Perjalanan Menuju Magelang

671 views

Kami sekeluarga ingin pergi ke Magelang dalam rangka menjenguk kakek (Soedirman) yang sedang sakit stroke ringan. Kami ke sana memakai Mobil AVANZA.Kami di sana selama 7 hari. Itu sudah termasuk pulang pergi. Yang ikut ke Magelang, ummi, Abi, aku, Taqi, Muhammad, dan Maryam.

Persiapan barang-barang pada hari Rabu malam. Menyiapkan baju, makanan, minuman, dan lain-lain. Malamnya aku sudah mengira bahwa besok saat aku bangun akan dicipratin Abi, jadi aku harus bangun sebelum Abi. Agar tidak dicipratin Abi. Ternyata perkiraanku salah. Aku tiba-tiba dibangunin seseorang yang aku tidak melihat wajahnya. Siapakah dia? Walaupun aku tidak tahu siapa dia,  yang penting aku tidak dicipratin sama Taqi, karena Taqi masih tidur. Setelah bangun, aku disuruh sama ummi mandi. Di kamar mandi aku agak bingung, “ biasanya kalau mau pergi pagi-pagi itukan mandinya pakai air anget.” Aku langsung ke luar kamar mandi dan membuktikan bahwa kalau mau pake air anget. Ternyata kali ini benar. Mungkin punya indra ke enam nih. Setelah mandi aku makan.Makannya pake telor dan nasi. Setelah itu kami berangkat. Kami berangkat dari Bogor pada hari kamis pagi jam 3.

Di perjalanan, kami sangat sering ke SPBU, karena masih pagi dan dingin. Kalau dingin akan sering pipis. Kami melewati jalur Pantura (Pantai Utara). Sepanjang perjalanan, aku hanya dua kali melihat pantai. Kami makan di rumah makan yang jika membuka pintu belakang, maka langsung tampak di depannya pantai. Aku sangat ingin ke pantai. Aku bertanya ke Abi, “ Abi, aku boleh nggak ke pantai?” “ enggak. Kita ini tujuannya menjenguk eyang kakung. Nanti aja, bareng sama pesantren media. Insya Allah.” Kata abi. Aku sangat senang.

Saat di perjalanan, ada tempat yang di sana jalannya setiap hari selalu macet. Itu yang membuat perjalanan menjadi lama. Satu setengah jam. Bahu jalannya yang terbuat dari tanah. Maksudnya bukan jalan tol. Tapi jalan biasa. Mobil-mobil yang bisa melewati bahu jalan tidak terkena macet. Tapi mendapatkan jalan yang bolong-bolong. Yang bahaya, ada Bis yang menggunakan bahu jalan. Karena jika tiba-tiba tanahnya ambles, Bisnya akan langsung jatuh ke persawahan. Sesudah bertemu dengan bis nakal, aku lupa lagi ceritanya. Saat hari mulai malam, Abi mulai tidak terlihat lubang yang ada di jalan. Jadi, Abi di  belakang truk terus. Karena sudah malam, aku tertidur. Saat aku bangun sudah sampai rumah sakit. Ternyata kami sudah sampai di Magelang.[]

 

[Abdullah Moesa Lebu, ‘santri kalong’ Pesantren Media dan siswa kelas 5 Program Homeschooling Mutiara Ummat]

Catatan: tulisan diary ini adalah bagian dari tugas menulis di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

Gambar dari sini

KOMENTAR: Catatan perjalanan yang ditulis sebagai catatan hariannya ini, Abdullah memilih judul sederhana dan umum, namun jika dilihat dari latar belakangnya yang masih kelas 5 program homeschooling, menjadi menarik. Ini tulisan yang berhasil dibuat Abdullah dalam mengerjakan tugas menulisnya. Terus berlatih dan tetap semangat menulis!

O. Solihin
Instruktur Kelas Menulis Kreatif

diary magelang menulis perjalanan pesantren media santri

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait