Edisi “Galau”

445 views

6/Agustus/2012

Sekarang ini, aku sedang berada di bis.Ceritanya mau pulang ke kampung halaman. Kalau dibilang senang sudah pasti, karena aku akan bertemu dengan nenekku. Aku udah nggak sabar pengen memeluknya. Kangeeeen sepenuh mateng!

Tapi sayang ada sesuatu yang membuatku sedih, sekaligus membuatku takut.Yaitu masalah perbedaan puasa.Karena aku berpuasa lebih dulu dibandingkan keluargaku.Dan karena itu aku jadi dipaksa untuk pindah sekolah.Aku sedih banget deh.Katanya mereka takut aku ikut aliran-aliran sesat.Naudzubillahi min dzalik.

Kenapa ya perbedaan malah menjadikan saling bermusuhan, kenapa harus saling menjelek-jelekkan? Kenapa kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas “berbeda”  bersikap lembut, tapi kenapa kepada saudara muslimnya malah seperti itu. Bukankah di dalam hadits kita diperintahkan untuk bersikap lembut kepada saudara muslimnya?

Bukankah perbedaan itu rahmat ya?

Salahkah aku memilih apa yang menurut penglihatan, pendengaran, perasaan dan logikaku benar?

Aku memilih tidak asal pilih aja. Aku bukan orang yang suka mengikuti orang lain tanpa tahu yang aku lakukan benar atau salah.

 

9/Agustus/2012

Sudah 3 hari ini aku sibuk membersihkan kamarku.Mulai dari mengeluarkan tempat tidur, mencuci semua pakaian, selimut, seprai, gorden, dan semua yang ada di kamarku.Soalnya kotor, bau kencing tikus, kotoran tikus ada di mana-mana, bau apek, berdebu dan lain-lain.Maklumlah soalnya kamarku selalu terkunci, jarang dibukanya.Ini kata nenekku.

Aku nggak betah tidur di kamar yang kotor dan bau seperti itu, makanya yang pertama kali aku bersihkan adalah kamar tidur.

Saking capeknya, aku jadi lupa menulis cerita.Soalnya sesudah sholat tarawih aku langsung tidur. Siang harinya beres-beres rumah dan terutama itu tuh (kamar  tidurku).

 

10/Agustus/2012

Udah siang gini aku belum mandi, biasanya di pondok jam 3 dini hari aku udah mandi. Ada sih perasaan sebalnya, tapi mau gimana lagi,,, kamar mandiku kan rusak. Jadi nggak bisa dipakai.

Sehinggaaaaa membuatku harus mandi di tempat umum. Dan aku nggak mungkin ke sana jam 3 dini hari. Khawatir kenapa-kenapa, aku kan perempuan. Masalahnya pemandian umumnya jauh dari pemukiman penduduk, ya dekat hutan gitulah.Pokoknya serem deh.

Tapi jangan salah, airnya subhanallah…. Jernih, bersih dan dingin banget.Karena itu air mata air.

Aku jadi ingat pesan Abi Umar, jangan mandi bareng walaupun sama-sama perempuan.Tapi gimana, aku nggak bisa di sini mandi sendri.Nggak ada tempatnya.

Sumur di rumah Nde (nenek) tempatnya terbuka.Masa aku mandi di situ. Bisa jadi tontonan gratis nanti…. Hiiiii…Kalau masih balita sih nggak apa-apa ya? “kali”… heheheh…

 

11/Agustus/2012

Aku baru ingat kalau aku harus setiap hari melihat berita di televisi.Tapi sayang ketika aku nyalain tv-nya nggak ada gambarnya. Ternyata rusak L

Di sisi lain aku jadi berfikir, “Alhamdulillah aku jadi punya alasan kenapa aku nggak nonton berita”. Heheheh…

Tapi benar kok, aku nggak bohong, aku benar-benar lupa sama tugas yang satu ini, karena saking fokusnya bersihkan rumah dulu.

Untungnya aku punya cara lain mengatasi masalah ini, Cuma satu yaitu pergi ke warnet.

 

12/Agusutus/2012

Aku udah merencanakan kalau hari ini aku mau pergi ke warnet nyari berita.Tapi udah selesai bersihin rumah.Ba’da zhuhur aja kali ya?

Memang membersihkan rumah “habis-habisan” sudah dijadikan kebiasaan untukku sendiri ketika menyambut hari raya idul fithri.Tapi alasan tahun ini sedikit ada yang berbeda.Karena aku membersihkan rumah alasannya bukan karena untuk menyambut hari raya iduk fithri aja.Melainkan memang suuuuaaaangaaat kotor dan bau.

Disebabkan rumahku ini aku tinggalkan setahun.Nggak ada yang bersihkan benar-benar.Paling nenekku Cuma menyapu, mengepel dan menempatinya aja.

Nenekku juga punya rumah sendiri.Kan nggak mungkin beliau membersihkan rumah dua sekaligus.Apalagi rumah nenekku lumayan luas.Ditambah nenekku udah terlalu tua banget untuk melakukan pekerjaan yang berat-berat, langsung nanti jatuh sakit. Aku kan nggak mau nenekku sakit.

Kalau adikku juga nggak mungkin, dia kan sekarang tinggal di yayasan serang. Kira-kira 2 jam perjalanan yang ditempuh ke Pandeglang. Pulangnya setiap liburan sekolah tapi nggak setahun sekali. Pokoknya tiap semester dan hari raya besar islam – idul Fithri dan idul Adha.

 

13/Agustus/2012

Penasaran membuatku jadi memberanikan diri untuk bertanya pada nenekku, kenapa televise bisa rusak. Bukan apa-apa, soalnya nenekku sekarang ini orangnya mudah banget tersinggung, pasti kalau aku bertanya “kenapa televisi bisa rusak”, nenek nyangkanya aku menyalahkannya.

Ya, aku ngerti… ketika kita sudah lanjut usia pasti sifat dan sikapnya kembali ke anak-anak lagi. Makanya kalau nenekku lagi marah, aku berusaha nggak ambil hati, tapi sedih sih merasa didiamin gitu.

Tapi untungnya ternyata nenekku nggak marah, ALHAMDULILLAH ya Allah.Aku udah deg-degan takut marah.

Nenek emang nggak ngasih tahu alasannya kenapa bisa rusak tapi nenek bilang rusaknya udah lama.

Akhirnya aku memutuskan untuk menjual sesuatu yang aku punya dan uangnya untuk benerin televisi. Lumayan kan buat jadi temannya nenekku, ketika aku udah pulang ke bogor.

Sore ini juga nenekku memanggil tukang benerin televise. Aku sempat berfikir, “nenekku hebat ya, bisa kenal sama tukang benerin tv, GAUL ABIZ! Heheh…

 

14/Agustus/2012

Kayaknya aku harus buat jadwal nih bersihin rumah. Besok yang pertama bersihin ruang tamu, kalau udah selesai bersihin kamar tidur farriz, dilanjutkan bersihin ruang tengah, udah gitu, baru dapur.

Untung gorden udah semua dicuci minggu lalu.Udah mandi… bersihkan perkakas dulu kali ya dari debu.Nggak enak banget dipandangnya.

 

15/Agustus/2012

Sesuatu yang aku takutkan terjadi juga, tadi siang banyak aku ditanya masalah kapan aku berpuasa.Ujung-ujungnya “sama atau nggak”, pengen rasanya aku menjawab tapi kenapa ya bibirku rasanya kelu.Aku menyesal banget ketika ditanya aku malah diam aja.Padahal aku bisa menjawabnya. SEBEEEEEL!!

Tapi ada rasa senangnya sih, saat tetanggaku bertanya yang sama tentang perbedaan puasa, aku bisa menjawabnya. Walaupun dengan bahasaku sendiri, tidak seperti yang kata Umi Lathifah dan Abi Umar.J

Udah dulu ya, aku capek seharian ini nggak istirahat. Besok lagi ya ceritanya.

 

16/Agustus/2012

Hari ini aku mau ke pasar, sebentar lagi kan lebaran, kayaknya sudah saatnya aku beli keperluan buat lebaran. Emang sih aku belum kefikiran beli apaan, gimana nanti aja deh waktu di pasar. Heheh…

Yang pasti hari ini aku mau beli bahan buat dimasak.Buat buka puasa gitu lho.

Oh iya, awal-awal berbuka puasa (sesudah mamah meninggal), terasa menyakitkan banget. Sebentar-sebentar menangis.Makan terasa aneh.

Sekarang karena sudah terbiasa, apapun makanannya “minumnya teh botol sosro”, bohong ding, maksudnya apapun makanannya ya dimakan.Mau gimana lagi.Malahan nggak makanpun aku kuat.Emang udah terbiasa sih.

 

17/Agustus/2012

Bingung, sebenarnya lebarannya kapan ya?Terus aku ikut yang mana?Ahad atau senin?Kalau berbeda gimana ya?Aku pengen ikut yang di sini, pengen sama-sama lebarannya.Sedih nggak lebaran bareng.

Tapi kan haram puasa di hari lebaran. Ya Allah… kenapa sih harus ada perbedaan.Buat aku bingung.Ya udah lah gimana nanti aja.

Yang pasti pagi ini juga aku harus pergi, nyari tempat buat di foto. Aku kan belum ngerjain tugas fotografi. [Ilham Raudhatul Jannah, Santri Pesantren Media, Kelas 2 SMA]

Catatan: tulisan ini sebagai tugas menulis diary di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

diary menulis

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait