Samarinda, I am Coming

410 views

Pesantren Media Bogor – Bandara Soeta

Bogor, 4 Agustus 2012. Pagi cerah. Ya begitulah memang rasanya jika kita akan kembali ke kampong halaman. Bertemu dengan keluarga, sanak saudara, dan teman-teman SMP. Aku sudah santai baring-baringan di atas tempat tidurku sambil bercanda ria dengan santri-santriakhwat yang saat itu juga sedang berada di asrama. Aku memang sudah siap subuh itu. Barang-barangku sudah ku kemas rapi di dalam 2 bag besar berisikan oleh-oleh dan baju-bajuku. Teman-temanku yang akan pulang pada sibuk mengemas barang-barang bawaan mereka.

Setelah mengambil kartu identitas, semua santri yang akan pulang diminta agar berkumpul di bawah. Semua santripun mangut-mangut tanda menurut. Abi Umar menerangkan tentang travel perjalanan, cara-cara menyimpan barang di kabin pesawat, hingga seluk beluk Bandara Soekarno Hatta. Ini adalah kali pertamanya aku naik pesawat sendiri tanpa didampingi oleh kedua orang tuaku. Deg-degkan? Itu pasti hehe

Dalam perjalanan dari PonPes menuju Bandara Soekarno Hatta, aku hanya tidur….. sepanjang perjalanan sambil mendengarkan lantunan ayat Suci Al-Qur’an surah Al-Waqiah. Aku memang sengaja tidur, supaya aku tidak mabuk. Friends, aku memang seorang mabuk darat (mabuk darat gapapa kan? Daripada mabuk minuman hehe). Aku duduk di jok paling belakang berdua sama Teh Dini. Di jok ke dua ada Putri, Siti, Wigati, dan Maila. Dan di paling depan ada Abi umar dan Abdi Robbi.

So, aku jadi tidak begitu tau banyak tentang bagaimana perjalananku itu. Soalnya, aku baru bangun ketika sudah sampai tepat di gerbang Bandara Soekarno Hatta.

ooOooo

Bandara Soekarno Hatta – Bandar Udara Sepinggan Balikpapan

Aku diturunkan dari mobil tepat di depan loket tempat ticketku di print. Aku membaca tulisan di atas loket itu. LION AIR. Pasti di situ. Seturunnya aku dari mobil, aku liat mata teh Dini berkaca-kaca. “Hati-hati ya Via” katanya dengan suara yang bergetar. Aku menyembunyikan tangisanku dengan sedikit lelucon agar tidak ketahuan. Oya, teh Dini selama ini ku kenal baik. Walaupun wataknya keras layaknya orang-orang Aceh pada umumnya. Tapi, ia memiliki hati yang mudah terenyuh walaupun hanya dengan sebait kata-kata sederhana.

Lalu aku berpamitan dengan yang lain. Setelah aku turun dari mobil, hal paling pertama yang aku cari adalah kereta barang. Tas punggung dan tas tangan yang sedari tadi ku bawa memang sangat memberatkanku. Dan Alhamdulillah aku mendapatkannya. Dengan segera ku letakkan kedua barang bawaan ku beserta tas selempang kecil yang ku kenakan di atasnya. Oya, aku sampai di Bandara Soeta sekitar jam 09.00 padahal, pesawat yang aku tumpangi baru terbang jam 12.50. Hahaha lama yaa -_-. Setealah Abi Umar dan rombongan lainnya pergi, tinggallah aku, Siti, Putri, dan Abdi di situ. Lalu kita berempat meminta print out ticket kami, lalu kami masuk ke dalam bandara.

Sebelum masuk ke ruang penitipan bagasi, semua barang-barang kami di periksa. Setelah itu kami menitipkan barang-barang kami di bagasi. Saat aku sedang menunggu antrian, tiba-tiba datang ibu-ibu berkata seperti ini, “dek, pinjem uangnya 5ribu buat bayar barang, nanti saya gantiin di Semarang”. Ibu-ibu it berkata dengan tatapan ‘toloooong sekali’. Aku iba. Dengan mudah aku merogoh dompetku. “Ini bu, nggak usah dibalikin. Soalnya saya turun di Balikpapan”. Lalu ia mengucapkan terimakasih. Tak lama kemudian, aku menaruh barang-barangku di dalam bagasi.

Karena masih lama, aku berjalan lambaaaaaat sekali sambil medorong kereta barangku. Tak lama kemudian, ibu-bu yang tadi datang lagi. Kali ini aku tidak memberikannya pinjaman lagi karena ia meminjam 45 ribu. Dengan sopan aku menolaknya. “Uang saya pas-passan bu” jawabku sambil mengangguk lalu pergi meninggalkannya seorang diri.

Foto Jembatan Mahakam dan Patung Pesut

Setelah itu kami berempat pergi ke ruang tunggu. Karena kita tiba di bandara sekitar jam 09.00 jadi kita masih harus menunggu 5 jam untuk keberangkatan ke Balikpapan. Sedangkan tujuan Banjarmasin harus menunggu 8 jam lagi. Akhirnya waktu keberangkatanku telah tiba. Aku masuk ke gate A1. Sudah banyak orang di sana. Aku duduk di samping ibu-ibu yang sedang asyik mengutak-atik BBnya. Aku menghitung waktu. Tinggal beberapa menit lagi. Tiba tiba terdengar suara laki-laki melalui pengeras suara. “Kepada para penumpang Lion Air JT 727 harap ke GATE A7. Mohon maaf atas ketidaknyamanan anda”. Aku bergumam kesal sambil menenteng bawaanku yang berat.

Oke kita cau! Bye bye Jakartaaaa! Lalu terbang.

ooOoo

Tidak banyak  hal yang kutau ketika di pesawat karena aku hanya tidur sepanjang penerbangan. Aku terbangun saat pramugari berbicara di pengeras suara, bahwa pesawat akan mendarat di Bandar Udara Sepinggan Balikpapan. Aku senang bukan kepalang. Sesampainya di Sepinggan. Beribu rasa bahagia menghampiriku. Aku sudah tak sabar bertemu dengan keluarga tercinta. Mataku sibuk mencari kereta barang. Lalu dengan sigap aku mengambil barangku. Duh mana yaaa? Tak berapa lama mesin barang yang berputar itu berhenti. Hapir setengah jam aku menunggu ia berputar kembali. Lalu, ah itu tasku! Setelah itu aku mengambilnya dan meletakkannya di atas kereta barang. Itu bapakku! “pak” sapaku. Lalu beliau tersenyum. Aku dijemput naik mobil. Lalu, “GO SAMARINDA!!!”. []

 ooOoo

 

Masjid Islamic Centre

Sama seperti tadi. Tak banyak yang ku tau tentang bagaimana asiknya perjalanan menuju Samarinda karena aku seorang pemabuk darat. Hehe. Jadi aku hanya tiduuuuur saja. Yang ku ingat, aku muntah 2 kantong kresek penuh. Perutku terasa teraduk-aduk. Oh iya, aku terbangun ketika berada di Jembatan Mahakam Samarinda. Jembatan kokoh yang sudah berdiri sekitar 20 tahun lamanya. Hmm, beautiful bridge in beautiful city, aku juga melewati Masjid Raya Islamic Centre, tepatnya masjid terbesar seasi tenggara! Wow! Hup. Dan tiba-tiba saja aku sudah sampai di rumah. Itu mamah dan tanteku! Welcome at your home baby! [Noviani Gendaga, santriwati Pesantren Media, Kelas 1 SMA] Catatan: tulisan ini adalah bagian dari tugas menulis catatan perjalanan di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

catatan perjalanan diary menulis

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait

  • Assalamu’alaikum, Teman-teman… Ini adalah foto hasil jepretan saya ketika

  • Assalamu’alaikum, Teman-teman… Kali ini saya menunjukkan sebuah foto yang

  • Foto ini saya ambil di puncak Gunung Kencana pada