Sehari Di Kediaman Rasulullah SAW_bagian 1

141 views

Segala puji hanyalah bagi Allah Subhannahu wa Ta’ala semata, Yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa hidayah dan petunjuk-Nya yang benar. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Besar Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam.

Kehidupan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah kehidupan yang penuh teladan bagi umat, acuan dakwah sekaligus sebagai pedoman hidup. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam adalah teladan dalam ketaatan, dalam beribadah dan berakhlak yang mulia. Teladan dalam bermuamalah yang baik dan dalam menjaga kehormatan dan kemuliaan. Cukuplah pujian Allah Subhannahu wa Ta’ala atas beliau sebagai buktinya, Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman,
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam: 4)

Kunjungan Istimewa

Seiring dengan majunya ilmu pengeta-huan, bahan-bahan yang dibaca kaum muslimin pun semakin banyak. Dengan mudah dapat mengunjungi Timur dan Barat melalui buku-buku dan tulisan-tulisan, melalui film-film dan yang lainnya.

Sirah Rasulullah SAW adalah sirah yang sangat menakjubkan. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dan petunjuk yang dapat kita teladani darinya.

Perjalanan yang Menyenangkan

Perjalanan menuju rumah Rasulullah SAW untuk melihat seluk beluk kehidupan dan tata krama pergaulan beliau, merupakan perjalanan yang sangat diidamkan setiap orang. Sebuah perjalanan yang banyak pelajaran, penuh teladan dan panutan. Yaitu perjalanan melalui kitab-kitab dan riwayat-riwayat dari lisan para sahabat Radhiallahu’anhu ; Sebab, kita tidak dibolehkan melakukan perjalanan ke makam atau rumah beliau atau ke tempat-tempat lainnya selain ke tiga masjid, sebagaimana yang disebutkan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam hadits:

“Janganlah mengadakan perjalanan (secara khusus) ke-cuali ke tiga masjid, Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha.” (Muttafaq ‘alaih)

 

Sifat-sifat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

 

Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallah ‘anhu menuturkan:
“Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat tampan wajahnya, sangat luhur budi pekertinya, beliau tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek.” (HR. Al-Bukhari)
Rasulullah SAW orangnya “pemalu”, sampai-sampai Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallah ‘anhu mengatakan:
“Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam itu lebih pemalu daripada gadis dalam pingitan. Jika beliau tidak menyukai sesuatu, niscaya kami dapat mengetahui ketidak sukaan beliau itu dari wajahnya.” (HR. Al-Bukhari)

 

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dan Syariat Poligami

 

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menikahi seorang wanita yang berusia senja, berstatus janda, wanita yang lemah, hanya ‘Aisyah Radhiallaaha saja yang bertatus gadis di antara seluruh istri-istri beliau.

 

Beliau adalah contoh terbaik dalam hal berlaku adil kepada para istri, dalam hal pembagian giliran ataupun urusan lainnya. ‘Aisyah Radhiallahu’anha mengungkapkan:
Setiap kali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam hendak melakukan lawatan, beliau selalu mengundi para istri. Bagi yang terpilih akan menyertai beliau dalam lawatan tersebut. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam membagi giliran bagi setiap istri masing-masing sehari semalam. (HR. Muslim)

 

Tutur Kata Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam

 

‘Aisyah radhiyallahu anha menuturkan:
“Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah berbicara seperti yang biasa kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun beliau Shalallaahu alaihi wasalam berbicara dengan nada perlahan dan dengan perkataan yang jelas dan terang lagi mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya.” (HR. Abu Daud)

 

Beliau adalah orang yang rendah hati lagi lemah lembut, sangat senang jika perkataannya dapat dipahami. Diriwayatkan dari ‘Aiysah radhiyallahu ‘anha bahwa ia berkata:
“Tutur kata Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sangat teratur, untaian demi untaian kalimat tersusun dengan rapi, sehingga mudah dipahami oleh orang yang mendengarkannya.” (HR. Abu Daud)

 

Kediaman Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam

 

Rumah dengan ketawadhu’an sebagai asasnya dan keimanan sebagai modalnya. Dinding rumahnya bersih dari gambar-gambar makhluk bernyawa yang banyak dipajang orang di rumah-rumah kebanyakan orang pada hari ini. Padahal Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah bersabda:
“Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang terdapat padanya anjing atau gambar.” (HR. Al-Bukhari)

 

Karib Kerabat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam

 

Nabiyyul ummah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat setia menjaga hubungan tali silaturrahim. Kesetiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Istri beliau tercinta, Khadijah radhiyallahu ‘anha melukiskan sifat beliau dengan ucapannya:
“Engkau adalah seorang yang suka menyambung tali silaturrahim dan selalu berkata jujur.”

 

Aktifitas Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam di Dalam Rumah

 

Diriwayatkan dari Al-Aswad bin Yazid ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: ‘Apakah yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di rumah?’ ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab: “Beliau biasa membantu keluarga, apabila mendengar seruan azan, beliau segera keluar (untuk menunaikan shalat).” (HR. Muslim)

 

Akhlak dan Budi Pekerti Shalallaahu alaihi wasalam

 

Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan sebaliknya, beliau suka memaafkan dan merelakan. (HR. Ahmad)

[Nurmaila Sari, angkatan ke-2, jenjang SMA, Pesantren Media]

 

nurmaila Rasulullah SAW sehari dikediaman rasulullah SAW

Penulis: 
author
Nurmaila Sari | Alumni, santriwati angkatan ke-2, jenjang SMA | Asal Pekanbaru, Riau | @nurmailasarii

Posting Terkait

Tinggalkan pesan