Wawancara di Taman Topi

1001 views

Rabu, 19 Februari 2014. Seperti hari-hari biasanya, hari rabu selalu diisi dengan Kelas Menulis Kreatif Pemula yang dibimbing oleh Ustadz Oleh Sholihin. Tapi, dalam pelajaran menulis kali ini, Ustadz Oleh mengajak santri untuk praktek wawancara di Taman Topi. Sekitar pukul 07.00 santri mulai berangkat menggunakan angkot tujuan Taman Topi.

Sebelumnya, kami disuruh Ustadz Oleh untuk berkumpul dulu sebelum memulai wawancara hari itu. Setelah mendengar beberapa instuksi dari ustadz Oleh kami pun segera menyebar dan mencari narasumber yang dapat di wawancarai. Saat itu aku kebagian kelompok bareng kak Mufiddah.  Awalnya kami frustasi melihat beberapa santri yang sudah mendapatkan narasumber mereka sedangkan kami belum.

Akhirnya kami pun menemukan narasumber, sebut saja Hamba Allah.

Narasumber  : Hamba Allah

Wartawan : Hanifa Sabila

IMG_8496

Kamipun masuk, dan minta izin untuk mewawancarai bapak tersebut

Wartawan : “Assalamu’alaikum Pak, kami dari Pesantren Media. Minta waktu Bapak sebentar untuk mewawancarai bapak”

Narasumber : “Wa’alaikum salam, iya silahkan”

W : “Ini jualan atau apa, Pak ?”

N : “Iya, kami dari sorum motor Honda, kebetulan kita memasarkan motor-motor  Honda ke customer”

W : “Biasanya, pelanggan langsung datang ke sini ya, Pak ?”

N : “Iya, biasanya customer datang ke sini untuk bertanya. Di sini mereka menyakan seperti : harganya berapa ?, dp berapa ?, ansuran berapa ?, prosesnya gimana ?, proses realisasi nya seperti apa ?. biasanya customer menyakan segala hal ke marketing sini atau bisa langsung ke saya”

W : “Apakah sehari itu pelanggan yang datang ke sini banyak nggak , Pak ?”

N : “Kalau sehari, Alhamdulillah bisa sampai 5 atau 10 orang. Kalau nggak adapun, kita pergi kedepan, ada yang liatin kita samperin langsung lalu kita kasih brosur”

W : “Lalu, pendapatan sebulan berapa, Pak ?”

N : “Pendapatan sebulan kami kan jualnya per-unit ya? Jadi, otomatis sebulan itu rata-rata penjulan motor Honda ini bisa sampai 11 ribu unit.

W : “11 ribu itu sehari nya, Pak?”

N : “ Iya, seharinya. Kalau untuk saya Cuma 350-400 unit sebulan”

W : “Apakah penjualannya bisa langsung cash atau nyicil, Pak ?”

N : “Kita menerima penjualan cash dan creadit. Bisa cash, bisa creadit. Tergantung  pengennya apa, langsung nggak mau pusing bisa cash, kalau creadit harus melalui beberapa proses pengajuan creadit”

W : “Ya udah kalau begitu, Pak. Makasih atas waktunya. Assalamu’alaikum”

N : “Wa’alaikum salam”

Itu tadi hasil wawancara saya dalam tugas menulis kali ini.

[Hanifa Sabila, santri angkatan ke-2, jenjang SMP, Pesantren Media]

Penulis: 
author
Santriwati Pesantren Media, angkatan ke-5 jenjang SMA. Sudah terdampar di dunia santri selama hampir 6 tahun. Moto : "Bahagia itu Kita yang Rasa" | Twitter: @FathimahNJL | Facebook: Fathimah Njl | Instagram: fathimahnjl

Posting Terkait