The Dinda’s Secret

305 views

Pagi ini aku terbangun dengan hati yang sangat berdebar , entah kenapa aku tidak bisa bersikap biasa sejak kemarin . Yah .. mungkin karna aku mendapat kabar dari ayahku bahwa adikku akan berkunjung dan menginap bersama kami . Aku merasa keheranan sekaligus merasa senang , karna selama ini adik dan ibuku tidak pernah berkunjung apalagi menginap . Segeraku bertanya pada ayahku tentang maksud kedatangan adikku itu .

Tapi, sayangnya ayahku mengatakan bahwa ia tidak tau . Coba deh bayangkan gimana nggak deg-deg kan ,selama 7 tahun kami tidak pernah bertemu, semenjak ibu dan ayah berpisah . Oke.. sekarang aku harus berangkat sekolah , agar siang aku bisa pulang dan bertemu adikku .

“Ayah.. ayu berangkat kuliah dulu ya ?? , ntar siang ayu pulang cepat kok .. jadi nanti kita jemput adek sama-sama ya ??” Kataku sambil berlari keluar rumah.

***

 “Hai teman-teman!“ Kataku menyapa teman-temanku yang sedang nongkrong di taman kampus .

 “Ayu .. kok baru datang ? Kita kan janji ngumpul disini jam 7 !! kok baru datang sekarang  sih !! sekarang itu udah jam 8 !!” Aurel berjalan menuju tempatku duduk sambil mengomel.

“Maaf .. tadi aku telat bangun ..maaf banget ya ??” Jawabku , Aurel hanya mendengus mengetahui kebiasaanku yang suka telat datang kalo ada janji ketemuan . Tak jauh dari tempat aku duduk  terlihat sesosok anak perempuan yang berpenampilan aneh,tapi entah mengapa aku merasa tak asing dengan sosok orang tersebut .

 “Ayu..!! dengar gak sih ?? Hei … kita jadi jalankan besok ??” Aku lalu memalingkan pandanganku dari orang tersebut dan menjawab pertanyaan Friska,temanku.

 “Iya..aku dengar kok!! ..,jangan lupa ya bawa pasangan masing-masing” Setelah berkata begitu kami semua bubar dan menuju ruang kelas masing-masing.

 ***

 “Ayah..yah..dimana?? Ayo kita pergi jemput adik!!  Ayah..??” Teriakku mencari ayahku . Ayahku lalu datang kedepan pintu tempat ku berdiri

“Jangan teriak-teriak Yu ..!! Kamu udah sholat belum ?? Sholat dulu sana !!” Jawab ayahku .

 “Ah.. malaslah yah.. ,entar aja habis jemput adik .., Ya?Ya?.., oiya Ayah  kok masih pakaipakaian kantor?? Bukannya sekarang ayah lagi cuti 1 minggu ??” . Ayahku menggeleng dan menjawab,

“Enggak.. tadi ada keadaan darurat di kantor jadi harus pergi kekantor sebentar ..,tapi jangan lupa ya! entar habis jemput adik , kamu harus sholat !!” Aku pun mengangguk mendengar perkataan ayahku dan tersenyum. Perjalan menuju tempat adikku  berlalu dengan kehebohan antara aku dan ayahku .

Saat kami sampai di tempat tujuan , tiba-tiba ayahku mendapat sebuah panggilan, aku bertanya-tanya siapa yang menelpon ayahku . Setelah ayahku selesai  menjawab panggilan, ayahku berkata bahwa adikku menelpon dan memberitahukan bahwa ia telah sampai di rumah kami. Segera kami memutar  balik mobil dan menuju rumah kembali .

 ***

 Brak..! suara pintu yang ku buka dengan terburu-buru sehingga pintu itu terbanting

 “Ayu.. pelan-pelan .. entar jatuh !!”  Terdengar suara teriakan ayahku dari halaman rumah . Aku tidak menghirau kan suara peringatan ayahku , lalu aku segera menuju  tempat adikku yang sedang duduk di ruang tamu .

“Dinda..” panggilku sambil tersenyum, adikku pun berbalik melihatku ia berkata,

“Kakak..?”,  Saat ku melihat dinda ,Aku terkejut dan  senyumku tiba-tiba menghilang . Ia pun datang mendekatiku dan memelukku , karna pelukannya aku pun tersadar dan tersenyum kembali. Sesaat setelah kami berpelukan ayahku memanggil dinda dan mendekatinya, lalu berkata,

“Dinda..?? ini betul kamu ?? sejak kapan memakai pakaian syar’i dan bercadar??” Dinda menjawab,

“Iya yah.. ini Dinda .., sejak ayah dan ibu pisah aku dimasukkan kesekolah islami Yah ..” Lalu perbincangan ini semakin panjang, Aku masih tetap terpaku melihat penampilan adikku . Penampilannya sangat mirip dengan orang yang kulihat di kampus tadi pagi , tidak salah lagi pasti itu dinda,tapi mengapa dinda terlihat berbeda,hm.. mungkin aku terlalu cepat mengambil kesimpulan semua ini pasti  ada alasannya . Aku harus segera menanyakan hal ini padanya,

 “Ayah , Dinda kan baru sampai jadi biarkan dia beristirahat dulu.. kalo ayah masih ada pertanyaan kan masih ada hari esok untuk bertanya pada dinda” Sela ku disaat ayahku masih menjejelkan pertanyaan pada adikku.

“Oh iya , maaf ya Din .. ya udah ayu tunjukkan tolong padanya dimana kamarnya ya ?” Jawab ayahku . Aku pun mengangguk,dan membantu adikku membawa barangnya.

 ***

 Beberapa hari kemudian …

Aku memberanikan diriku untuk bertanya tentang semua rasa penasranku kepada dinda . Mulai dari alasan ia tidak pernah datang berkunjung dan tiba-tiba berkunjung,lalu tentang pakaiannya dan prilakunya yang berubah 180⁰ dari yang dulu dan tidak lupa pula ku bertanya apakah dia pernah berkunjung ke kampusku dan alasannya.

Ternyata adikku berada di pesantren selama ini , dan semua sikapnya mau pun cara berpakaiannya berubah karna ia mendapat pelajaran Islam yang mendalam di pesantrennya . Dan ia menyatakan bahwa ia pernah berkunjung ke kampusku alasan ia berkunjung ke sana karna ia akan bersekolah disana juga.Akhirnya semua rasa penasaranku sirna dengan jawaban adikku itu .

Beberapa bulan sebelum ia berkuliah , dinda mengajarkan aku dan ayah tentang pelajaran islam yang ia ketahui . Ayahku belajarnya hanya 1 minggu sekali ,karna ayah sangat sibuk dengan urusan kantornya . Aku diajarkan setiap hari oleh dinda sepulang dari kampus. Setelah 1 minggu , Kami (Aku dan Ayah) memprektekkan apa yang telah kami pelajari dari dinda. Kami sangat bersyukur dinda tinggal untuk sementara bersama kami , karna ia mengajarkan apa yang tidak kami ketahui tentang agama Islam .

Lalu tibalah saat dimana dinda berkuliah di tempatku melanjutkan sekolahku , dan terjadilah peristiwa yang mengejutkanku .

Saat itu aku sedang nongkrong dengan teman-temanku di taman kampus , dan dinda sedang tidak bersamaku . Lalu terdengar suara yang sangat keras tak jauh dari taman , aku dan teman-temanku lalu mendatangi tempat suara itu berasal , ternyata terjadi sebuah kecelakaan yang tak lain  menimpa adikku dinda . Aku pun tersentak kaget , aku segera menelpon ambulans  lalu berlari menghampiri dinda.  Saat aku tiba disana, dinda hanya tertawa tanpa memikirkan rasa sakit yang dideritanya karna tabrakan itu . Aku pikir telah terjadi sesuatu pada otak adikku , aku pun bertanya pada dinda

“Dinda ? kamu tidak apa-apa ? kenapa tertawa ? kepala kamu itu berdarah , apa tidak sakit ?”  Ia pun menjawab

“Sakit lah kak, tapi rasa sakitku itu sirna karna rasa senang yang kurasakan . Kakak pasti tidak mengertikan , kak.. sebenarnya aku sangat suka dengan warna ini. Hahaha 😀 kakak kurang memahami aku sih , makanya kakak tidak mengetahui hal ini” Mendengar jawaban dinda aku sedikit merinding , bagaimana ia bisa menyukai hal yang berbau menyeramkan itu . Tak lama  ambulans datang dan segera membawa adikku ke rumah sakit terdekat .

Aku pun segera menemui sang penabrak yang diamankan oleh teman-temanku agar ia tidak kabur dari  tanggung jawabnya . Lalu aku membawa penabrak itu ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah tabrakan ini .

                                                                                ***

Sesampainya di rumah sakit , aku segera menghubungi ayah untuk memberi tau  kabar buruk tersebut. Dengan segera ayahku datang , ia menanyakan kabar adikku tersebut. Sebenarnya lukanya tidak terlalu parah, tapi karena adikku tak mau darahnya di berhentikan akhirnya ia kekurangan banyak darah . Ayah ku sempat heran akan kelakuan adikku itu , tak terkecuali aku pun begitu .

Akan tetapi aku masih merasa bingung ,apa yang menyebabkan adikku bisa menyukai warna itu, setelah aku mencari tau ternyata …

Bersambung…

[Ela Fajarwati Putri, santri kelas 1 jenjang SMA, Pesantren Media]

fiksi islam karya santri

Penulis: 
author

Santriwati Pesantren Media, angkatan kedua jenjang SMA. Blog : http://santrilucu.wordpress.com/ Twitter : @az_muhaira email : iraazzahra28@ymail.com Facebook : Muhaira az-Zahra. Lahir di Bogor pada bulan Muharram.

Posting Terkait