Sehari Bersama Mas Dedy

396 views

Kamis, 9 Agustus 2012

Pagi ini aku bangun jam setengah 4, danpertama kali yang aku lakukan adalah mandi pagi. Lalu aku pergi ke pesantren untuk makan sahur. Aku pergi ke sana dengan Mas Dedy, Abdullah dan Taqi, karena Mas Farid menginap di sebuah SMP yang mengadakan pesantren kilat, ia menjadi panitia. Kami langsung makan sahur dan setelah itu pergi ke Masjid Nurul Iman, lalu menunggu waktu iqamah untuk memulai sholat Shubuh.

Selesai sholat shubuh aku langsung pulang, mengerjakan tugas sebentar, dan seperti biasa langsung tidur, karena nggak ada kawan jadi bawaannya ngantuk terus. Aku tidur sampai jam setengah delapan, dan aku lupa muraja’ah yang biasanya dilakukan jam tujuh. Aku bangun dan perut aku terasa sakit, lalu aku ke wc sebentar untuk buang air besar, dan ternyata perutku masih saja sakit sehingga aku tidur lagi untuk mengurangi rasa sakit yang kurasakan.

Aku bangun sekitar jam setengah sembilan dan Alhamdulillah sakit perut yang kurasakan sudah hilang dan aku duduk sebentar lalu aku ke kamar mandi dan berwudhu. Kemudian aku langung membaca al-Qur’an, setelah itu aku nonton tv sebentar. Oya, Mas Dedy mengajakku untuk ikut bersamanya ke pasar untuk servis motor  yang ia gunakan.

Ternyata lama juga ya servis motornya hingga dzuhur belum selesai juga, tapi karena tempatnya dekat dengan masjid, maka kami sholat berjamaah di masjid yang ada di pasar. Setelah semuanya selesai kami berdua langsung ke rumah temannya Mas Dedy untuk mengambil pelek motornya, karena kata Mas Dedy pelek motornya sudah bengkok sehingga perlu diganti. Setelah sampai di rumah temannya, aku dan Mas Dedy langsung pulang dengan membawa pelek itu. Aku di belakang memegangnya. Waaaah.. ternyata susah juga membawanya karena besar dan Mas Dedy membawa motornya dengan ngebut.

Perjalanan dari rumah teman Mas Dedy ke rumah media sangatlah jauh, sehingga membuatku capek memangku pelek itu. Tapi akhirnya kami sampai di Rumah Media (tempat pondokan santri ikhwan di Pesantren Media) dengan selamat, dan kami sampai saat itu sekitar jam setengah dua siang. Ketika sampai di rumah aku lihat Kak Farid sedang tidur kecapean, Mas Dedy langsung mandi sebentar dan berangkat lagi untuk mengajar kelas musik di daerah Bogor. Lalu aku istirahat sebentar dan mengerjakan tugas menulis dan tugas mencari berita. Sampai jam 3 aku sholat Ashar, lalu istirahat. Dan jam 5 mandi sore, lalu langsung ke masjid.

Singkat cerita, saat memasuki sholat Isya, aku tidak ke Masjid, tapi sholat di rumah, karena  entah mengapa perutku terasa sakit lagi, aku langsung minum obat, dan rencana yang awalnya mau ikut i’tikaf di masjid malam ini, ternyata tidak bisa, karena perut aku sakit, lalu sambil mengisi waktu aku mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru-guru di Pesantren Media.

Semakin lama Alhamdulillah sakit perut yang aku alami semakin berkurang, aku terus saja melanjutkan kegiatanku yaitu mengerjakan tugas bersama Kak Farid karena saat itu ia juga sedang mengerjakan tugas, ake mengerjakan tugas samapi larut malam, aku baru tidur jam 11 malam. Tapi saat itu sebenarnya aku belum merasa ngantuk, namun aku paksakan saja agar bisa tdur.

Akhirnya, lama mata ini memejamkan mata, akhirnya aku bisa tertidur dengan nyenyak hingga esok hari lagi. [Ahmad Khoirul Anam, Santri Kelas 1 SMA Pesantren Media]

Catatan: tulisan ini sebagai tugas menulis diary di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

diary menulis

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait

  1. author
    Hawari6 tahun agoBalas

    sepi bener, ya, ditinggal di rumah media sendirian…

Tinggalkan pesan