Hari Dimana Penuh Keringat

812 views

Pada hari Rabu, 5 Maret, 2014. Saya dan rombongan santri Pesantren Media mengunjungi ISLAMIC BOOK FAIR di Setora, Senayan, Jakarta. Sehari sebelum hari Rabu yaitu malam Rabu santi ikhwan berkumpul di Rumah Media bersama Ust Sanusi beliau adalah penjaga Asrama, kami di bagi kelompok menjadi dua yaitu kelompok 1. Kaka Musa, Ka Rizki, Ihsan, dan Difa sedangkan kelompok 2. Kaka Anam, Qois, Fadlan, dan Abdullah. Kami di jelaskan agar tidak pisah dengan ketua kelompoknya. Setelah selelai berkumpul kami pun tidur dengan tenang.

Pukul menunjukkan 04 : 00 itu artinya bangun pagi untuk mandi dan Sholat Tahajjud, saya bangun dari tempat tidur langsung menghambil handuk lalu bergegas ke kamar mandi. Setelah mandi saya sholat Tahajjud, sehabis sholat tahjjud para santri ikhwan langsung bergegas ke Masjid untuk melaksanakan sholat Subuh berjamaah. Setelah sholat sibih berjamaah kami pun langsung saja ke Rumah Media untuk bersih-bersih kamar sebelum berangkat ke IBF.

Pukul menunjukkan 06.00 itu tandanya kita bersiap  ke Pesantren untuk sarapan pagi, sesudah kami sarapan, kami menunggu Ust Oleh untuk adanya pengarahan dan karena Ust Olehnya terlambat dating ke Pesantren akhirnya pengarahan untuk ke IBF digantikan oleh Ust Sanusi setelah pengarahan akhirnya Ust Oleh dating dan langsung saja berangkat ke pinggir jalan mencari angkot untuk mengantar kita ke Terminal bus APTB. Setelah sampai di tempai tujuan yaitu terminal bus akhirnya kita turun dari angkot, dan menunggu angkot Akhwat, setelah angkot Akhwat dating danturun dari angkot rombongan santri Pesantren Media pun langsung naik ke bus APTB jurusan Blok M.

Di dalam bus saya dan rombongan santri Pesantren duduk tenang di kursi bus yang sangat empuk. Di dalam bus santri Ikhwan sibuk masing-masing ada yang tidur, dan ada yang foto-foto. Kami berangkat dari terminal ke Blok M jam 07 : 30 S/d 10 : 00. Setelah sampai  di Halte Senayan kami pun langsung menyeberangi jalan dengan jembatan layang dan berjalan menuju Senayan.

Sebelum kami berpencar di senayan, kami berkumpul di sebelah Mushollah Ikhwan, setelah di beri pengarahan oleh Ust Oleh kami pun berpencan ke Senayan. Disana saya dan kelompok saya mondar-mandir di sekitar Senayan dan cuman melihat buku-buku saja dan belum ada yang ke beli. Dan selalu bulak-balik ke panggung utama, di panggung utama ada sebuah keluarga Qur’ani dan saya dan kelompok saya mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dan saya mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an denga senang hati dan hati saya lebih tenang. Di ISLAMCBOOK FAIR saya hanya melihat-melihat buku saja karena tidak ada yang cocok dengan saya.

Adzan zuhur  berkumandan itu artinya sholat zuhur akan segera di laksanakan. Setelah sholat zuhur berjamaah kami pun makan siang. Setelah makan siang saya manfaatkan waktu luang di senayan dengan mengerjakan tugas Public Speaking dari Ustz Wita dahlia. Saya mengerjakan tugas di sana sangat malu karena saya dilihati oleh banyak orang.

Setelah saya tugas saya selesai. Saya ke Pameran Pedang Nabi bersam Ust Sanusi dan Taqi dan kami membeli tiket dengan harga Rp.10.000. Ga papalah cuman Sepuluh ribu doank yang penting ilmunya dapat. Di dalam Pamersan saya bertemu dengan Difa, Ka Rizki dan yang lain. Di sana kami melihat pedang dan membaca sejarahnya . dan tidak ketinggalan kami berfoto-foto, Sekilas foto kami.

 Untitled-1.psd

Ini adalah foto kami waktu di Pameran Pedang Nabi.

Pukul menunjukkan 14 : 00 itu arinya kami berkumpul untuk di beri pengarahan pulang ke Pesantren. Setelah pengarahan kami pun langsung menuju Halte Busway dan kami memilih bus yang jurusan Bogor yaitu bus APTB tetapi setalah Ust Oleh nanya ke penjaga Tiketnnya

“ Mbak beli tiket jurusan Bogor? ” ujar Ust Oleh.

“ Maaf pak untuk jurusan Bogor jadwal keberangkatannya jam 16 : 00 ” ujar penjaga tiket denan lembut.

Lalu Ust Oleh memutuskan untuk berangkat ke Stasiun Jakarta kota menggunakan Busway, dan langsung ke Stasiun Kota. Karena Buswaynya penuh terus jadi ita naik mencar jadinya berkumpul di stasiun kota. Gara-gara kelamaan menunggu Busway Akhirnya saya kebelet kencing dan akhirnya Ust Sanusi mengajak saya dan Difa untuk ke Toilet dan dikarenakan di Halte Busway tidak ada toilet akhirnya kami bertiga kembali ke senayan untuk buang air kecil kebetulan Adzan Ashar dan akhirnya sekalian sholat Ashar berjamaah.

Sesudah sholat Ashar kami bertemu dengan anak Insantama murid Ust Sanusi. Ust Sanusi diajak naik bus Insantama untuk pulang ke Bogor bersama. Sebelum naik bus Insantama Ust sanusi menelepon Kaka anam.

“ ka Anam sudah naik Busway belum? “ ujar Ust Sanusi dengan penuh tanggung jawab.

“ sudah “ ujar ka Anam dengan tegas.

Setelah Ust sanusi menelepon ka Anam kami bertiga langsung menuju bus Insantama dan langsung berangkat ke Bogor. Di perjalanan ke Bogor kami terjebak macet di sepanjang jalan menuju tol. Dan akhirnya saya tertidur pulas dan bangun-bangun saya sudah berada di Bogor di terminal barenang siang.

Adzan berkumandang waktunya sholat magrib berjamaah di masjid dekat sekolah Insantama, setelah sholat kami bertiga langsung makan malam bubur kabita, kami di sana dibayarkan oleh Ust Sanusi. Setelah makan malam akhirnya kami pun pulang dengan selamat.

[M. Qois Abdul Qowiy, santri jenjang SMP, Pesantren Media]

IBF 2014 pameran perjalanan

Penulis: 
author
Farid Abdurrahman, santri angkatan ke-1 jenjang SMA (2011) | Blog pribadi: http://faridmedia.blogspot.com | Alumni Pesantren MEDIA, asal Sumenep, Jawa Timur

Posting Terkait