371 total views,  1 views today

Judul: Melampaui Batas
Lokasi Pemotretan: Perempatan Jl. Manunggal – Jl. Merdeka, Bogor
Tanggal Pengambilan: 8 Maret 2014

Pukul: 06:36 WIB

C360_2014-03-08-06-36-48-680.psd

Seakapur Sirih

Sebuah batas ada untuk membatasi sesuatu. Entah batas wilayah, batas kesabaran, batas berhenti, macam-macam. Batas juga kadang terkait dengan aturan umum. Seperti nampak dalam foto di atas.

Di tiap lampu pengatur lalu lintas jalanan biasanya ada batas bagi kendaraan untuk berhenti. Ditandai dengan garis putih di belakang lampu lalu lintas. Di dalam foto di atas, garis putih itu nampak ‘dilindas’ sebuah angkot hijau. Di sanalah harusnya semua kendaraan berhenti. Dengan bagian paling depan kendaraan yang tak boleh melampaui batas itu.

Namun kita lihat foto di atas. Beberapa kendaraan nampak tak peduli dengan garis batas itu. Bahkan ada yang melampaui posisi lampu lalu lintas yang terpancang. Yang untuk kemudian, jika ada kesempatan, kendaraan itu akan melaju meskipun lampu lalu lintas masih menyala merah. Padahal, perbuatan itu adalah pelanggaran yang membahayakan diri dan para pengguna jalan lain.

Memang, manusia anti batas biasanya adalah manusia yang selalu ingin hidup bebas. Tak peduli dengan aturan-aturan. Baik peraturan-peraturan kecil yang dibuat untuk kenyamanan dan keamanan bersama, atau mungkin hukum-hukum Allah yang telah menciptakan mereka, alam raya, beserta seluruh isinya ini.

[Farid Ab, santri jenjang SMA, Pesantren Media | fardmedia.blogspot.com]

By Farid Ab

Farid Abdurrahman, santri angkatan ke-1 jenjang SMA (2011) | Blog pribadi: http://faridmedia.blogspot.com | Alumni Pesantren MEDIA, asal Sumenep, Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *