Mengungkap Halloween

309 views

HALLOWEEN.

Di banyak tempat, ada perayaan-perayaan yang memiliki tema yang sama namun namanya berbeda-beda. Itu adalah perayaan yang berkaitan dengan para arwah, dewa-dewi, penyihir, bahkan setan dan roh-roh jahat. Misalnya, di Amerika Utara dan Eropa, perayaan yang bernama Halloween dikenal luas dan dirayakan tiap tanggal 31 Oktober. Seringkali, orang merayakan Halloween atau perayaan yang serupa hanya untuk bersenang-senang, bukan karena mereka percaya akan makhluk gaib. Yang lain mungkin menganggap itu sekadar untuk mengembangkan daya imajinasi anak mereka. Bagaimana dengan Anda? Di sisi lain, ada orang-orang yang menganggap perayaan semacam ini berbahaya. Asal Usul Kostum dan Pernak-Pernik Halloween

VAMPIR, MANUSIA SERIGALA, NENEK SIHIR, MAYAT HIDUP: Makhluk-makhluk ini dari dulu sudah diidentikkan dengan dunia roh jahat.

PERMEN: Dulu, orang Kelt menggunakan permen untuk menenangkan roh jahat. Gereja belakangan menganjurkan orang mendatangi rumah-rumah pada malam sebelum Hari Semua Orang Kudus (All Hallow’s Eve) sambil menawarkan untuk mendoakan orang mati, tapi dengan meminta imbalan makanan. Inilah asal usul kebiasaan meminta permen dari rumah ke rumah saat Halloween.

KOSTUM: Orang Kelt dulu memakai topeng seram agar roh jahat mengira mereka itu hantu juga, sehingga mereka tidak diganggu. Gereja kemudian melebur kebiasaan kafir itu dengan Hari Semua Jiwa dan Hari Semua Orang Kudus. Belakangan, orang-orang yang merayakannya mulai mendatangi rumah-rumah dengan kostum para santo, malaikat, dan hantu.

LABU: Awalnya, lobak ungu, yang diukir dan diberi lilin, dipajang untuk mengusir roh jahat. Beberapa orang menganggap lilin dalam lobak itu menggambarkan arwah yang terperangkap di api penyucian. Belakangan, orang lebih sering menggunakan labu yang diukir.

Pada diskusi aktual kali ini, santri dan santriwati Pesantren Media akan membahas tentang Perayaan Halloween.

 

Pertanyaan:

  1. Fatur: Apa hukumnya merayakan Halloween?

Jawaban:

  1. Abdullah: hukum merayakan Halloween haram, karena perayaan itu ajaran orang kafir. Itu juga menyangkut aqidah, untuk orang islam itu haram dan juga syirik bahkan tahayul.
  2. Fadlan: Bagaimana cara menyadarkan orang muslim yang merayakan Halloween?

Jawaban:

  1. Bintang: Cara menyadarkannya dengan memberitahu kepada seluruh umat muslimin bahwa mengikuti ajaran kaum kafir itu tidak boleh. Dan juga peran media sangat penting untuk hal ini.
  2. Abdullah: Kita beritahu sebab-sebab kenapa islam melarang kita untuk merayakan Halloween. Kita luruskan juga pandangan orang-orang, lalu kita sebarkan melalui sosmed. Kita beritahu orang-orang terdekat kita agar tidak merayakan halloween.
  3. Abdullah: Apabila kita menonton film yang ada unsur Halloween nya, boleh tidak?

Jawaban:

  1. Fadlan: Boleh saja selama kita tidak mengikutinya, tapi dianjurkan sebaiknya tidak menonton nya.
  2. Fatur: Boleh saja jika kita menonton nya karena ingin tau, namun ketika menonton jangan sambil memakai kostum nya.
  3. Zadia dan Teh Fathimah: sama saja seperti kita menonton film yang ada unsur pacarannya, jadi kalau kita menontonnya jangan di ambil sisi negative nya tapi ambil dari sisi positif nya.
  4. Muhammad: Apa bagian terseram dari Jack ‘O Lanteren?

Jawaban:

  1. Teh Fathimah: Yang serem bukan labu nya, tapi asal-usulnya. Lampu yang ada di labu itu untuk mengusir jack yang bermain dengan iblis, ia bingung akan masuk ke surga atau neraka.
  2. Teh Amilah: bagaimana kalau misalnya kita memiliki koleksi atau barang yang ada unsur Halloween nya, boleh tidak?

Jawaban:

  1. Bintang: Kalau barang nya boneka, lebih baik di bakar, karena boneka itu adalah tempat sembunyi nya jin. Jika barang nya gantungan kunci atau sebagai nya, lebih baik di jual dan uang nya di sumbangkan untuk anak yatim, seperti di dalam Surat Al-Baqarah ayat 261 yang artinya, “Perumpamaan orang yang menginfalkkan hartana di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.” Boleh saja di simpan asal tidak mempercayainya, tapi sebaiknya jangan.
  2. Ustad Oleh: Kalau kita ragu lebih baik di buang, tapi tergantung sudut pandang seseorang itu.
  3. Abdullah: Jika di tempat kerja kita mewajibkan memakai kostum Halloween, dan kita terpaksa memakainya. Boleh tidak?

Jawaban:

  1. Teh Fathimah: kalau bisa di hindari lebih baik dihindari, misalnya cuti. Tapi biasa nya hanya dekorasi nya saja yang berunsur Halloween, kalau kostum mungkin tidak wajib.
  2. Ustad Oleh: Tidak di semua tempat kerja, kebanyakan di Mall. Jika di paksa lebih baik kita cuti atau bilang tidak mau, lebih baik menghindar atau menolak. Karena dalam pandangan islam tidak boleh.
  3. Teh Fathimah: Bagaimana jika kita memakai kostum Halloween selain di perayaan Halloween, boleh tidak?

Jawaban:

  1. Abdullah: Kalau tidak ada niat apa-apa tidak masalah, kalaupun misalnya saat Halloween dia memakai tapi tidak ada niat untuk mengikuti acara nya maka tidak apa-apa. Karna apapun itu tergantung pada niatnya.
  2. Fatur: Apabila di toko atau mall ada event Halloween dan kita datang hanya karena ada diskon. Boleh tidak?

Jawaban:

  1. Zadia: Lebih baik di hindari. Tapi boleh saja, karena kebanyakan toko atau mall mengadakan event Halloween hanya untuk memanfaatkan agar bisa cuci gudang.
  2. Fadlan: tergantung pada niat nya, karena apa pun yang kita lakukan pasti memiliki niat.

 

 

5 Oktober 2016,

Zuyyina Hasanah, Santriwati kelas 2 jenjang SMA Pesantren Media.

diskusi aktual halloween santri

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait