Temanggung Bersenyum

693 views

Tanaman tembakau di belakang rumahku

Temanggung merupakan kota yang terletak di provinsi Jawa Tengah. Sebagian besar wilayah kota ini berupa dataran tinggi dan pegunungan. Kota ini berada pada ketinggian 640mdpl. Gunung Sumbing dan gunung Sindoro merupakan dua gunung kembar yangn terletak di sebelah selatan wilayah Temanggung berbatasan dengan Wonosobo. Di sebelah utara berbatasan dengan Kendal dan Semarang.Kabupaten  Temanggung sendiri memiliki luas wilayah 837,71km2, jumlah penduduk 760.970 jiwa,

Sejarah kota yang bermotto TEMANGGUNG BERSENYUM ini tak lepas dari sejarah kerajaan Mataram kuno pada masa Raja Rakai Pikatan. Hal ini terbukti dengan di temukannya prasasti Wanua Tengah III (908 M) yang di temukan pada tahun 1983. Asal mula nama temanggung sendiri berasal dari nama demang dan wilayah kademanagan yang kemudian muncul nama “Ndemanggung” yang akhirnya berubah menjadi nama Temanggung.

Wisata Curug Lawe

Temanggung sebenarnya memiliki obyek wisata yang banyak dengan panorama keindahan alam yang indah dan sejuk. Beberapa obyek wisata yang menarik adalah Candi Pringapus, Prasasti Gondosuli, Curug lawe, Curug Trocoh, monumen Bambang Sugeng, Taman Kartini, Pikatan Water Boom. Temanggung juga pernah di jatuhi beberapa Meteor yang menyebabkan gempa. Dan tempat pendaratan tersebut telah di jadikan monumen Meteorid yang berada di desa Bulu Parakan.

Wisata “Water Boom”

 Kabupaten Temanggung mempunyai beraneka ragam hasil bumi yang memiliki keunggulan jika di bandingkan dengan hasil bumi yang sama dari daerah lainnya. Mulai dari sayuran, kopi, dan barang-barang yang di perdagangkan paling utama yaitu tembakau.  Harga tembakau pada tahun 2011 melonjak sangat tinggi dan kualitas tembakau paling baik dalam sejarah temanggung. Harga pada tahun 2011 ini bisa mencapai Rp 100.000 perkilo gram. Padahal, satu kranjang tembakau saja mencapai bobot 40kg hingga 50kg. Berarti harga satu kranjang tembakau bisa mencapai Rp 4000.000 hingga Rp 5000.000. Wuih mantap. Para petani tembakau  apabila sedang musim panen seperti ini, bisa memperoleh 20 kranjang lebih. Setelah mereka mendapat uang hasil penjualan tembakau ke pabrik-pabrik nasional, seperti PT jarum, dan PT Gudang garam, para petani langsung royal dalam menggunakan uang. Biasannya setelah panen, petani tembakau langsung pergi ke pusat kota Temanggung atau ke pasar untuk membeli sandang pangan dalam jumlah sangat banyak. Mereka membeli dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam jangka panjang. Bahkan dealer motor yang berada di kota Temanggung laris manis. Samapi-sampai, kalau mereka ingin membeli motor ke dealer, mereka tidak bisa langsung membawa motor yang akan mereka beli. Apabila mereka ingin membeli motor harus menunggu stok dari pabrik.

Tapi sebaliknya, tahun 2012 harga tembakau anjlok drastic. Tahun ini harga tembakau hanya mencapai Rp 40.000 perkg. Karena tahun ini, pabrik memberi  aturan  takaran dalam komposisi tembakau. Dan aturan itu sangat memberatkan bagi para petani tembakau atau paengusaha tembakau. Termasuk Bapak ku yang tahun 2011 membeli tembakau kepada petani tembakau secera partai besar, kemudian di jual ke pabrik-pabrik nasional. Namun, tahun ini Bapak ku tidak membeli dari para petani, karena bukan Cuma harganya saja yang membuat bapak ku enggan membeli tembakau, teman bapak ku sudah menjadi korban dari paeraturan babrik. Teman bapak ku ini membali tambakau dari petani, kemudian di masukkan ke pabrik, tapi yang di terima sama pbrik sangat sedikit. Padahal belinya sudah banyak, tapi menjualnya sangat sulit.

Nah, sekarang aku akan cerita mengenai desa ku.

Salah satu gudang tembakau di Desa Greges

Greges. Greges adalah nama desa ku yang terletak di kecamatan Tembarak. Desaku ini terletak sebelah selatan dari kota Temanggung. Aku di lahirkan di desa ini pada 13 juni 1996. Aku menghabiskan waktu ku selama 16 tahun juga di desa ini. Termasuk sekolah dai Sekolah dasar hingga SMP. Mayoritas penduduk desa Greges adalah petani tembakau. Apabila sudah masuk musim tembakadi desa ini, jalan-jalan menjadi sempit. Kadang-kadang peteni yang menjemur tembakau bisa mnghabiskan setengah jalan hanya untuk menjemur tembakau supaya kering.

Oh iya, desaku ini terletak di lereng gunung Sumbing. Udara di sini sangat sejuk. Apalagi kalau musim hujan, Pasti lebih dingin.

Tembakau yang sedang dijemur

Nah, ini sekilas info tentang Temanggung Bersenyum.[Dihya Musa AR, santri angkatan ke-2, jenjang SMA, Pesantren Media]

 

Catatan: tulisan ini adalah sebagai tugas di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

menulis reportase santri Temanggungn

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait