TAUBAT

193 views

TAUBAT

Cara menghilangkan dosa hanya SATU cara yaitu TAUBAT.

TAUBAT adalah meminta ampun kpd ALLAH atas segala perbuatan tercela/dosa
yg telah dilakukan dan berupaya sekuat hati untuk tidak mengulanginya
perbuatan tercela tersebut.

#Syarat-Syarat taubat
-menyesali perbuatannya
-membeci pekerjaan maksiat
-mengembalikan kezaliman
-mengikuti keburukan dgn kebaikan
-ikHlas dan sabar

TULISAN FIKSI YG YG DIKARANG SAYA DENGAN MAKSIMAL

Sejak dini, aku hidup sebagai pemabuk, tersesat dan ahli maksiat. Menzalimi manusia, merampas harta orang lain, makan riba dan bahkan menggebuki orang adalah pekerjaan harianku. Tak ada hari dalam hidupku tanpa berbuat zalim terhadap manusia. Nyaris semua bentuk maksiat pernah aku lakukan.. Bahkan terkadang orang-orang yang tinggal di sekitarku ngeri mendegar namaku…

Pada suatu hari, aku sangat ingin menikah karena merindukan punya anak yang akan menghibur kehidupanku yang amat keras itu. Lalu, aku menikahi seorang gadis di kotaku (Baghdad)dan setelah hampir setahun istrikupun melahirkan seorang bayi wanita yang amat mungil lagi cantik. Bayi itu ku beri nama“Fatimah”.

Entah bagaimana, aku amat mencintai Fatimah, bahkan melebihi orang lain di sekitarku. Semakin Fatimah tumbuh dengan sehat, imanku semakin tumbuh pula dalam hatiku dan maksiat semakin berkurang dalam kehidupanku. Suatu hari, saat aku memegang gelas yang isinya khamar (minuman yang memabukkan), Fatimah melihatnya. Ia mencoba mendekatiku dan menghalangi akau meminum khamar tersebut. Aku tidak tahu kenapa Fatimah bisa melakukan hal itu. Pasti, Allah lah yang membuat Fatimah bisa berbuat seperti itu…

Fatimah semakin besar. Imankupun semakin bertambah dalam hatiku… Setiap aku mendekatkan diri pada Allah satu langkah, maka seperti itu pula aku menjauh dari maksiat. Kondisi seperti itu terus berlanjut sampai Fatimah berusia tiga tahun. Saat memasuki usia tiga tahun, tanpa sebab sakit sedikitpun, Fatimah meninggal dunia….

Sungguh tak masuk akal… peristiwa “kematian Fatimah” membuatku putus asa dan aku berbalik menjadi preman, lebih sadis dan kejam dari sebelum aku menikah…Aku kehilangan kesabaran yang seharusnya dimiliki oleh orang beriman saat menghadapi ujian. Aku gagal total dalam menghadapi ujian itu…

Kali ini, hidupku kembali sebagai ahli maksiat dan kezaliman. Bahkan lebih dahsyat dari sewaktu aku masih muda. Akhirnya, setan benar-benar berhasil mempermainkan kehidupanku. Sampai pada suatu saat, setan berkata padaku : “Hari ini, hari yang paling bahagia bagi kamu. Kamu silahkan mabuk semabuk-mabukknya yang belum pernah terjadi sepanjang hidupmu…”

Akupun bertekad untuk mabuk dan minum khamar sebanyak-banyaknya. Sepanjang malam itu kerjaku hanya minum dan minum khamar… Saat aku teler dan kemudian ketiduran, tiba-tiba aku bermimpi. Dalam mimpiku, aku sedang menghadapi sebuah peristiwa besar, yakni kiamat. Matahari tidak lagi memberikan cahayanya ke bumi. Laut berubah menjadi api raksasa.. Di bumi terjadi gempa yang amat dahsyat.. Semua manusia berkumpul di padang mahsyar..Manusia sangat banyak dan hilir mudik bergelombang-gelombang. Aku adalah salah satu di antara mereka.

Tiba-tiba, aku mendengar suara orang yang memanggil Fulan bin Fulan.. “Ayo segera menghadap yang Maha Perkasa”…Saat itu aku melihat ada orang yang hitam pekat wajahnya karena sangat ketakutan.. Tak lama kemudian, aku mendengar suara memanggil namaku sambil berkata :” Ayo, segera kamu menghadap kepada yang Maha Perkasa”… Tiba-tiba saja semua manusia sangat banyak itu menghilang dari sekelilingku… Tinggal aku sendiri di tengah padang mahsyar yang amat luas itu.

Saat aku melihat ke suatu arah, tiba-tiba aku melihat ULAR yang sangat besar dan garang sedang menuju ke arah tempat aku berdiri sambil membuka mulutnya lebar-lebar..Aku lari dan berlari menjauh dari kejaran ular tersebut karena sangat takut, sampailah aku meihat seorang KAKEK yang sudah sangat lemah.. Lalu aku berkata : “Bapak! Tolonglah aku dan selamatkan aku dari ular itu!” Sang kakek berkata : “Wahai anakku, aku sendiri sangat lemah dan tidak berdaya sama sekali.. Cobalah anda lari ke suatu tempat di sana semoga ada yang bisa membantumu”.. Akupun berlari ke arah yang ditunjukkan kakek tersebut dan ular tersebut di belakangku, sedang di hadapanku ada nyala api yang sangat panas..Kemudian anakku meneruskan ucapannya : “Kalaulah bukan engkau sebagai orang tuaku dan kalaulah bukan aku meninggal saat masih suci (anak-anak), tidak ada lagi yang bermanfaat bagimu….”

Tiba-tiba aku terbangun sambil berteriak…”Saatnya ya Allah… Sekarang saatnya aku tobat yaa Robb…Benar, kapan saatnya bagi orang beriman untuk khusyuk hatinya mengingat Allah? Aku berjanji ya Allah…Sekarang juga saatnya…”

Setelah fikiranku agak tenang aku mandi. Saat itu persis waktu subuh. Setelah mandi, aku keluar rumah menuju masjid dekat rumahku dengan semangat bertobat dan kembali kepada pangkuan Allah.Ilahi… Engkau saja yang tahu siapa yang akan menjadi penghuni syurga dan siapa pula yang akan menjadi penghuni neraka.. Yang manakah aku yaa Robb?

Yaa Allah! Jadikanlah aku penduduk syurga dan jangan jadikan aku penghuni nerakamu!

Itulah Malik Bin Dinar. Setelah taubat, beliau belajar Islam dengan sungguh-sungguh sampai menjadi ulama besar di zamannya

Kisah taubatnya Imam Fudhail bin Iyadh

Tentunya sebagai seorang tholibbul ilmi kita mengenalnya, seorang ulama yg terkenal dg keilmuannya, sikap zuhud dan hikmahnya.

Dengan mudah kita bisa mengetahui biografinya, dengan melihat kitab2 tarojim, yg menyebutkan biografi para ulama.

Di antaranya adalah apa yg disebutkan oleh imam adz Dzahabi dalam kitabnya yg agung, ‘Siyar A’lamin Nubalaa”

Disitu beliau menyebutkan salah satu kisah perjalanan hidup al Imam Fudhail bin Iyyad, yaitu bagaimana beliau bisa bertaubat dari perbuatan jahatnya sebagai seorang begal, perampok jalanan…..

Kurang lebih begini kisahnya…….

Al Imam Fudhail bin ‘Iyyadh dulunya dikenal sebagai seorang begal atau perampok jalanan. Dan sebab dari taubatnya adalah karena ia menyukai seorang gadis, dan ketika ia memanjat tembok untuk menemui gadis tersebut, ia mendengar seseorang membaca al Qur’an, yaitu pada ayat:

“Belum tibakah waktunya bagi orang2 yg beriman untuk hati2 mereka khusyu’ mengingat Allah…..”(QS al Hadid:16)

Maka ketika mendengar ayat tersebut, ia berkata: ‘ tentu wahai Rabkbku, sudah tiba waktunya’….

Lalu ia kembali, dan bermalam di suatu tempat. Dan ia mendapati ada sekelompok orang yg musafir yg sedang berada ditempat yg sama.

Maka salah seorang dari mereka berkata:’ kita lanjutkan perjalanan’
Sebagian lagi berkata “jangan,kita tunggu sampai pagi saja, karena biasanya ada Fudhail di jalan, yg mungkin saja akan merampok kita’

Maka Fudhail bin ‘Iyyad berkata: “Maka aku berpikir,dan aku berkata dalam hati ‘aku hidup di malam hari penuh dg kemaksiatan, dan sebagian orang dari kaum muslimin ada disini dalam keadaan mereka takut kepadaku’. Maka tidaklah Allah membawaku kepada mereka melainkan agar akau bertaubat kepada-Nya.
Maka aku menjadikan taubatku untuk tinggal di masjidil haram………

Selesai……

[by: Hanan Nuha Bunayya]

Penulis: 
    author

    Posting Terkait