281 total views,  2 views today

Para santri Pesantren Media sudah terbiasa mengejar target capaian dalam tugas-tugas yang diberikan. Supaya target bisa dicapai, mereka dilatih untuk menentukan: tujuan, komitmen, dan tanggung jawab, serta deadline alias tenggat waktu. Sebenarnya di sekolah atau pesantren manapun hal ini ada juga. Jadi sepertinya tidak ada yang istimewa. Namun, karena di Pesantren Media sedikit berbeda dalam suasana pembelajaran dan kurikulum yang ditetapkan, apalagi harus mengejar capaian target dari kedua sisi, yakni tsaqafah Islam dan keterampilan bidang media, maka target tersebut menjadi sesuatu yang wajib dikejar meski sepertinya berat, sangat malah.

Pembelajaran tsaqafah Islam merata di setiap jenjang (SMP dan SMA), mulai dari kelas 1 hingga kelas 3. Khusus untuk Tahfiz al-Quran, meski target minimal ditetapkan (untuk santri jenjang SMP, 5 juz dan jejang SMA, 4 juz), namun santri dimotivasi agar mampu meraih hafalan al-Quran sampai full, 30 juz. Alhamdulillah saat ini meski baru terkategori setoran, sudah ada santri yang setorannya 30 juz. Di bawahnya juga banyak, antara 10-20 juz. Berarti target minimal sudah terlampaui untuk setoran hafalan. Semoga akan lebih mudah ketika para santri tersebut murajaah dan insya Allah hafalannya terjaga. Tetap semangat, ya!

Sementara untuk keterampilan bidang media, hanya dipelajari di 2 tahun pertama, yakni kelas 1 dan kelas 2. Seabrek teknik media yang diperlukan sesuai kurikulum yang sudah dibuat, diharapkan bisa dipelajari para santri. Ke depannya, meski tak semua keterampilan bidang media dapat dimiliki, setidaknya ada 1 atau 2 keterampilan bidang media yang benar-benar dikuasai.

Di akhir tahun selama belajar di pondok, adalah tahun penentuan bagi santri kelas 3. Santri yang ingin mendapatkan sertifikat langsung dari guru bidang media, harus berjuang dengan target tertentu. Misalnya, untuk bidang menulis dasar yang saya ampu, selama 3 tahun santri mampu menulis minimal 50 tulisan yang ditayangkan di blog resmi pondok. 80 persen dari tulisan tersebut harus inspiratif dan solutif. Keterampilan lain seperti fotografi, desain grafis, website, pemrograman radio, videografi, jurnalistik, skenario dan sejenisnya ada target minimal agar bisa mendapatkan sertifikat langsung dari guru mapel masing-masing.

Semoga para santri Pesantren Media terbiasa dengan pola mengejar target. Kami para guru sering memotivasi santri agar mereka tetap istiqomah berkarya untuk kemaslahatan umat. Insya Allah ke depan, benar-benar akan lahir puluhan dai bidang media dan tenaga kreatif yang handal untuk mendukung dakwah melalui media setiap tahunnya dari Pesantren Media. Semoga.

Salam,
@osolihin
Mudir Pesantren Media

By osolihin

O. Solihin adalah Guru Mapel Menulis Dasar, Pengenalan Blog dan Website, Penulisan Skenario, serta Problem Anak Muda di Pesantren Media | Menulis beberapa buku remaja | Narasumber Program Voice of Islam | Blog pribadi: www.osolihin.net | Twitter: @osolihin | Instagram: @osolihin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *