah udara Voice of Islam.

Terakhir menjawab pertanyaan dari The Novi yaitu “Bagaimana Pandangan islam?”

“Haram.Karena bisa membuat klenger dan mengabaikan tanggung jawabnya,” Anam menjawab kembali.Kayaknya dia ya yang paling aktif, mana ini santri akhwatnya, nggak apda jawab.

“Islam memandang sesuatu yang memabukkan itu haram.Misalnya khamr.Islam itu memelihara jiwa umat supaya tidak rusak.Para ulama sepakat mengharamkan narkoba, karena memabukkn.Islam juga melarang menjatuhkan diri pada jurang kesengsaraan. Mengkonsumsi narkoba kan sama dengan menjatuhkan diri kejurang sengsaraan.” Jelas Kak Farid.

Pertanyaan selesai namun waktu masih banyak.Aku merasa ada sesuatu yang janggal kemudian aku bertanya pada Kak Farid.

“Kak Farid kita nggak membahas artis kak?”

“Oh iya, ya sudah kita buka pertanyaan sesi kedua,” kata Kak Farid.

Aneh ya diskusinya.Heheh… maklumin aja, yang diskusi bukan orang ahli dan belum banyak yang diketahui.Masih belajar.

Terkumpul empat pertanyaan, dua dari santri akhwat dan dua dari santri ikhwan.

1. Kenapa banyak artis yg terjerat dalam dunia gemerlap dan narkoba?

Jawab:

Karena mereka jauh dari orang tua dan banyak uang,” kata Musa.

“Artis identic dengan orang-orang kaya, banyak uang, keimanan yg kurang.Identik dengan senang-senang.apa yang membuat senang mereka coba.” Kak farid menambahkan

2. Narkoba itu digunakan yang paling banyak oleh orang terkenal atau orang yang tidak terkenal?

Jawab:

“Secara persisnya/secara datanya saya tidak tahu, tapi kalau terlihat dari kalangan yg biasa(remaja) pasti banyak,” Kata Kak farid

“Kemungkinan pengguna terbanyak itu yg tidak terkenal.Soalnya kalau dilihat dari jumlahnya artis tidak banyak kalau dibandingkan dengan yang biasa,” entahlah aku lupa kalimat ini siapa yang menjawab.

3. Dalam sistem pemerintahan islam wanita boleh atau tidak jadi pemimpin?

Jawab:

“Rosulullah saw pernah bersabda,”tidak akan beruntung sebuah negeri jika yg memimpin adalah perempuan”. Apalagi kan perempuan itu bertindak dengan emosi daripada logika. Jadi lebihh mudah diintimidasi,” jawab Kak Farid singkat.

4. Kenapa artis masih mnggunakan narkoba padahal hidupnya sudah enak?

Jawab:

“Keenakan yang teres menerus membuat orang lalai.Bisa juga karena tidak ada kerjaan,”Jawab Hawari.

Alhamdulillah diskusi akhirnya selesai. Ngantuk, capek dan lapar semua kayaknya merasakan. Akhirnya Kak farid menutup kajian ini dengan kafaratul majlis. [Ilham Raudhatul Jannah, santriwati angkatan ke-1, jenjang SMA, Pesantren Media]

Catatan: tulisan ini sebagai tugas yang diberikan pemimpin diskusi aktual, dan menjadi bagian dari tugas menulis di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

artis diskusi aktual narkoba pesantren media santri selebriti

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait