Agenda Terselubung AS di Pertemuan APEC

915 views

Liputan Khusus Diskusi Aktual Pesantren Media Rabu, 2 Oktober 2013

Siang itu, Rabu 2 Oktober 2013, suasana di Komplek Laladon Permai terasa menyengat oleh terpaan sinar matahari. Namun, suasana yang panas ini tidak sedikitpun menyurutkan semangat santri dan santriwati yang hendak menghadiri Diskusi Aktual yang biasanya digelar di tiap Rabu siang itu.

Diskusi yang yang mengangkat tema, ‘Agenda Terselubung AS di Pertemuan APEC’ ini dipandu oleh dua orang santriwati Pesantren Media, Ira (Siti Muhaira) dan Via (Noviani Gendaga). Di bawah ‘kendali’ mereka, diskusi kali ini dimulai dengan cara yang agak berbeda dan segar. Ini terbukti ketika Via memulai diskusi ini dengan melontarkan sebuah yel-yel:

“DISKUSI AKTUAL, MAKIN SIANG MAKIN OK!”

Maka tak menunggu lama, energi positif pun mengalir di tempat diskusi. Mengusir suasana panas, malas, dan (mungkin) ngantuk yang mendera para peserta diskusi. Ketika Via meneriakkan ‘DISKUSI AKTUAL!’ maka para peserta pun antusias meneriakkan ‘MAKIN SIANG MAKIN OK!’. Dan seiring kembalinya ‘ sang semangat’, maka rasa-rasanya, diskusi ini tak perlu lagi ditunda untuk dimulai.

Para moderator di panggung mulai memaparkan beberapa fakta. Tentang APEC yang merupakan organisasi kerjasama negara-negara dengan garis pantai mengarah ke Samudera Pasifik, tentang tahun berdirinya, tempat berdirinya, dan seterusnya.

Setelah itu? Seolah menjadi tradisi diskusi ini (mungkin juga diskusi di tempat lain), moderator membuka sesi pertanyaan. Seruan moderator ini mendapat sambutan antusias dari para psesrta diskusi. Banyak yang mengacungkan tangan. Tak kurang dari 13 pertanyaan berhasil dicatat oleh notulen diskusi.

Pertanyaan yang diajukan para peserta diskusi ternyata mempunyai tingkat kesulitan yang beragam. Dari yang remeh temeh yang sekiranya jawabannya tinggal dibaca karena banyak bertebaran di ‘Mbah Google’, hingga pertanyaan yang membuat dahi sedikit mengkerut, sedikit membutuhkan proses berpikir dan analisa yang tajam untuk menjawabnya.

Misalnya saja, ada pertanyaan dari salah seorang peserta diskusi bernama Ikhsan. Dia bertanya, APEC ngurusin apa saja? Apa ada divisi-divisinya?

Pertanyaan ini akan langsung terpampang jawabannya di internet begitu seseorang mengetikkan pertanyaan itu di kotak pencarian Google. Tidak percaya? Coba saja. Bahkan si penanya sendiri, Ikhsan, akhirnya mencoba menjawab sendiri pertanyaan yang diajukannya pada forum diskusi ini.

Sedangkan pertanyaan yang lebih membuat kening berkerut dilontarkan oleh seorang peserta lain bernama Mila. Ia menanyakan, apa ‘sebenarnya’ tujuan diadakan APEC?

Pertanyaan ini tentu membutuhkan analisis lebih mendalam. Mengingat sekiranya peserta bertanya pada ‘Mbah Google’ sekalipun, jawabannya belum tentu apa yang diperlihatkannya. Biasanya, jawaban yang diberikan hanya sebatas yang nampak di permukaan alias yang baik-baik saja. Misalnya, guna mempererat hubungan perekonomian antar negara dengan garis pantai menghadap Samudra Pasifik (sama dengan jawaban Putri), menghilangkan hambatan perdagangan di kawasan (sama dengan jawaban Putri), dan lain sebagainya. Jawaban ini sebenarnya tidak bisa disalahkan. Namun perlu dianalisis lagi.

Namun perlu juga dianalisi lebih jauh lagi. Misalnya jawaban yang dilontarkan Fathimah, negara maju mengambil keuntungan dari negara berkembang. Juga jawaban Neng Ilham, yaitu guna mengekploitasi perekonomian negara-negara berkembang.

Kemungkinan dari jawaban Fathimah dan Neng Ilham, meskipun jarang diungkap di media, tapi pada kenyataannya memang terjadi di lapangan. Dengan adanya APEC, negara maju memang mengambil keuntungan dari negara-negara berkembang. Bayangkan saja, dengan perdagangan bebas antar negara anggota, tidak ada lagi proteksi produk dalam negeri dari gempuran produk-produk asing. Produk lokal dalam negeri seringkali kalah bersaing, juga tidak mudah diterima di negara maju karena beragam alasan, semisal tidak memenuhi standar kelayakan. Akibatnya, banyak pedagang dan produsen dalam negeri yang gulung tikar. Sedangkan negara lain mengambil keuntungan pasar dengan jumlah penduduk negara-negara berkembang yang besar.

Diskusi berjalan menarik. Namun sayang, karena keterbatasan waktu, tidak semua pertanyaan dapat didiskusikan dalam forum ini. Rencana ke depan, jika memang memungkinkan, Diskusi Aktual ini akan dimulai lebih awal.

Terakhir, Ustadz Oleh Solihin, Kepala Sekolah Pesantren Media memberikan sebuah kesimpulan. Menurut beliau, tujuan didirikannya APEC awalnya memang untuk meningkatkan ekonomi. itu yang nampak di permukaan. Akan tetapi pada intinya tidak. Tujuannya sebenarnya adalah ekploitasi terhadap negara-negara berkembang. Tak dapat dipungkiri juga bahwa AS, sebagai negara maju yang ikut yang ikut dalam keanggotaan APEC sebenarnya, kini sedang mencari sumber ekonomi baru.

Sampai di sini dulu laporan Diskusi Aktual kali ini. Sampai jumpa di laporan Diskusi Aktual berikutnya.[fa]

amerika serikat APEC diskusi aktual pesantren pesantren media santri

Penulis: 
author
Farid Abdurrahman, santri angkatan ke-1 jenjang SMA (2011) | Blog pribadi: http://faridmedia.blogspot.com | Alumni Pesantren MEDIA, asal Sumenep, Jawa Timur

Posting Terkait