Cerita 15 Tahun lalu

734 views

Malam ini langit kembali bewarna hitam. Sang surya sudah tidak nampak lagi. Udara yang tadinya panas berubah menjadi dingin. Ditambah dengan tiupan angin yang seakan-akan mengusap dedaunan. Dari jendela kamar, kuperhatikan rembulan yang tiba-tiba menghilang. Kemudian muncul, begitulah terusnya. Kusipitkan mata untuk lebih memperjelas penglihatanku. Ternyata rembulan itu ditutupi oleh awan. Kumpulan awan perlahan berjalan melewati sang rembulan. Sayangnya, malam ini tidak ada satu pun bintang yang muncul. Sang rembulan pun harus menerima kenyataan bahwa ia hanya sendiri. Sendiri di tengah sunyi dan dinginnya malam.

Kualihkan pandanganku ke arah kebun talas yang terletak di dekat  sebuah jalan setapak di seberang rumahku. Terdengar  suara jangkrik dan burung hantu yang datang dari pohon mangga di pinggir kebun itu. Kebun talas itu gelap karena memang tidak ada satupun  lampu di sana. Hanya cahaya rembulanlah yang meneranginya. Ternyata dibalik kegelapan itu, ada kunang-kunang yang berterbangan di sekitar kebun itu. Setelah kuhitung, ternyata ada lima ekor kunang-kunang. Cahaya yang keluar dari ekornya memberikan sedikit penerangan untuk kebun talas. Sedangkan jalan setapak ditutupi oleh daun jati yang jatuh oleh tiupan angin malam. Berbeda dengan kebun talas, di pinggir jalan setapak itu ada satu lampu yang menerangi jalanan. Karena itu, aku bisa melihat daun-daun jati berjatuhan dari rantingnya.

Malam semakin larut. Kututup jendela kamar dan kutarik gorden bermotif bunga mawar merah. Lalu kuberjalan menuju spring bed empuk yang juga bermotif sama dengan gorden. Setelah sampai di spring bed, aku baringkan tubuhku yang terasa lemas dan letih. Kemudian kulihat ke arah jam yang terletak di dinding tepat di depan tempat tidurku. Jarak antara jam dan tempat  tidur ± 2 meter. Jam itu berbentuk kotak, berwarna biru muda, dan berukuran sedang. Juga ada gambar kelinci di bagian tengahnya. Dan menunjukan pukul 21.00 WIB.

Tidak seperti biasanya, malam Rabu ini aku terlambat tidur. Terlambat setengah jam. Seharusnya aku tidur pukul  20.30 WIB. Alasannya, karena hari ini aku disibukkan oleh beberapa kegiatan. Pulang sekolah tadi aku mampir ke rumah Mbak Syifa untuk mengantarkan cup cake