Loading

Islam mengenalkan istilah tawadhu’. Padanan kata dalam bahasa Indonesia yang agak tepat adalah rendah hati. Apa itu rendah hati? Menurut kamus bahasa artinya tidak sombong atau tidak angkuh. Biasanya, apa penyebab kita sombong dan angkuh? Paling sering adalah karena kita merasa lebih dari orang lain. Bisa merasa lebih baik, merasa lebih pintar, merasa lebih terampil, merasa lebih hebat, dan sejenisnya dari orang lain. Padahal, semua itu sejatinya atas kehendak Allah Ta’ala. Bukan murni upaya kita atas berbagai pencapaian itu.

Alhamdulillah, beberapa santri Pesantren Media yang mengikuti lomba di event SMENTION 2020 (22-23 Februari 2020) berhasil menjadi finalis, yakni lomba fotografi, lomba esai, dan lomba short movie. Semua yang menjadi finalis meraih juara, sehingga Pesantren Media berhak mendapat Piala Bergilir dari Walikota Bogor sebagai Juara Umum.

Lomba Fotografi, meraih Juara II (atas nama Taqiyuddin Abdurrahman Leboe, kelas 9). Lomba Esai, meraih Juara II (atas nama Nur Aminah Natasyah, kelas 12). Lomba Short Movie mengirim 2 tim, keduanya meraih Juara I (Tim Akhwat: Dzikra, Faziera Putri, Alfi Nur Inayah) dan Juara II (Tim Ikhwan: Ukkasyah Quwwatulhaq, Hadziq Nakhwa Al Badary, dan Taqiyuddin Abdurrahman Leboe). Alhamdulillah.

Prestasi ini patut disyukuri, walau tetap mesti rendah hati. Jangan sombong meski mendapat prestasi. Memang tidak mudah meraih prestasi seperti itu, namun bukan berarti jadi sombong. Tetaplah rendah hati, karena semua itu hakikatnya adalah karunia dari Allah Ta’ala. Semua kehendak Allah Ta’ala. Jadi harus bersyukur. Salah satu tanda bersyukur atas karunia-Nya adalah dengan tetap taat kepada-Nya.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah berkata, “Tawadhu’ adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa tawadhu’ adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya.” (Fathul Bari, juz 11, hlm. 341)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR Muslim no. 2588)

Selamat dan sukses atas perjuangan para santri di event ini, semoga memberikan inspirasi bagi santri lainnya. Tetaplah berkarya walau tanpa lomba, dan tentunya tetap rendah hati karena Allah Ta’ala. Semangat!

Salam,

O. Solihin

Mudir Pesantren Media

By osolihin

O. Solihin adalah Guru Mapel Menulis Dasar, Pengenalan Blog dan Website, Penulisan Skenario, serta Problem Anak Muda di Pesantren Media | Menulis beberapa buku remaja | Narasumber Program Voice of Islam | Blog pribadi: www.osolihin.net | Twitter: @osolihin | Instagram: @osolihin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *