Loading

Pada awal pekan kedua di Bulan Desember 2013, tepatnya tanggal 9 Desember 2013 terjadi “Traffic Jam” atau kecelakaan lalu lintas yang kemudian berujung dengan maut. Kecelakaan terjadi antara KRL Commuter Line jurusan Serpong-Tanah Abang dan sebuah truk tangki yang membawa BBM tepatnya pukul 11.15 WIB mengakibatkan ledakan yang sangat keras hingga membakar gerbong lokomotif dan khusus wanita.

Berita di atas menjadi trending topic untuk pekan ini.

Ternyata, peristiwa KRL Bintaro ini bukan kali pertama terjadi.

Pada tanggal 19 Desemeber 1987, di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan sebuah kereta api yang berangkat dari Rangkasbitung, bertabrakan dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Tanah Abang. Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu musibah paling buruk dalam sejarah transportasi di Indonesia dan menjadi perhatian publik dunia.

Penyelidikan setelah kejadian menunjukkan adanya kelalaian petugas Stasiun Sudimara yang memberikan sinyal aman bagi kereta api dari arah Rangkasbitung, padahal tidak ada pernyataan aman dari Stasiun Kebayoran. Hal ini dilakukan karena penuhnya jalur di stasiun Sudimara.

Peristiwa bermula atas kesalahan kepala Stasiun Serpong memberangkatkan KA 225 ke Stasiun Sudimara, tanpa mengecek kepenuhan jalur KA di Stasiun Sudimara. Sehingga, ketika KA 225 jurusan Rangkasbitung-Jakarta Kota tiba di Stasiun Sudimara pukul 6.45 WIB, stasiun yang memiliki 3 jalur saat itu penuh dengan KA.

Kesamaan hari tejadinyalah yang membuat masyarakat mengingat kemali kejadian menyedihkan itu, yaitu Hari Senin.

[Zahrotun Nissa, santriwati kelas 1 jenjang SMA, Pesantren Media]

By Siti Muhaira

Santriwati Pesantren Media, angkatan kedua jenjang SMA. Blog : http://santrilucu.wordpress.com/ Twitter : @az_muhaira email : iraazzahra28@ymail.com Facebook : Muhaira az-Zahra. Lahir di Bogor pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *