Skenario Chi (1)

195 views

Chi

Sinopsis

MELL, seorang perempuan misterius yang bekerja di sebuah café bernama Chi Café melayani pelanggannya yang bernama MIA. MIA memesan dengan nada ketus, membuat MELL sedikit kesal tapi tetap membuat apa yang di pesan. Sambil memberikan pesanannya, yaitu kopi hitam, MELL memperhatikan MIA yang tampak muram dan lelah.

MELL bertanya kenapa MIA terlihat kelelahan. Awalnya MIA enggan bercerita, tapi setelah menerima sebuah panggilan telpon yang membuatnya berteriak marah, dan setelah beberapa kali dibujuk oleh MELL, MIA akhirnya mau bercerita.

MIA adalah seorang wirausaha yang bekerja sama dengan temannya. Tapi ia ditipu hingga perusahaannya bangkrut dan semua uang dibawa kabur oleh temannya. Ia putus asa karena hutangnya ada di mana-mana dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

MELL membuatkan kopi baru untuk MIA, karena kopinya sudah dingin. Tapi ia menambahkan susu di kopi itu. Dia memfilosofikan kopi dan susu sebagai masalah dan solusi. MELL berkata untuk melawan masalahnya, karena dengan begitu ia akan tahu kalau masalah itu tidak selalu pahit.

Beberapa hari kemudian, MIA keluar dari sebuah restoran dengan wajah yang lebih segar dan ceria. Ia sudah memulai usaha baru dan belajar dari pengalaman sebelumnya dalam berwirausaha. Hutang-hutangnya terbayar dengan terjualnya investasi yang MIA miliki. Ia juga belajar kalau masalah bisa datang kapan saja, tapi itu tidak boleh membuatnya berputus asa dan menjadi beban pikiran.

MIA berjalan menuju café yang dikunjunginya, Chi Café. Tapi ketika dia lihat dan periksa ternyata café itu tidak ada lagi. Hanya ada toko bunga. Ketika ditanya kepada pejalan kaki yang lewat, katanya memang tidak ada Chi Café disekitar sana. MIA keheranan.

Seorang anak memanggilnya dan mengatakan kalau MIA cantik ketika mengucap kata “chi”. Kemudian dia tersadar, hanya dengan mengucapkan kata “chi” dia akan tersenyum tanpa ia sadari, dan membuatnya bahagia.

 

SC1. INT. DAPUR DI CAFÉ – SIANG

MELL, MIA

Snapshots MEMPERLIHATKAN SUASANA DAPUR DI CAFÉ: MEJA BAR YANG PENUH DENGAN GELAS YANG TERSUSUN RAPI, PIRING-PIRING YANG DITUMPUK, ALAT MEMBUAT KOPI, TEKO-TEKO KECIL TERTATA RAPI.

Dissolves suara alat-alat berbahan mudah pecah terdengar diiringi instrument ballad dari musik di café:

Sebuah cangkir diletakkan di atas meja bar. Air teh mengalir memenuhi cangkir itu. Tangan MELL mengambil cangkir (camera follow) kemudian terdengar suara bell pintu cafenya berbunyi, MELL melihat ke arah pintu.

Camera pan to MIA memasuki café dan duduk di salah satu kursi di depan meja bar.

 

MELL

Selamat datang di Chi Café (tersenyum ramah pada MIA sambil bejalan menghampiri)

Ada yang ingin anda pesan?

 

MIA

Kopi (dengan nada ketus)

 

MELL

Chi Café memiliki banyak (dipotong oleh MIA)

 

MIA

Kopi hitam, tanpa gula (dengan nada ketus dan geram)

Cut to:

Dissolves to MELL memegang secangkir kopi. (camera follow) MELL meletakkan secangkir kopi pesanan MIA di atas meja bar, di depan MIA.

 

MELL (OS)

Pesanan Anda

 

Camera pan to MELL memperhatikan MIA diam dan hanya memegang cangkir kopi di depannya. MIA memiliki lengkung hitam di bawah matanya, padahal ia akan terlihat cantik kalau tersenyum.

 

MELL

Anda tampak lelah. Chi Café mungkin bisa membantu jika anda ingin bercerita

 

MIA tidak menanggapi ucapan MELL. Merasa tidak dibutuhkan, MELL memilih mengelap cangkir-cangkir yang ada di meja bar. Samar-samar terdengar dering hape.

 

MIA (OS)

Just shut up you bitch, I don’t trust you anymore!

 

MELL langsung melihat ke arah MIA yang sudah berkutat dengan cangkir kopinya lagi dengan ekspresi yang lebih muram.

 

MELL

(Tersenyum pada MIA) Chi Café tidak mengizinkan tamu-tamunya untuk berbicara kasar.

(Berkata dengan nada tegas) Dan Anda sudah melakukannya

 

MIA

Sejak kapan café punya peraturan seperti itu? (bertanya dengan nada tidak peduli)

 

MELL

(Tersenyum) This’s Chi Café, not yours

(MIA terdiam dan tampak kesal) Chi Café mungkin bisa membantu jika anda ingin bercerita

 

MIA

(Masih menaruh atensi pada cangkir kopinya) Anda mengatakan hal yang sama dua kali, sis

 

MELL

MELL, panggil aku, MELL

 

MIA

(Melihat ke arah MELL yang masih tersenyum kemudian membuang napas)

(Dengan nada lirih) Aku berwirausaha dengan seorang teman. Sudah memiliki satu cabang di kota lain. Tapi temanku ini, dia berbuat curang dan membuat perusahaan bangkrut. Membawa lari semua uang dan menyisakan hutang yang banyak.

(Membuang napas pasrah) Hutang, usaha gagal, ngga ada yang bisa dilakuin

 

MELL terdiam. (Camera follow) Dia mengambil cangkir kopi MIA yang isinya sudah dingin. Tidak lama dia meletakkan cangkir serupa dengan isi yang baru.

 

MELL (OS)

Cicipilah, Chi Café memiliki kopi hitam terbaik

 

MIA mengambil cangkir kopi dan meminumnya. Rasa terbakar menjalari lidahnya begitu air kopi masuk ke dalam mulutnya. Ketika ia menelannya, barulah terasa pahitnya kopi hitam itu.

 

MELL

Seperti dirimu, kopi hitam itu sepahit masalahmu. (dengan nada lembut) Kau memiliki masalah, kau membuatnya menjadi beban, kau membuat masalahmu menguasai dirimu. Dan kau, meminum kopi hitam yang semakin membuat pening kepalamu.

 

MELL mengambil teko berwarna hitam yang ada di dekatnya. Dia menuangkan isinya ke dalam cangkir yang ternyata adalah susu.

 

MELL

Lawan pahitnya kopi dengan manisnya susu. (MELL menatap MIA) Maka kau akan tahu, betapa manisnya masalah hidupmu itu (tersenyum)

Long dissolve, Fade out-in to:

to be continued…

willyaaziza [ZMardha]

Penulis: 
    author

    Posting Terkait