290 total views,  3 views today

Foto-0010Hari ini adalah hari rabu. Semua santri PesantrenMedia jalan-jalan ke Ciliwung, Bendungan Katulampah, dan Puncak. Yang lagi sakit tidak boleh ikut jalan-jalan. Kasihan ya, yang tidak diperboleh ikut jalan-jalan.

Kami sarapan pagi jam 06.30 pagi. Setelah selesai sarapan pagi kami bersiap-siap berangkat jalan-jalan. Kami berangkat memakai mobil avanza, dan mobil panther. Yang membawa mobil avanza Ustadz Umar, dan yang panther adalah ka Musa.

Sebelum berangkat, ada perpindahan tempat duduk. Fathimah, dan Cylpa yang semulanya di panter, pindah ke mobil avanza, dan teh Via yang semulanya di mobil avanza, pindah ke mobil panther. Setelah perpindahan tempat duduk kami pun berangkat menuju Ciliwung.

Tidaklama kemudian kami sampai di Ciliwung. Di Ciliwung kami berpencar bersama kelopoknya masing-masing. Aku kelompoknya bersama santri smp akhwat, yang mempin kelompok smp adalah Cylpa. Grup sma akhwat dibagi menjadi 2 kelompok. Dan kelompok terakhir adalah sma ikhwan.

Aku memotret-motret di sekitar sungai Ciliwung. Waktu sungai Ciliwungnya dangkal Taqi, Abdullah, Aku, Cylpa, dan Ulfia turun kebawah. Karena diperbolehkan Ustadz Umar. Tidak lama kemudian kelompok smp ke lapangan sempur. Ternyata, akhwat sma, dan ikhwan sma ngumpul disitu. Ternyata akhwat sma, dan ikhwan sma, dipotret Ustadz Umar di depan panjat tebing.

Sesudah selesai dipotret. Kami pun balik kemobil dan menuju Bendungan Katulampah. Sesampai disana kami berpencar sesuai dengan kelompoknya. Kami diberi waktu untuk berpencar 20 menit. Sesudah selesai potret-potret kami berkumpul di dekat parkiran mobil disebelah rumah, orang yang bertugas mengontrol ketinggian air. Nama bapak itu adalah Andi Sudirman. Sesudah kami di potret Ustadz Umar. Kami pun masuk kedalam mobil. Dan langsung menuju Mesjid At-Ta’awun.

Pada saat kami sampai di Masjid At-Ta’awun. Ketika kami keluar dari mobil awan sudah mendung menunjukan sebentar lagi hujan untung saja baru gerimis. Tapi, tetap saja bajuku basah karena aku tidak membawa payung.

Kami langsung menuju Masjid At-Ta’awun. Sebelum sampai kami menitipkan sendal, atau sepatu, dan melepas kaos kaki karena disitu ada aliran air yang mengelilingi mesjid At-Ta’auwn. Airnya sangat dingin… Kami semua bergegas ketempat wudhu karena sudah ketinggalan satu raka’at sholat zuhur.

Ketika kami sampai di tempat wudhu. Aku langsung cuci muka karena mengantuk. Berr… airnya dingin banget, jadi seger lagi deh.

Masjidnya bagus, disekitanya banyak pemandangan-pemandangan yang Indah. Sesudah selesai sholat zuhur, kami makan siang bersama.

Setelah selesai makan siang kami berkumpul, karena Ustadz Umar ada yang mau dijelaskan. Setelah selesai Ustadz Umar menjelaskan. Ustadz Umar menanyakan siapa saja yang ingin makan jagung bakar. Ada yang sebagian beli jangung bakar, dan ada juga yang tidak membeli jangung bakar. Yang tidak beli jagung bakar boleh potret-potret di sekitar masjid At-Ta’awun.

Semua anak smp akhwat turun kebawah menyusul Ustadz Umar untuk beli jagung bakar. Sesampai di tempat penjualan jagung bakar. Kamipun langsung di tanya sam Ustadz Umar. “siapa saja yang ingin beli jagung bakar?”. Aku, Fathimah, Cylpa, dan Wigati memesan 4 jagung bakar. Putri dan Ulfia tidak memesan jagung bakar.

Aku bertanya kepada Putri.

“Putri mau jagung bakar nggak?” kataku.

“Nggak” kata Putri.

“bener nggak mau. Takutnya aku nggak abis makan jagung bakar. mau nggak setengah ya?” kataku.

“yaudah. Tapi, kamu yang bayar” kata Putri.

“Iya, aku yang bayar” kataku.

 

Kami makan jagung bakar dengan melihat suasana kabut yang menutupi puncak. Semakin lama, semakin dingin. Waktu teh Via ngomong, keluar hembusan seperti asap. Teh Via selalu mengulangi hembusan itu beberapa kali. Karena teh Via suka melihat hembusan seperti asap itu, keluar dari mulutnya.

Setelah kami selesai makan jagung bakar. Kami siap-siap untuk balik ke Pesantren. Kami memasuki mobil, waktu  kami keluar dari parkiran mobil. Ustadz Umar memberitahukan kita ke Puncak pas dulu baru balik ke Pesantren. Sesampai disana kami hanya melihat puncak pas sebentar. Dan langsung menuju Pesantren.

Kami sampai di Pesantren pada waktu sore hari. [Siti Saudah, santriwati angkatan pertama, jenjang SMP, Pesantren Media]

Catatan: tulisan ini sebagai tugas menulis feature di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

By Administrator

Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Kp Tajur RT 05/04, Desa Pamegarsari, Kec. Parung, Kab. Bogor 16330 | Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA | IG @PesantrenMedia | Channel Youtube https://youtube.com/user/pesantrenmedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *