“Sebuah Teror”

501 views

Saaat aku berjalan menuju sekolah,aku melihat seorang cewek yang memakai baju seperti laki-laki ,yang berada diantara banyak cowok-cowok yang merokok. Tidak seperti biasanya, saat aku  pergi ke sekolah aku tidak melihat cewek yang seperti itu. Tapi,hari ini ada seorang cewek yang berani berteman dengan cowok dan berani memegang laki-laki yang bukan mahromnya. Aku pun berjalan di depan cewek tersebut dan banyaknya laki-laki. Cewek tersebut melihatku dengan sinis. Aku keget karena  ia berdiri dan berhenti di depanku.

“Hei! Cewek culun!!”Ucap cewek tersebut.

“I,ia a..a,ada.. a,p,pa ?”Jawabku takut.

“Ayo berikan uang lo pada gue,atau tidak lo akan mendapatkan hal-hal yang menakutkan. Contohnya,kau akan melihat orang yang tergeletak mati,tabrakan yang menyeramkan,dan satu lagi nyawamu akan hilang…!!”Ucap cewek tomboy tersebut.

Aku hanya diam dan tidak menjawab perkataan cewek tersebut.aku takut,dan aku pun berlari ke sekolah dengan  langkah yang cepat.setiba di sekolah,loceng pun berbunyi.

“tong…teng…tong…teng… ”bunyi lonceng.

Selama pelajaran aku tidak mendengarkan pelajaran,aku hanya merenungkan perkataan seorang cewek tersebut dan perkataan cewek tersebut membayang-bayang dalam benakku.aku tidak tahu harus berbuat apa.

“Tong…teng…tong…teng… ”Bunyi lonceng menandakan istirahat telah dimulai.

“Za…ke kantin yuk…”Ucap suara temanku.

“Duluan aja…gua lagi males keluar. ”Ucapku.

“Lo kenapa ?”Ucap teman yang bernama cassie.

“Gua nggak kenapa-kenapa… ”Ucapku.

“Beneran aja,gua lihat lo agak berubah,lo murung hari ini ”Kata temanku.

“Beneran,gua nggak bohong kok,santai aja. ”Ucapku.

“Yaudah kami pergi dulu,bye…”Ucap temanku,kecuali cassie.

Cassie hanya berdiri depanku.kepalaku merunduk,tetapi cassie mengangkat kepalaku kembali.

“Ada apa dengan  lo ?”Ucap cassie.

“M,m,m..nggak kenapa-kenapa kok…pish…… “Ucapku.

“Gua mengerti,lo pasti terbayang-bayang perkataan wanita tadikan ?”Ucap cassie.
Aku kaget,berarti selama di perjalanan kesekolah cassie melihatku.aku kembali merunduk,hatiku bercampur antara sedih,takut,dan senang karena ada orang yang bisa mengerti tentangku.

“Iya”Ucapku dengan nada sedih.

Lonceng pun berbunyi.semua siswa dan siswi pun kembali ke kelasnya masing-masing.kecuali aku dan cassie yang sudah berada sedari tadi di kelas.para guru-guru pergi ke kelas tempat mengajarnya.dan selama disekolah aku tidak ada mendengarkan guru mengajar.teman sekelasku Cassie melihatku dari tadi.badanku lesu nggak karuan.akhirnya acara ngajar mengajar pun selesai.aku hanya duduk dibangku dengan lesu,dan dari tadi juga Cassie melihatku.akhirnya Cassie pun datang.

“Lisy pulang yuk…!”Ajak Cassie kepadaku.

“Duluan aja,gua  lagi malas pulang”Ucapku.

“Eh…lo kenapa sih,?Udalah jangan dipikirkan”Ucap Cassie.

“yaudah,yuk kita pulang”ucapku.

Akhirnya,aku dan Cassie pun pulang. Selama di jalan,aku dan Cassie baik-baik saja. Tetapi,saat kami tiba di jalan raya. Terjadi kecelakaan yang membuat 2 orang tewas mengenaskan. Dan 3 orang lainnya luka parah. Kembali ingat dengan ancaman  cewek tomboy tersebut. Air mata yangku tahan pun jatuh,aku menangis. Aku melihat cewek tomboy tersebut di balik mobil yang terkena tabrakan. Ia berlari ke sebuah gang yang biasaku pakai untuk berjalan ke sekolah. Aku pun berlari dengan langkah yang cepat kerumah,Cassie yang berada di belakangku pun ikut berlari.

“Lisy,tunggu ! lo mau kemana ?”ucap Cassie.

Aku tak menghiraukan perkataan Cassie. Aku tetap berlari dengan sekuat mungkin dengan cepat. Cassie yang berada di balakangku tetap mengejarku.

“Lisy,tunggu ! lo mau kemana ?”ucap Cassie

Aku pun berhenti.

“Gua mau pulang,gua mau cepat pulang. Cass,nanti malam lo ada acara nggak ?”ucapku.

“Nggak,gua nggak ada acara.”ucap Cassie.

“Mmm…lo mau gak tidur di rumah gue selama 5 minggu ?”ucapku.

“Mmm…gimana ya ?, baiklah. Tapi,gua harus pulang dulu sebelum kerumah lo,gua mau berkemas dulu sebelum kerumah lo.”ucap Cassie

“Iya deh.”ucapku.

Setiba dirumah,aku segera tukar baju. Setelah tukar baju,aku langsung duduk di atas sofa dan menonton tv. Namun,saat aku menonton tv. Ada seseorang yang mengetuk pintu. Aku pun menjadi takut,aku berlari kecil ke arah pintu dan membuka gagang pintu,dan ternyata tidak ada seorang pun yang berada di luar.

“tuk..tuk..tuk..”bunyi suara tersebut.

“siapa ?. Ah,mungkin itu Cassie,masuk Cass.”ucapku.

Tidak seorang pun  menjawab panggilanku. Akhirnya,aku pun membuka kan pintu,namun tidak ada yang masuk. Namun,ada kotak kecil berada di atas lantai.

“Kotak ?. Dari siapa ?”ucapku.

Aku  pun membuka sih kotak tersebut,isi kotak tersebut adalah jantung ayam. Aku terkejut dan berteriak,saat itu datang Cassie.

“Ha..”ucapku.

“Ada apa ?”ucap Cassie.

“I,itu A,ada jantung ayam.”ucapku.

“Ha? Apa ? ada jantung ayam ?”ucap Cassie.

“I,iya.”ucapku.

Cassie pun membuka kotak tersebut,Cassie terkejut. Cassie membuang kotak tersebut ke dalam tempat sampah.

“Iya betul apa yang lo bilang,ayo masuk.”ucap Cassie.

“I,iya.”ucapku.

“Kita harus mengadukan ini kepada polisi !”ucap Cassie.

“Jangan,gua takut nanti terornya semakin banyak.”ucapku

“Hm..bagaimana kita menemui wanita tersebut ?”ucap Cassie.

“Betul,kalau kita menemui cewek tersebut,kita bisa berterus terang kepadanya.”ucapku.

“Iya,tapi kapan kita akan menemuinya ?”ucap Cassie.

“Bagaimana kalau sekarang ?”ucapku .

“Iya,sekarang saja kita menemui cewek tersebut.”ucap Cassie.

“Hm..aku ke kamar dulu.”ucapku.

“Iya cepat ya”ucap Cassie.

“Iya.”ucapku.

Ada sesuatu yang terjadi dikamarku. Yaitu,ada sebuah coretan di kaca yang bertuliskan “KAU AKAN MATI SEBENTAR LAGI !”. Aku kaget dan berteriak A sekeras mungkin. Datanglah Cassie yang memelukku.

“A,a,a !”ucapku.

“Lo kenapa ?”ucap Cassie.

“I,itu “ucapku.

Cassie pun melihat tulisan tersebut. Ia juga kaget,tetapi,Cassie tersenyum miring saat ia melihat tulisan tersebut.

“Apa jangan-jangan lo,yang membuat teror tersebut ?”ucapku

“Hahaha..iya,kenapa ? masalah ?”ucap Cassie dengan

“Lo jahat banget sih,gue gak nyangka ternyata lo yang ngelakuin semua ini”ucapku sambil berteriak.

“Trus kalau gua jahat emang kenapa ? masalah ?”ucap Cassie.

“Jadi,yang membuat teror ini siapa ?”ucapku.

“Oh,itu. Teror cewek tersebut nggak bakalan terjadi kalau gua nggak ngelakuin ini !”ucap Cassie.

“Jadi,selama ini teror yang cewek bilang tersebut hanya bohongan doang dan lo yang ngelakuin teror ini.”ucapku.

“Iya,dan sekarang lo harus mati ditangan gua !!”ucap Cassie.

“Ha,jangan-jangan”ucapku dengan nada takut.

“Sekarang lo harus mati di tangan gua.”ucap Cassie.

Tapi,handphone yang berada di saku belakangku berbunyi dan tidak sengaja tertekan dan mengangkat telepon dari seseorang,dan orang tersebut mendengar percakapanku dengan Cassie,orang tersebut menelepon polisi. Polisi pun datang dan menangkap Cassie. [Alifa Nurul Fajrika, santriwati kelas 1 jenjang SMP]

fiksi teror

Penulis: 
author
Santriwati Pesantren Media, angkatan kedua jenjang SMA. Blog : http://santrilucu.wordpress.com/ Twitter : @az_muhaira email : iraazzahra28@ymail.com Facebook : Muhaira az-Zahra. Lahir di Bogor pada bulan Muharram.

Posting Terkait