Idul Adha yang Istimewa

650 views

Suasana saat mendengarkan khutbah Idul Adha di Komplek Laladon Permai, 26 Oktober 2012

Pagi ini, aku bangun sekitar jam 2 pagi. Aku dibangunkan Putri. Aku langsung pergi ke kamar mandi. Tidak lupa, aku membawa alat-alat mandi dan baju ganti. Aku tidak merasa kedinginan pagi ini.

Selesai mandi, aku menyiapkan baju terbaikku untuk aku pakai pada hari ini. Aku segera menunaikan Sholat Tahajjud. Setelah sholat, aku melihat jam di handphone-ku. Masih jam 2 lewat 48 menit. Aku berbaring di atas kasurku. Lama kelamaan aku tertidur.

Aku bangun karena mendengar Umi memanggilku dari pintu di belakang tempatku tidur. Aku melihat teman-teman sekamarku yang lain sedang tertidur pulas. Aku mulai membangunkan mereka. Aku melihat keluar pintu.

“Hah! Sudah siang.” Aku melihat jam beker milik Putri. Jam setengah 6?! Aku panik. Aku segera membangunkan Wigati dan Siti lagi. Aku mengambil jilbab Idul Fitriku yang berwarna coklat. Aku memakainya dengan sedikit tergesa-gesa. Aku juga memakai kerudung coklat. Setelah siap dengan pakaian, aku mengambil sikat gigi dan pastanya. Aku menyikat gigiku sekitar 2 menit.

Aku menyiapkan mukenaku yang berwarna merah jambu. Aku pergi menemui Umi untuk meminta uang keropak.

Kali ini, aku akan Sholat Ied bersama sisa teman-teman pondokku. Ada Siti, Wigati, dan Putri. Ada juga Teh Maila, Teh Icha, dan Teh Dini. Kami Sholat Ied di Lapangan Komplek Laladon Permai. Di sana, kaum Muslim di Laladon Permai dan sekitarnya sudah banyak berkumpul. Mereka melakukan takbiran bersama.

“Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar..

Laa Ilaaha Illallahu Wallahu Akbar..

Allahu Akbar Wa Lillahilhamd..”

Aku datang bersama Siti. Begitu datang, kami langsung mencari tempatuntuk duduk. Wah, ramai sekali. Akhirnya, setelah sedikit berjalan, kami menemukan tempat yang cocok.

Sebelum duduk, kami sempat memotret suasana Lapangan dari tempat duduk kami.

Di atas mimbar, Pak H. Cecep memberikan sambutan. Aku mendengarkan dengan seksama. Pak Cecep menjelaskan kegiatan-kegiatan nanti.

Selesai Pak H. Cecep berbicara, sholat Ied dilaksanakan. Ustadz Umar yang menjadi Imam dan Khotibnya juga.

Sholat Ied itu 2 rokaat. Rokaat pertama ada 7 kali takbir. Yang kedua 5 kali takbir. Setelah Sholat Ied, Ustadz Umar naik ke atas mimbar. Beliau memberikan khutbah tentang …

Seperti yang biasa dilakukan di Komplek Laladon Permai, setelah sholat, kami melakukan salam-salaman sambil bermaaf-maafan. Hal ini dilakukan agar bisa menghapus dosa-dosa kecil terhadap sesama.

Sebelum acara pemotongan hewan qurban, kami pulang dulu ke Pesantren. Di Pesantren, kami sarapan. Kami sarapan dengan ketupat dan …. Hmm.., Enak..  Oh iya, saat makan, Teh Holifah datang. Ia mengendarai sepeda motor.

Setelah makan dan beristirahat sebentar, aku dan teman-teman yang lain kembali ke Lapangan. Aku ke Lapangan membawa Adek Muhammad. Aku ditugaskan untuk menjaga Adek.

Kami datang agak terlambat. Kami datang setelah beberapa ekor kambing disembelih. Saat penyembelihan, aku melihat sapi-sapi duduk tenang. Kambing-kambing terus mengembek. Anak-anak yang menonton penyembelihan berlarian. Aku menggendong Adek Muhammad. Aku takut Adek Muhammad dikejar sapi. Apa lagi, Adek Muhammad memakai baju berwarna merah. Tapi, Adek Muhammad lumayan berat lho.

Penyembelihan kambing terasa cepat. Sekarang, waktunya pengembelihan sapi. Anak-anak, disuruh menjauh dari area penyembelihan. Sambil penyembelihan sapi dilaksanakan, pemotongan kambing dilaksanakan. Panitianya adalah ibu-ibu dari Komplek Laladon Permai.Oh iya, beberapa kambing juga masih dikuliti. Aku dan Siti kembali memotret-motret.

Akhirnya, prosesi penyembelihan berakhir. Semua hewan qurban sudah disembelih. Sekarang, waktunya memotong-motong daging. Oh iya, sebelumnya, Kak Yasin dan Kak Heri mengangkat daging-daging sapi lho.

Kami mulai membantu ibu-ibu memotong dan memasukkan daging ke dalam plastik. Dan plastik-plastik berisi  daging itu, akan dibagikan kepada warga Laladon Permai dan sekitarnya. Orang fakir dan miskin juga akan diberi.

Awalnya, yang bekerja adalah Santri Ikhwan. Tapi, kemudian Santri Ikhwan harus Sholat Jum`at. Akhirnya, Santri Akhwat menggantian posisi mereka.

Siti kebagian memasukkan daging ke dalam plastik. Kuku-kukunya kotor sekali. Sedangkan santri Akhwat yang lain, memasukkan plastik berisi daging ke dalam kresek. Kadang, kami kekurangan plastik.

Oh iya, makan siang hari ini adalah spagetti. Hmm.. enak..

Setelah pemotongan dan pengepakkan selesai, sekarang, adalah waktunya untuk pembagian daging. Orang-orang fakir dan miskin datang untuk mengantri.  Mereka datang sambil membawa kupon yang sudah dibagikan oleh Bu Hindun kemarin. Kupon ini, berfungsi untuk mengambil daging. Kalau tidak ada kupon, tidak boleh mengambil daging.

Kurasa, Idul Adha tahun ini lebih istimewa dari yang lalu. Aku menjadi bagian yang membantu pengepakkan daging. Semoga, semua yang aku kerjakan pada hari ini bermanfaat dan mendapat pahala. Amin.. [Fathimah NJL, santriwati angkatan pertama, jenjang SMP, Pesantren Media]

Catatan: tulisan ini adalah bagian dari tugas menulis di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

idul adha menulis reportase

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait