Snow Black (Naskah Drama Ikhwan, Lanjutan)

1258 views

Snow Black (Oleh Anam, Kak Farid, Musa, dan Hawari)

 Sebuah mahakarya dari para ikhwan santri lanjutan Pesantren Media.

Saksikanlah; ‘SNOW BLACK’.

Dahulu kala, di sebuah negeri yang indah, di mana manusia, hewan, tumbuhan, dan kurcaci, hidup bersama dalam damai. Namun di negeri ini, beberapa sifat yang dibenci malah disukai. Seperti contohnya, ketampanan atau kecantikan.Penduduk negeri ini yang tampan atau cantik akan merasa dirinya jelek, begitu pula sebaliknya. Dengan wajah jelek, Anda akan mendapatkan jodoh dan pekerjaan dengan mudah.

Negeri ini dipimpin oleh sepasang suami istri yang tak kunjung dikaruniai buah hati. Suatu malam, Sang Ratu sedang memanggang kue, namun Sang Ratu lupa, ia meninggalkan kue di dalam oven terlalu lama. Saat oven dibuka, ternyata kue tersebut sudah gosong dan baunya menyengat. Ratu pun berdoa kepada Allah SWT; “Ya Allah, karuniailah aku seorang anak yang kulitnya sehitam kue gosong dan baunya menyengat karena gosong.”

Akhirnya doa ratu pun dikabulkan oleh Allah SWT. Beliau dikaruniai seorang anak lelaki yang sangat jelek, warna kulit dan bau tubuhnya seperti kue yang gosong. Ratu pun bersyukur telah dikaruniai anak sejelek itu. Ratu memberinya nama ‘SNOW BLACK’.

Snow Black tumbuh besar menjadi anak yang bahagia. Suatu ketika ayahnya sakit keras. Nyawa ayahnya tidak bisa diselamatkan. Sang Ratu pun menikahi seorang pria yang sangat jelek. Ratu jatuh hati pada pria itu karena kejelekannya. Tanpa diketahui ibunya, pria itu menguasai ilmu sihir dan sangat terobsesi untuk menjadi pria terjelek di negeri itu. Pria itu bernama Joko.

Joko memiliki sebuah cermin ajaib yang bisa mengetahui segala hal. Suatu saat, ia bertanya kepada cermin.

Joko: Cermin, cermin di dinding, siapakah pria terjelek di negeri ini?

Cermin: Engkaulah yang paling jelek di negeri ini wahai raja.

Sang raja yang baru merasa puas karena cermin tersebut tak pernah berbohong.

Seiring dengan waktu, Snow Black tumbuh menjadi pria yang sangat jelek, hingga melebihi kejelekan ayah tirinya. Suatu ketika, ayah tirinya kembali bertanya kepada cermin.

Joko: Cermin, cermin di dinding. Siapakah pria yang paling jelek?

Cermin: Raja, Engkau jelek. Tapi Snow Black lebih jelek dari Anda.

Raja Joko menjadi terkejut, mukanya merah oleh rasa cemburu. Sejak saat itu ia sangat membenci Snow Black. Kemudian, Raja Joko meminta seorang pemburu untuk membinasakan putri salju.

Joko: Bawalah Snow Black ke suatu hutan sehingga aku tidak akan pernah melihatnya lagi! Kamu harus membunuhnya dan membawa jantungnya sebagai bukti kepadaku.

Pemburu: Baik, tuan.

Sang pemburu kemudian membawa Snow Black ke dalam hutan, namun ketika pemburu tersebut menghunuskan pedangnya , Snow Black menangis.

Pemburu: Maaf, Tuan. Tapi saya harus membunuh Anda.

Snow Black: Wahai pemburu, janganlah engkau membunuhku.

Pemburu tersebut merasa kasihan, ia mengurungkan niatnya membunuh Snow Black. Ia membiarkan Snow Black tetap hidup, kemudian menggunakan jantung kelinci sebagai bukti untuk diberikan kepada Raja Joko.

Raja Joko merasa sangat puas, lalu ia segera kembali bertanya pada cerminnya.

Joko : Cermin, cermin di dinding, siapakah pria terjelek di negeri ini?

Cermin : Snow Black tetap yang paling jelek.

Joko : Apaaa…?!  (Joko melempar botol ke arah cermin dengan ekspresi marah, dan cermin pun merunduk)

Joko : Heeeiiiiiiii kesini kau pemburu bang*tuuuuut*

Tapi ternyata pemburu sudah melarikan diri.

Di lain sisi, Snow Black tengah ketakutan melarikan diri, (Snow Black berteriakteriak minta tolong sambil ketakutan) takut jika sang pemburu berbalik dan berubah pikiran. Kemudian Snow Black menemukan sebuah gubuk kecil. Dia pun segera masuk ke dalamnya.

Snow Black : Hmm bau aseeeemmmm!

Snow Black pun merapikan gubuk itu. Karena lelah, ia pun tertidur di sebuah ranjang kecil.

(kurcaci masuk)

Kurcaci : Siapa yang berani-beraninya merapikan tempat ini? (mengendus-endus) Bau asemnya hilang lagi. Gawean sopo iki?

(kurcaci kaget ketika melihat Snow Black sedang tidur)

Kurcaci : Ya Tuhan, siapakah pemuda yang sangat jelek ini? (menghadap penonton) Teman-teman, sejak dulu aku selalu ingin menjadi jelek dan hitam seperti pemuda ini, tapi sayang, lihatlah wajahku terlalu tampan dan putih, seputih kulit korea. Oh menjijikkan!

Snow Black : Makanya ke klinik Tong Fang. (Kurcaci terlompat kaget, dan Snow Black pun bangun dengan terkejut.) Siapa kamu?! Kenapa kamu begitu tampan? (tatapannya jijik)

Kurcaci : Seharusnya saya yang tanya siapa kamu, dan bagaimana bisa kamu bisa sejelek ini. Baru kali ini saya melihat orang sejelek kamu.

Snow Black : Namaku Snow Black, aku adalah pangeran. Ayah tiriku berniat membunuhku karena aku lebih jelek darinya. Kemudian aku kabur kesini dan berhasil lolos.

Kurcaci : Oh ngono… Ya mbok bilang dari tadi… Kan enak.

Snow Black : Bolehkah aku menginap disini selama beberapa hari?

Kurcaci : Tentu saja, pangeran.

Snow Black : Terima kasih. (merasa senang)

Snow Black pun tinggal bersama kurcaci. Setiap hari, kurcaci pergi untuk bekerja di tambang dan Snow Black membantu mengurus rumah.

Raja Joko mengetahui bahwa Snow Black masih hidup dan kini tinggal di sebuah gubuk bersama kurcaci. Dia pun menyusun sebuah rencana. Akhirnya, Raja Joko memutuskan untuk berpura-pura menjadi pedagang kerupuk dan memberi sihir pada kerupuk tersebut. Raja Joko datang saat kurcaci sedang pergi.

Raja Joko : Assalamualaikum Neng… (3x)

Snow Black : Wah, bukakin nggak ya? Kan kurcaci berpesan untuk tidak membukakan pintu pada tamu yang tak dikenal… Tapi kalau nggak dibukain kasihan. Yaudah deh… Waalaikum salam pak ada apa ya..?

Raja Joko : Mas, maukah Anda membeli krupukku ini?

Snow Black : (Wajahnya kepingin) Waah… maaf pak saya nggak punya uang.

Raja Joko : Nggak papa mas, bayar pakai apa aja saya mau kok.

Snow Black : Yaudah bentar pak, saya cari ke dalam dulu. (Snow Black mencari benda apa saja yang bisa ditukar dengan kerupuk. Dia menemukan Baygon) Adanya ini pak.

Raja Joko : Tidak masalah mas. Kalau begitu terimalah kerupuk ini.

Snow : Terima kasih pak. (memakan kerupuk itu dengan rakus)

(Joko tertawa kecil, lalu Snow Black tersedak dan ambruk. Joko langsung membuka jubahnya lalu tertawa terbahakbahak)

Joko : Huahahahaaaa! Akhirnya…. Tidak ada yang bisa menandingi kejelekanku lagi!! Sekarang aku menjadi orang yang terjelek di negeri ini!

Saat pulang, kurcaci terkejut mendapati Snow Black tergeletak tak berdaya di depan pintu.

Kurcaci : Mashaallahh… ono opo iki? Snow Black… Kowe kenopo to… (diseret ke tempat tidur lalu kurcaci menangis dengan keras)

Seorang ulama kebetulan lewat di depan gubuk itu dan mendengar tangisan kurcaci yang sangt keras.

Ulama : Assalamualaikum. Ada apa ini ributribut? (terdengar khawatir)

Kurcaci : Huuu… Waalaikumsalam syekh, iki, huuu…. Pangeran sing elek iki koyone wis mati… huuu…

Ulama : Kok bisa…coba saya periksa (memeriksa Snow Black pakai headset) Oh.. ini gangguan sihir. Harus diruqyah. (baca surat al falaq)

(Di tempat lain yang berdekatan Raja Joko kepanasan karena efek ruqyah itu)

Raja Joko : Panaaass… aduh panas…. (lalu tergeletak gemetar, tapi masih hidup. Ulama dan kurcaci mendengar teriakan itu dan seger menghampiri Raja Joko)

Ulama : Lho, kenapa malah dia yang kepanasan?

(Snow Black bangun dan mendengar percakapan)

Kurcaci : Ini raja Joko! Aku yakin dia yang telah menyihir pangeran Snow Black! Ruqyah juga aja dia biar bisa dihajar kalau sudah bangun (sambil marah, meninju telapak tangan)

Ulama : Jangan, kalau dia dibangunkan, dia nanti malah akan berbuat jahat lagi dengan sihirnya!

(Snow Black mendengar, lalu datang menghampiri Ulama dan kurcaci)

Snow : Ruqyah dia syekh, atau dia akan mati! (panik)

Ulama : Kalau dia dibangunkan, malah akan menimbulkan mudharat!

Snow : Walau bagaimanapun, dia ayahku, dan aku harus berbakti kepadanya! Tolong ruqyah dia syekh, supaya bisa bangun! (sambil nangis-nangis)

Mendengar apa yang dikatakan Snow Black, hati Raja Joko pun tersentuh. Dia tak menduga anak tiri yang begitu ia benci dan ia perlakukan dengan kasar, ternyata sangat menyayanginya. Raja Joko pun menyesali semua perbuatnnya. Dia sadar bahwa apa yang ia lakukan selama ini salah. Wajah bukanlah yang terpenting, melainkan hati dan amal seseorang lah yang akan dinilai oleh Allah SWT.

Sang Ulama mencoba meruqyahnya, tapi sudah terlambat.

Raja Joko : Snow Black…

Snow Black : Iya ayah….

Raja Joko : Maafkan ayah ya nak…. Selama ini telah berbuat kasar kepadamu hanya karena wajahmu lebih jelek dari wajah ayah. Sekarang ayah sadar nak, maukah kau memaafkanku?

Snow Black : Tentu ayah, Allah juga memerintahkan kita untuk saling memaafkan. Asyuura 43.  “Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.”

Raja Joko : Aku bertaubat nak. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah…

Snow Black : Ayaaaaaah…….

[Dihya Musa Amal Romis, Santri Angkatan ke-2, jenjang SMA, PesantrenMedia: @musamoso]

anam black drama farid hawari ikhwan musa snow

Penulis: 
author
Ahmad Khoirul Anam, santri angkatan ke-2, jenjang SMA di Pesantren Media | Blog pribadi: http://anamshare.wordpress.com | Twitter: @anam_tujuh

Posting Terkait