340 total views,  1 views today

19 Agustus 2012

aku baru saja pulang dari Shalat Ied di Masjid Ash-shadaqah di dekat rumahku, dan baru juga bersalaman dengan ortu dan keluarga, tiba-tiba gempa mengguncang tepat pukul 08.30 WIpaBar.

Cukup kuat tapi tak sampai membuat kami keluar rumah. Dan stasiun TV tak ada kabarkan mengenai hal itu.

Dan keadaan dengan seketika langsung normal. Karena memang gempa seperi ini sering terjadi. Paling hanya membuat kaget saja.

Perjalananan hari raya ini seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu hanya mengunjungi dua tempat ; kampung Ibu di Peukan Biluy dan kampung Ayah di desa Lambaro Sukon. Mengunjungi kedua kampung ini bisa menghabiskan waktu seharian penuh. Karena jaraknya memang dari ujung ke ujung. Dan perjalanannya juga membelah kota Banda Aceh.

Perjalanan yang kurang mengasyikan bagiku. Tau kenapa? Ya karena ga dapat uang THR yang banyak lagi seperti dulu pas masi kecil.

 

3 september 2012

Ini hari terakhir aku memuaskan diri untuk menyalurkan hobiku untuk memotret kota Banda Aceh. Ya aku harus memfotonya sebelum bangunan sejarah itu banyak di lupakan oleh orang. Tapi sayang seribu sayang. Aku hanya mendapatkan sedikit objek foto dari beberapa objek yang aku tentukan sebelumnya. Cuaca diluar sangat cerah bahkan sangkig cerahnya, membuat pori-pori kulitku menerima cahaya yang berlebih dan mengakibatkan pigmentasi yang berlebihan pada kulitku.

Factor inilah yang membuatku ogah-ogahan keluar dari rumah. Selai itu aku hanya sendiri dalm berekspedisi. Terasa kurang seru dan bernyawa. Memang sebagian nyawa harimau ku akan tumbuh jika ada kawan yang pas dan nyambung untuk menyalurkan aktifitas ku. Aku butuh teman. Tanpa teman aku bukan apa-apa dan hanya menjadi manusia biasa. Aku makhluk yang sangat sosial. Sangat memerlukan orang lain dalam perkembangan dalam hidupku. Jika bagus sahabatku, maka bagus pula aku.

Dan aku memang pernah memiliki tim yang solid dulu ketika aku SMA. Mereka tim yang selalu menemani dalam setiap penjelajahan karya kami. Aku selalu maju bersama kawan, menang dalam perlombaan pun selalu dengan tim. Nyaris tak pernah menang jika hanya sendiri saja.

Contoh, parody kelas ku terbaik karena aku yang menjadi sutradara dan salah satu ide scenario filmnya. Tanpa ada kawan-kawan yang berbakat di bidang IT untuk merekam audio dan kamera, tanpa ada kawan yang memiliki bakat acting yang luar biasa, serasa karyaku nihil. Tak bernyawa.

Hal ini pernah juga ku buktikan beberapa kali aku gagal dalam penampilan tunggalku, seperti membaca puisi, membaca pidato, dan dalam ajang lomba photography. Tak ada yang menang alias gagal total.

Makanya dalam fase hidupku kini seperti separuh mozaik nafas nyawaku hilang bersama mereka yang pastinya memiliki kesibukan msing-masing.

Dalam kesempatan kali ini diary izinkan aku mengungkapkan, bahwa aku sangat rindu akan hadirnya sebuah tim yang solid itu.

Aku merantau dari negeriku agar aku mendapatkan pengganti sahabatku. Tapi sampai sekarang belum juga kutemui sesolid tim ku dulu.

 

4 September 2012

Hari ini adalah hari terakhir aku berada di Banda Aceh sebelum aku berangkat kembali ke Bogor. Menemani adikku Rosy mencari peralatan ospek untuk masa orientasi kuliahnya pun menjadi kegiatan hari ini. hmmm sungguh melelahkan juga. Dengan teriknya mataharisungguh sangat menyedot elektrolit dalam tubuhku.

Barang-barang yang aneh dan tak masuk akal pun terdaftar di listnya Rosy yang diberikan oleh kakak kelasnya.

Mulai dari Lampeneurut, hingga pasar pagi Keutapang pun kami sisir. Satu demi satu daftar itu kami coret artinya telah diperoleh. Hingga akhirnya tinggal dua lagi barang yang belum diperoleh. Dodot Melodia yang setauku itu dodot yang tidak diproduksi lagi. Dan satu lagi yaitu kaus kaki panjang hingga lutut bewarna merah.

Kami pun memutuskan untuk kembali ke rumah dan mengerjakan dan mengolah barang-barang yang telah didapat.

Satu persatu barang pun rampung seperti membuat topi kerucut, papan nama jelek, kacamata dari kawat, kalung permen, tas karung segitiga biru, dan rumbai-rumbai dari tali raffia untuk di pinggang. Pekerjaan ku selesai, dan aku pun pamit untuk pulang dan mengisi perutku yang keroncongan.

5 September 2012

Hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan hati. Karena hari ini aku kembali ke Jawa. Asik tak lama lagi aku akan bertemu dengan kawan-kawan ku yang di Bogor. Dan melanjutkan kembali studi yang sangat aku senangi. [Dini Purnama Indah Wulan, santriwati Pesantren Media, jenjang 1 SMA]

Catatan: tulisan ini sebagai tugas menulis diary di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

By Administrator

Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Kp Tajur RT 05/04, Desa Pamegarsari, Kec. Parung, Kab. Bogor 16330 | Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA | IG @PesantrenMedia | Channel Youtube https://youtube.com/user/pesantrenmedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *