Loading

Pentingnya Mempelajari Adab Keseharian

  1. Hukum beradab adalah wajib. Maka mempelajari ilmunya juga wajib
  • Jika kita tidak mengetahui bagaimana kita harus bersikap, maka aka nada dosa karena tidak tahu adab-adabnya.
  1. Akan mengenali Sunnah-Sunnah Rasulullah SAW
  • Dengan mempelajari Adab Keseharian, kita akab lebih mengenali sunnah Rasul SAW.
  1. Kemuliaan, kehormatan, atau dipandangnya seorang muslim itu akan terlihat dari adabnya
  • Semakin indah akhlaknya semakin mulia kedudukannya (Semakin dihormati).
  1. Akan mengetahui hokum-hukum Syara’
  • Dengan mempelajari Adab Keeharian, kita akan mengenal hukum-hukum yang ada dalam agama Islam
  1. Mendapatkan iman yang sempurna
  • Dengan mengamalkan adab, iman yang sempurna akan tercapai.

“Paling sempurna orang beriman imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”

  1. Dicintai dan paling deka dengan Rasulullah SAW pada hari Kiamat
  2. Cara paling baik dan cepat untuk masuk ke dalam surge
  • Sebab terbesar seseoang masuk surge adalah karena akhlaknya.
  1. Cara sukses dalam pergaulan
  • Dengan memiliki adab yang baik, akan sukses dalam begaul.
  • Orang lebih menyukai orang yang berakhlak baik.

Sumber : Pelajaran Adab Keseharian Pesantren Media

[Fathimah NJL, Kelas 1 SMA, Santriwati angkatan ke-5 Jenjang SMA, Pesantren Media]

By Fathimah NJL

Santriwati Pesantren Media, angkatan ke-5 jenjang SMA. Sudah terdampar di dunia santri selama hampir 6 tahun. Moto : "Bahagia itu Kita yang Rasa" | Twitter: @FathimahNJL | Facebook: Fathimah Njl | Instagram: fathimahnjl

2 thoughts on “Mempelajari Adab”
  1. Mengapa ada orang yg sudah belajar adab tapi tidak beradab? Kira2 apa penyebabnya? Apakah krn dia memahami hanya sbg teori saja? Ini masalah serius karena cukup banyak yg seperti itu.

    1. Mungkin karena sebelum dia belajar, dia tidak meniatkan belajarnya itu untuk Allah atau bukan untuk memperbaiki adabnya. Biasanya, sebelum belajar, kita harus memotivasi diri sendiri dulu supaya melakukan amal-amal tersebut hanya karena Allah. Bukan yang lain. Karena Allah itu bersifat abadi, sedangkan yang lain hanya sementara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *