Liburanku di Temanggung

563 views

Selesai ulangan akhir semester, Pesantren Media mengadakan liburan dari tanggal 28 Desember 2013 sampai 2 Januari 2014. Wow, setahun! Tapi sebelum pengumuman tentang kapan liburannya diumumkan, aku sudah izin 5 hari lebih awal, yakni hari senin. Dan akhirnya setelah tahu ada libur, aku sudah terlanjur pesan tiket dan tetap berangkat hari senin tanggal 23. Horeee!

Aku sampai di rumah hari selasa pagi. Perjalanan Bogor-Temanggung memakan waktu sekitar 15 jam.  Sampai di rumah aku langsung disambut oleh seluruh keluargaku kecuali kakakku yang pertama karena dia sibuk kuliah. Pinginnya mau cepet selesai kuliah, jadi nggak dapat liburan deh karena kuliahnya dipadatkan.

Aku membawa oleh-oleh kue bolu pisang dari Bogor. Pagi itu kami memakan roti itu sambil menghirup teh ditemani TV yang menayangkan acara semalam. Wah senangnya akhirnya bisa sampai di rumah lagi.

Oh ya aku belum cerita kenapa aku izin pulang. Aku harus kontrol dengan psikiater yang ada di Magelang, kota tetangganya Temanggung. Harusnya sih ke psikiater cuma sehari saja cukup, tapi izinnya lebih lama kan itung-itung liburan di rumah. Gimana lagi, kan udah kangen!

Hari-hari berikutnya di rumah aku jalani dengan gembira dan bersemangat. Kembali berkumpul bersama keluarga memang sangat menyenangkan. Dan Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagi Allah, keluargaku masih lengkap semua.

Aku sempat diajak ke sawah oleh abah (bapak) dan adikku Rifai. Mereka memang orang desa asli karena kini mereka sudah sering bekerja di sawah. Sementara aku yang tumbuh besar sepenuhnya di desa, masih saja selalu ragu dan ogah kalau diajak ke sawah. Tapi karena aku memang sedang bersemangat, akhirnya aku ikut terjun juga. Wah, ternyata meski capek, pekerjaan di sawah cukup mengasyikkan. Abah dan Rifai melubangi tanah yang ada di polybag besar sementara aku menaruh secangkir kecil pupuk ke setiap lubang. Kami bekerja sambil mengobrol seru mengenai banyak hal. Dari mengingat masa kecilku dan Rifai sampai orang-orang unik yang pernah dikenal abah.

Ketika matahari mulai meninggi, kami berteduh di bawah pepohonan pepaya yang rindang dan kami meneguk soda dari botol-botol Big Cola. Wah, sensasinya memang sesuatu sekali. Meneguk soda dingin setelah capek bekerja di sawah yang terik. Ummiku mengirim gorengan yang berupa pisang yang diberi coklat, dibalut balutan martabak dan digoreng. Menyenangkan sekali!

Untuk informasi, kami sedang menanam ratusan pohon pepaya dengan jenis tertentu. Doakan ya teman-teman, supaya besok panen bisa menghasilkan banyak uang dan uangnya bisa berkah. Doa kalian sangat membantu!

IMG_20131225_162316

Ummiku, adikku yang terakhir Arbi, dan abahku di sawah kami.

Di hari yang lain, aku ikut berdagang bersama ummiku di pasar. Tapi karena aku masih belum tahu banyak harga barang-barang yang dijual, akhirnya aku malah tidur setelah bosan membaca novel The Da Vinci Code. Saat bangun, ummiku sudah membelikan gorengan dan jus sirsak. Bangun tidur dengan keadaan haus langsung disediakan jus! Setelah itu, ummiku yang merasa mengantuk akhirnya memintaku jaga sebentar agar beliau bisa beristirahaat sebentar. Setelah ia bangun lagi, kami memesan bakso khas pasar Selopampang. Supaya kalian tahu teman-teman, harga jajanan di Temanggung memang terkenal murah. Apalagi di pasar Selopampang ini. Bayangkan, bakso dengan porsi wajar saja harganya Cuma Rp3.000! Dan bisa dipastikan halal karena ummiku kenal cukup baik dengan yang jual. Dan karena itu juga, kadang bisa minta diskon juga. 😀

Suasana di toko ummiku di pasar

Suasana di toko ummiku di pasar

Jika tidak ada kegiatan, biasanya aku menonton TV di rumah. Seluruh keluargaku sedang seneng-senengnya menonton serial TV yang diputar di SCTV, Emak Ijah Pingin ke Mekkah. Seperti heboh sekali serial TV itu di rumah. Tokoh-tokoh dalam serial TV itu pun sering kami bicarakan, seperti Zaki yang suka mencuri, Bang Ocid yang annoying, dan masih banyak lagi. Tapi kalau orangtuaku sedang pergi, biasanya aku dan adikku yang perempuan diam-diam menonton MTV.

Ada cerita yang cukup menarik mengenai TV. Menurut kalian, acara TV apa yang disukai anak-anak SD? Pasti jawabannya banyaaak sekali seperti Power Rangers, Spongebob Squarepants, Bima, dan lain-lainnya. Nah, hal yang menarik aku dapati dari selera tontonan kedua adik lelakiku yang masih duduk di awal sekolah dasar dan yang masih di playgroup atau yang dikenal disini dengan PAUD. Setiap habis pulang sekolah atau dari sawah, biasanya adikku yang satu itu selalu membuka-buka rekaman-rekaman acara TV. Tapi, yang dia cari bukanlah acara-acara yang aku sebutkan tadi di atas atau yang sejenisnya. Acara favoritnya adalah film-film dokumenter mengenai pengetahuan-pengetahuan seperti Si Bolang, Laptop Si Unyil, dan beberapa acara dokumenter dari luar negeri. Dia malah kurang suka dengan acara seperti Power Rangers dkk. Mengingat selera menonton TVku waktu masih SD, aku jadi geli sendiri. Ternyata anak-anak sekarang lebih cerdas ya?

Aku pergi ke psikiater pada tanggal 31 Desember. Aku berangkat bersama abahku dengan motor ke Magelang. Karena itu malam tahun baru, kami pun mendapati banyak kembang api dengan berbagai warna dilayangkan ke udara. Setelah pulang aku langsung tidur, tidak seperti Rifai yang antusias mengikuti acara-acara menjelang akhir tahun di TV.

Ketika bangun, ibuku langsung memberitahu bahwa aku dan Rifai harus pergi ke Solo dengan bus karena ibuku tidak bisa berangkat untuk kulakan kerudung dan laptop. Kami pun langsung berangkat habis shalat shubuh. Bus mengantarkan kami dari Temanggung ke Secang, lalu dari Secang ke Bawen, kemudian dari Bawen ke Solo. Perjalanan yang cukup panjang tapi menyenangkan. Dan karena tadi malam adalah tahun baru, jalanan pagi itu pun sepi sekali. Saat sampai di Solo, kami mencari kosan kakakku dan setelah itu aku dan Rifai sarapan di sebuah warung ayam bakar. Kami memesan dua porsi besar (karena sangat lapar). Kakak perempuan keduaku, Rifqoh, tidak ikut makan karena dia ingin sarapan bakso saja bersama kakak pertamaku Inabah nanti. Aku tidak habis! Sangat memalukan. Tapi adikku Rifai yang ukuran perutnya mungkin lebih besar melahap habis porsinya.

Ternyata, kulakannya itu disuruh naik motor! Aku dan kakak perempuan pertamaku Inabah berangkat menggunakan motor sementara Rifai dan Rifqoh menunggu di kosannya. Ini pengalaman pertamaku naik motor keliling kota sebesar Solo! Aku dan Inabah saling meneriaki untuk bertukar informasi tentang jalanan di kota Solo karena aku memang belum tahu banyak jalanan di sana.  Menyenangkan sekali ternyata. Kulakan kerudung di Pusat Grosir Solo lancar, kemudian dilanjutkan beli laptop di Suha yang bisa dibilang kurang lancar. Ummiku minta dikirim gambar laptopnya via Whatsapp sementara internet di HP Inabah sepertinya sedang ngadat atau pulsanya sudah habis aku tidak tahu. Hpku yang cukup lancar Whatsapp-an malah ketinggalan di rumah karena habis baterainya. Akhirnya ummiku yang mengirim gambar contoh laptopnya dan ternyata sama dengan yang ingin dibeli. Urusan di Solo pun beres.

Dengan hati bersedih karena harus meninggalkan kedua kakak dan bawaan yang berat di kanan kiri, kami pun melaju pulang dengan bus. Sampai di rumah selepas maghrib. Capek, namun merasa senang karena menambah pengalaman baru.

Kamis tanggal 2 Desember adalah hari sebelum hari terakhirku di rumah. Harus ada yang spesial nih. Ummiku pun kembali mengajak ke pasar Selopampang untuk menyantap hidangan khas sana yaitu opor ayam Bu Sudar. Kalau ke pasar Selopampang tanpa mampir di warung Bu Sudar rasanya memang tidak pernah sempurna. Aku bersama ummiku, Rifai dan adik terkecilku Arbi sarapan di sana. Aku memesan opor ayam dan sayur tempe bongkrek yang dimasak pedas. Hmm… nikmat!

Setiap perpisahan akan menjempai pertemuan. Dan setiap pertemuan pun pasti akan ada perpisahan. Hari Jum’at, 3 Desember 2013, dengan bersedih hati akhirnya aku harus meninggalkan kota Temanggung yang tercinta dan penuh kenangan itu. Meninggalkan orangtua, kakak, adik, dan semuanya di rumah demi menuntut ilmu. Aku membisikkan pada diriku : Tak apalah Hawari, semua ini pasti suatu saat akan berakhir dengan manis. Bismillah, dengan izin Allah! Aku pun ikhlas berpisah dengan rumah. Untuk sementara. Aku pasti kembali lagi.

[Hawari, santri angkatan kedua tingkat SMA di Pesantren Media]

diary hawari liburan santri temanggung

Penulis: 
author
Hawari, santri angkatan ke-2 jenjang SMA di Pesantren Media | Blog pribadi: http://downfromdream.tumblr.com | Twitter: @hawari88

Posting Terkait