618 total views,  4 views today

Besok akan menjadi salah satu hari besar, dimana sebuah event besar akan berlangsung di Jakarta, “Ini bukan aksi sara atau pun politik pilkada melainkan mengakkan hukum yang semakin pudar oleh waktu” begitulah bunyi salah satu poster terkait aksi ini, dan kemarin hari Rabu 02 November 2016, santri Pesantren Media membuka kembali diskusi aktual dengan tema ‘Aksi Bela Islam 4 November’.
Diawali dengan beberapa tayangan video terkait aksi 4 November nanti, termasuk video tolak Ahok yang berlangsung 14 Oktober 2016 kemarin dan sedikit prolog dari Ustad Olih Solihin. Fadlan (3 SMP) dan Rafi (1 SMP) yang bertindak sebagai moderator pun membuka sesi pertanyaan.

Pertanyaan :
1.) Kak Adam “Apakah seorang muslim harus marah jika ada yang menghina agamanya?”
-Bintang : “Jangankan diejek, dihina saja orang pasti akan langsung marah, apalagi jika agamanya yg dihina pasti dia lebih marah.”
-Abdullah : “Seorang muslim pasti marah dan harus marah jika agamanya dihina, apalagi jika sampai menghina Al-Qur’an. Ada dalil yg berbunyi, ‘Barang siapa (dari umatku) yang ketika bangun tidak memikirkan nasib umatku, maka dia bukan umatku (umat Nabi Muhammad SAW)’ HR.Ahmad dan jika kita tidak marah maka harus dipertanyakan agamanya.
-Teh Fathimah : “Hanya menambahkan, menurut saya kita memang harus marah karena Islam bukan hanya sekadar agama tapi identitas kita, mungkin yang awalnya tidak peduli jadi tergerak karena kejadian ini. JADI KITA HARUS MARAH.

2.) Fathur “Bagaimana jika kita tidak ikut demo menolak Ahok tapi ikut melakukan perlawanan melalui video?”
-Zadia : “Kalau ditanya boleh apa enggak ya boleh saja soalnya kan kemampuan seseorang itu beda-beda, kalau dia tidak bisa ikut demo ya udah dia bisa pake cara yang lain.”
-Teh Fathimah : “Ya boleh dong karena Allah memudahkan kita untuk berdakwah dengan cara apapun, tapi memang lebih baik ngomong secara langsung tapi tergantung kita juga lebih enaknya seperti apa buat video, gambar, jadi boleh-boleh aja kalau mau buat video.

3.) Abdullah “Kalau kita sudah demo bahkan sudah sampai gerbang bersama sejuta umat yang lainnya tapi Ahok tidak menanggapi, apakah harus menunggu Ahok minta maaf atau kita bisa langsung memeranginya tanpa kelewat batas?”
-Zadia : “Kalo menurut aku sih, minta maaf aja enggak cukup.”
-Teh Fathimah : “Untuk menjaga nama baik Islam, kita gak bisa dong main perang gitu aja, karena bisa membuat orang-orang beranggapan agama Islam itu agama yang rusuh. Jadi kita harus bisa menjaga nama baik Islam lewat cara lain selain memerangi Ahok.”

4.) Teh Fathimah “Kira-kira setelah aksi ini apakah ada tanggapan dari pemerintah atau hanya diam saja?”
-Abdullah : “Pastinya ada tanggapan, setidaknya agak gentar.”
-Zadia : “Kalau menurut saya 51 persen bakalan didiemin aja karena Jokowi malah ambil tindakan seolah-olah menghindari masalah ini, tapi ada kemungkinan 49 persen Jokowi bakalan nurunin Ahok.”

5.) Teh Amilah “Apakah aksi ini termasuk salah satu tanda bangkitnya umat islam?”
-Abdullah : “Kemungkinan ini adalah salah satu tanda bangkitnya umat islam, tapi seperti yang dijelaskan sebelumnya, pasti akan ada yg memanfaatkan hal ini dan sebenarnya aksi ini terjadi karena umat Islam berusaha membela agamanya.”
-Teh Fathimah : “Kalau yang saya lihat, hal ini terjadi karena adanya gharizah baqa atau naluri untuk mempertahankan diri dari umat muslim, karena mereka sadar umat islam butuh sosok pemimpin muslim bukan pemimpim kafir dan yang tidak jelas agamanya, hal ini sebenarnya bisa menjadi awal mula yg bagus untuk bangkitnya Islam tapi untuk seorang yang awam mungkin hanya sekadar ‘Kalau dihina ya pasti marah lah’.”

6.) Zadia “Kenapa media baru banyak menyorotinya sekarang, kenapa tidak dari tanggal 14 Oktober?”
-Fathur : “Sebenarnya media menganggap remeh aksi tanggal 14 Oktober kemarin karena mereka mengira aksi ini hanya diikuti oleh sedikit peserta namun begitu berlangsung, ribuan orang langsung ikut. Mungkin itu sebabnya media akhirnya lebih menyoroti aksi 4 November nanti, karena ada kemungkinan aksi kali ini lebih ‘heboh’ dari aksi tanggal 14 Oktober.”
-Abdullah : “Karena media mencari yang lebih banyak disoroti dan mengambil simpati masyarakat, semakin besar acaranya pasti akan banyak disorot.”
-Teh Fathimah : “Dulu kan berita terkait Islam hanya diberi tempat kolom kecil dipinggir koran tapi ini hanya kebetulan saja karena dampak dari kejadian 14 Oktober, jadi kalau media nanti enggak memberitakannya pasti aneh ‘Masa gak diberitain sih acara segede itu?’.”
-Bintang : “Ada juga kemungkinan media berusaha menutup-nutupi fakta sebenarnya.”
-Teh Fathimah : “Sedikit menambahkan, pasti kaum yahudi dan kaum lain yang memusuhi umat muslim tidak mau Islam bangkit makannya ditutup-tutupin.”

7.) Abdullah “Apakah dampak dari aksi ini akan menyebabkan kita tidak memilih Ahok, atau golput?”
Untuk jawaban dari pertanyaan Abdullah tidak ada yang menjawab karena bisa disimpulkan dari jawaban-jawaban sebelumnya.

8.) Nufus : “Apakah aksi ini bisa menimbulkan sara atau benturan(konflik) antara umat muslim dengan umat lainnya?”
-Teh Fathimah : “Menurut saya, kalo orang itu mendukung Ahok, pasti dia akan berfikir ‘Ih apaan sih orang Islam, Ahok juga udah minta maaf..kalo enggak memihak ‘Emang bener sih kalau umat Islam bakalan marah’ jadi kembali lagi kepada pemikirannya masing-masing, tergantung sudut pandang orang tersebut.
-Ust Olih : “Kalau dari sisi hukum, yang jelas kondisi kita saat ini tidak ada pilihan mau milih nomor 1, 2 atau 3 tidak ada yang benar-benar menyerukan Islam, justru menyerukan demokrasi. Meskipun kita memilih seorang muslim tapi tidak ideologis sama saja dengan pemimpin kafir, memilih untuk tidak memilih itu pilihan tergantung keimanan kita. Karena kita juga tidak mungkin menyerahkan kepemimpinan kepada yang non muslim, liberal dan identitasnya tidak jelas, mending golput. Kalau ada tidaknya gesekan pasti ada, sekecil apapun itu.”
-Ustdzah Latifa : “Sebenarnya momen ini, menjelang 4 November banyak kemungkinan yang akan bermain, karena kejadian sesungguhnya hanya Allah yg tau. Bisa jadi nanti ada intilejen-intilejen yang memungkinkan untuk menggulingkan Jokowi, tapi yang penting bagaimana kita sebagai seorang muslim melakukan pembelaan untuk menunjukkan jati diri kita.”

9.) Kak adam “Bagaimana caranya membuat Ahok jera dengan perbuatannya?”
All : “Dihukum aja!!!”

Alhamdulillah diskusi berjalan cukup lancar, banyak yang bertanya dan menjawab walaupun temanya agak berat karena berhubungan dengan politik. Setelah membaca doa, semua pun kembali ketempat masing-masing. Ya Allah semoga Engkau memudahkan setiap langkah orang-orang yang membela agama-Mu aaammiiinnn.

(Zulfana K, nama pena dari Zulfa Aulia kelas 1 SMA Pesantren Media)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.