257 total views,  1 views today

  1. MUQADDIMAH

Dalam kehidupan ini tentu saja kita pernah mengalami cobaan ,kesulitan kadang kita tidak bisa menyelesaikan sendiri. Pastinya kita akan memerlukan bantuan orang lain karena Allahlah yang menciptakan kita, memberikan kita penghidupan, memberikan rizeki dan lain-lain.

Maka ketika kita ada kesulitan meminta pertolonganlah kepada Allah. Salah satu caranya adalah dengan shalat khusyu’ karena dengan demikin Allah akan meberikan pertolongan kepada hambanya.

 

  1. ISI

Dan memohonlah pertolangan kepada Allah dengan sabar dan shalat.  Sungguh melaksanakannya cukup berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.

Yaitu mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui tuhannya, dan bahwa mereka kembali kepada-Nya(al-baqarah 45-46).

واستعينوا اطلبوا المعونة على أموركم بالصبر الحبس للنفس على ما تكره والصلاة أفردها بالذكر تعظيما لشأنها وفي الحديث « كان صلى الله عليه وسلم إذا حَزَبَهُ أمر بادر إلى الصلاة » وقيل. الخطاب لليهود لمّا عاقهم عن الإيمان الشَّرَهُ وحب الرياسةأمروا بالصبر وهو الصوم لأنه يكسر الشهوة، والصلاة لأنها تورث الخشوع وتنفي الكبر وَإِنَّهَا أي الصلاة لَكَبِيرَةٌ ثقيلة إِلاَّ عَلَى الخاشعين الساكنين إلى الطاعة.

  1. (Mintalah pertolongan) dalam menghadapi urusan atau kesulitan-kesulitanmu (dengan jalan bersabar) menahan diri dari hal-hal yang tidak baik (dengan salat). Khusus disebutkan di sini untuk menyatakan bagaimana pentingnya salat itu. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jika Nabi saw. hatinya risau disebabkan sesuatu masalah, maka beliau segera melakukan salat. Ada pula yang mengatakan bahwa perkataan ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang terhalang beriman disebabkan ketamakan dan ingin kedudukan. Maka mereka disuruh bersabar yang maksudnya ialah berpuasa, karena berpuasa dapat melenyapkan itu. Salat, karena dapat menimbulkan kekhusyukan dan membasmi ketakaburan. (Dan sesungguhnya ia) maksudnya salat (amat berat) akan terasa berat (kecuali bagi orang-orang yang khusyuk) yang cenderung kepada berbuat taat.

الذين يَظُنُّونَ يوقنون أَنَّهُمْ ماقوا رَبّهِمْ بالبعث وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ راجعون في الآخرة فيجازيهم.

  1. (Orang-orang yang yakin) (bahwa mereka akan menemui Tuhan mereka) ketika berbangkit (dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya), yaitu di akhirat dan bahwa Dia akan membalas segala perbuatan mereka.

Seperti ketika kita tertimpa musibah/cobaan hidup yang berat contonya terhimpit masalah keuangan, terkena banjir,longsor, dan lain-lain.

Sebenarnya tidak ada musibah yang berat terkecuali kita meminta pertolongannya kepada selain Allah. Nah, dengan cara kita shalat khusyu’ kita bisa bisa langsung berkomunikasi dengan Allah tanpa suatu penghalang. Meminta pertolongan kepada Allah.  Mengungkapkan semua keluh dan kesah kita.

Dan kita sebagai hambanya harus yakin bahwa Allah akan benar-benar menolong kita dari kesulitan/cobaan hidup yang menimpa kita. Jika kita tidak yakin akan

pertolongannya dan ragu terhadap Allah, berarti kita  tidak mempercayai-Nya. Bahwa Allahlah yang miliki seluruh Alam jagat raya ini dan menguasai seluruh isinya dan Allahlah yang mengatur semua yang akan manusia lakukan.

contoh lain adalah ketika Allah mengabil orang tua kita dari sisi kita sehingga kita tidak punya seseorang yang di gantungkan oleh kita dengan demikian Allah mengiginkan kita agar lebih dekat dengan-Nya, meminta pertolongan kepadanya tidak bergantung kepada apapun  selain kepada Allah.

karena Allahlah yang menghidupkan dan mematikan hambanya dengan cara kita shalatnya lebih khusyu’ lagi.

Adalagi seperti dimurahkan rezekinya ketika seseorang sedang susah medapatkan pekerjaan , dipermudah dalam urusan yang melilitnya , medapatkan pertolongan Allah di setiap kesulitannya dari hal yang kecil sampai yang besar.

Sesuatu hal yang kita lakukan dengan khuyu’ selain shalat, pasti Allah akan memberikan hasilnya optimal. Selain itu juga Allah akan memberikan apa yang hambanya inginkan karena hamba tersebut meminta pertolongan kepada-Nya.

Manusia bukanlah manusia yang sempurna bukan makhluk yang tidak memerlukan pertolongan orang lain dan bukan manusia yang tidak memerlukan tuhannya. Karena setiap manusia yang diciptakan akan bergantung kepada Allah sekalipun dia tidak mempercayai adanya Tuhan.

Dan Allah menciptakan hambanya dan diberi kehidupan di dunia hanya semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. Dengan taat, baik, benar dan khusyu’. Maka dari itu kita sebagai hambanya harus benar-benar khusyu dalam menjalankan ibadah kepada-Nya.

Ketika kita melaksanaka shalat dengan khusyu dan setiap ada kesulitan/cobaan yang menimpa kita, kita meminta kepada pertolonganya kepada Allah.

selain akan di kabulkan walau bentuknya kadang dalam bentuk lain. dengan kita shalat khusyu hati akan mendapatkan rasa tenang, nyaman  dan tidak resah.

Karena dalam shalat khusyu tadi  selain kita berusaha untuk memecahkan kesulitan tersebut, kita pun sudah meminta pertolangan kepada Allah untuk di permudahkan dalam mengatasi masalah tersebut.

Jika kita ingin mendapatkan kekhusyuan dalam shalat selain niatnya hanya karena Allah kita juga harus memperhatikan bagaimana gerakan shalat kita dan wudhu kita. Kalau gerakan shalat kita dan wudhu kita tidak baik, bagaimana Allah akan penolong kita atas doa yang di tujukan pada Allah sedangkan kita sebagai manusianya tidak menyempurnakan rukun shalat.

Allah akan melihata bagaimana proses seorang hamba untuk meminta pertolongan kepadanya. Proses yang kita lakukan.

Tidak ada jalan yang kita bisa kita jangkau untuk mendapatkan pertolongan Allah kecuali dengan melaksanakan shalat dengan khusyu. Melaksanakan shalat dengan khusyu’ memang sangat berat banyak hal yang mengganggu untuk medapatkan kekhusyuan hanya orang taat lah bisa melakukannya.

Tetapi sebisa mungkin kita harus bisa melaksanakannya karena dengan kita shalat khusyu kita akan di jauhi dari ketakaburan kita kepada Allah karena tidak ada yang lebih hebat selain Allah.

Orang-orang yang shalatnya khusyu nanti saat di akhirat kita akan mendapatkan pertolongan dari siksaan yang pedih  oleh Allah.

Dengan kita shalat khusyu kita akan di tolong oleh Allah dengan cara kita bersabar dalam menghadapi kesulitan yang kita hadapi .

 

PENUTUP

kita sebagai manusia yang di ciptakan dari-Nya, diberi kehidupan, diberi rizki dan lain-lain. Kita sebagai hambanya ketika mendapat kesusahan janganlah kita bergantung hanya kepada sesama manusia meminta pertolonganlah kepada Allah dengan cara shalat dengan khusyu’.

Karena shalat khusyu’lah jalan kita untuk meminta pertolongan Allah. Ketika kita benar-benar melakukannya dengan benar-benar khusyu’ selain kita di permudah oleh Allah kita pun akan mendapatkan rasa yang begitu tenang,nyaman,dan jauh dari keresahan di dalam hati kita.

By Chairunisa Bayu Parameswari

Chairunisa Bayu Parameswari | Santriwati Pesantren MEDIA, angkatan ke-2, kelas 3 SMA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *