187 total views,  1 views today

Senin, 6 Agustus 2012

Jam menunjukkan pukul  9 pagi. Saat aku sedang asik main game ternyata Mamah dan kedua adikku, yaitu Ilham dan Khansa sudah datang untuk menjemputku pulang.

“Asalamualaikum” sapa Mamahku.

“Waalaikum salam” jawabku dan Teh Ika.

Kemudian Mamahku istirahat sebentar dan memeriksa barang-barang yang mau dibawa. Ternyata baju yang mau aku bawa terlalu banyak. Mamahku bilang tidak usah bawa baju lagi soalnya di rumah masih banyak bajunya. Ya sudah akhirnya baju-bajuku dimasukkan lagi ke dalam kotak baju lagi.

Setelah itu Mamahku membayar uang bulananku ke Ustadz Umar, Direktur Pesantren Media, sambil mengobrol. Setelah lumayan lama mengobrol aku dan Mamahku pamitan pulang. Tetapi kata Ustadz Umar dianterin aja sampai pertigaan bareng dengan Teh Icha dan bapaknya Teh Icha. Setelah itu aku langsung memasukkan barang-barang bawaanku ke bagian belakang mobil Ustadz Umar. Setelah itu aku langsung duduk di bagian tengah mobil.

Saat aku meraba-raba kantong bajuku ternyata handphone-ku tidak ada aku segera keluar dari mobil untuk mencari handphone-ku di kamarku. Saat sedang mencari ternyata aku baru ingat kalo handphoneku ada di tas (hehehe malu deh…). Itulah kecerobohanku…

Aku segera kembali ke mobil dan bilang ke Mamahku ternyata handhpone-ku ada di tas. Setelah itu aku menutup pintu mobil dan melambaikan tanganku ke Teh Ika, Teh Syifa dan Fathimah yang ada di pesantren dan mobil pun jalan.

Saat di perjalanan Mamahku, Ustadz Umar dan bapaknya Teh Icha mengobrol. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan setelah sampai di pertigaan kami diturunkan dan Mamahku mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Umar dan segera naik ke angkot 03. Saat di perjalanan menuju stasiun aku menceritakan ke Mamahku tentang pengalamanku selama di pesantren. Saat di angkot penumpangnya makin lama makin banyak hingga di angkot itu terasa sangat panas.

Setelah lumayan lama perjalanan menuju stasiun menggunakan angkot kami pun sampai di Stasiun Bogor. Kami harus berjalan lagi menuju loket pembelian tiket kereta api menuju Stasiun Tanah Abang. Setelah membeli tiket Mamahku bertanya ke Pak Satpam untuk menanyakan kereta jurusan Tanah Abang ada di jalur berapa. Pak Satpam itu memberitahu Mamahku kalo kereta jurusan Tanah Abang ada di jalur 3. Kami pun langsung menuju ke kereta di  jalur 3. Setelah naik ke kereta kami langsung mencari tempat duduk dan ternyata hampir di semua gerbong tidak ada tempat duduk yang kosong. Setelah mencari-cari tempat duduk untungnya ada bapak-bapak yang baik untuk mempersilahkan kami duduk. Tidak lama kemudian keretanya jalan. Saat di perjalanan aku merasa ngantuk sekali dan akhirnya aku tertidur di kereta. Saat aku tidur aku terbangun karena mendengar tangisan adik bayiku yang sangat berisik. Ternyata adikku meminta gendong kepadaku. Aku langsung menggendong adikku dan melihatkan dia ke jendela kereta api untuk melihat-lihat pemandangan.

Setelah sekitar 1 jam lebih berlalu akhirnya kami sampai di Stasiun Tanah Abang. Lalu kami langsung keluar dari stasiun berjalan menuju rumahku yang letaknya lumayan jauh dari Stasiun. Saat sedang bejalan di fly over yang sedang macet aku melihat ada bapak-bapak di belakangku dan aku merasa kok tasku seperti di tarik oleh bapak-bapak itu dan aku bilang ke Mamah ku untuk berhenti sebentar di pinggir jalan untuk melihat tasku dan ternyata resleting tasku bagian depan dua-dua nya terbuka padahal sebelumnya tertutup. Kemudian aku segera menyeleting kembali tasku dan meletakkan tasku ke bagian depan tubuhku.

Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju ke rumah. Aku menyebrang  jalan dan menuruni tangga di pinggir jalan fly over lalu istirahat sebentar untuk menelepon Papahku karena kami sudah tidak kuat jalan lagi. Tidak lama kemudian Papahku datang lalu mengantarkan aku dan adik laki-lakiku dan gantian oleh Mamah. Saat sampai dilingkungan dekat rumahku tetanggaku tersenyum melihat aku datang. Lalu aku salim ke tetanggaku. Setelah salim aku masuk kerumah untuk ganti baju dan istirahat. [Cylpa Nur Fitriani, Santriwati Pesantren Media, Kelas 1 SMP]

Catatan: tulisan ini adalah tugas menulis diary di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media.

By Administrator

Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Kp Tajur RT 05/04, Desa Pamegarsari, Kec. Parung, Kab. Bogor 16330 | Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA | IG @PesantrenMedia | Channel Youtube https://youtube.com/user/pesantrenmedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *