Sebuah Kisah di Sekolah

583 views

Di kelas 8 C terkenal dengan siswanya yang bergeng-geng, ada geng yang orang-orangnya pinter-pinter, terus ada geng yang orang-orangnya kaya-kaya, terus ada geng yang orangny alay-alay. Nah, terus ada geng yang orangnya alim-alim (maksudnya alim-alim adalah orang-orangnya itu pake kerudung semua). Azizah adalah termasuk geng yang alim-alim. Nama Geng Azizah adalah Aisyah Balqisha Umairah tapi seringnya geng ini dipanggil geng Humairah Sebenarnya Azizah sangat tidak suka dengan adanya geng-gengan seperti ini. Semua geng-geng ini dipimpin oleh salah satu geng yang dari Ikhwan yaitu geng orang-orang terkenal.

Suatu hari..

Ketika waktu istirahat Geng Humairah pergi ke kantin sekolahnya bersama anggotanya , mereka pun duduk. Azizah duduk paling depan sebelah kanan. Tiba-tiba geng yang anggotanya centil-centil datang (geng centil itu yang geng cantik, sebenarnya sih anggotnya biasa-biasa saja hanya ketuanya saja yang cantik, itu pun tidak terlalu cantik)

“Hy, orang-orang sok alim!” ejek  Nabilah si ketua geng centil, kepada kami.  Aisyah yang berada di hadapanku pun ingin mendorong Nabilah, taipi untung saja ada Fathimah yang berada disampingnya.

“Udah Syah gak usah ditanggapin” bisik Fathimah kepada Aisyah. Kami pun hanya diam.

“Kalian takut sama kami”Kata salah satu anggota geng centil itu. Kami pun hanya diam. Mereka pun tertawa terbahak-bahak. Kami pun melanjutkan makan kami plus dengan cabe yang pedas dari mulut orang tak berguna itu. Aku pun sengaja tidak menghabiskan jus jerukku karena aku ingin menumpahkannya ke rambut Nabilah.

Setelah beberapa saat aku pun berdiri dan”buarr” jus itu kutumpahkan pas di atas kepala Nabilah. Nabilah pun kaget. Dan merebut minuman dari tangan Aisyah lalu “buar” Nabilah pun balik menumpahkannya dia tas lerudungku. Lalu Aisyah  bangkit dari duduknya..

“Apa-apaan sih lho?” kata Aisyah sambil mendorong bahu Nabilah.

“eh, liat dong siapa yang pertama kali nyiram rambut gue? Teman lho kan?” kata Nabilah sambil mendorong Aisyah. Pertengkarang pun di mulai. Aisyah dan Nabilah pun adu mulut. Tiba-tiba Fadil datang dengan gengnya(Geng Fadil adalah ketua semua geng).

“Kenapa ini? “Kata Fadil dengan tegas. Lalu Nabilah segera mendekat dengan Fadil dan memegang tangannnya, sambil berkata

“Fadill, liat deh rambut aku kena jus. Tuh, gara-gara geng alim. Kasih hukuman Dill” kata Nabilah dengan manja, tapi Fadil hanya diam dan melihat Azizah saja yang sedang membersihkan kerudungnya yang dibantu Miftha . Lalu Fadil pun mendekat dengan Azizah. Dan ikut membersihkankerudung Azizah. Tetapi Aisyah,

“Makasih Dill” kata Azizah sambil beranjak dari  kurisi yang ia duduki, sambil menarik tangan Miftah, lalu Miftah menarik tangan Dina lalu Dina menarik tanganAsma lalu Asma menarik tangan  Fathimah dan Fathimah menarik tangan Aisyah. Tetapi Aisyah menolaknya.

“Aisyah ayo pergi!”kata Fathimah yang sedikit berteriak.

“duluan aja!”kata Aisyah. Lalu Aisyah mendekat dengan Nabilah. Lalu berkata,

“eh,jangan sok deh lo, mentang-mentang geng centil,memang cewe murahan!”kata Aisyah dan langsungg pergi meninggalkan Nabilah yang bawel.

“Eh,Zah?” kata Fadil yang sambil berlari menuju Azizah.  Azizah pun berpaling.

“em, lo gak papakan?” kata Fadil sambil memegang kepala Azizah.

“Apaan sih lo Dil! Kita itu bukan mahrom!” kata Azizah dengan muka kesal.

“Dah, Ah yo pergi!” kata Fathimah yang mengajak gengnya.

“Tapi Zah?”kata Fadil sambil mengangkat tangannya.

Tetapi Azizah mengabaikannya dan meninggalkan Fadil. Fadil pun pergi menuju gengnya. Dan berbicara dengan Nabila!

“eh, Bil. Jadi orang jangan gitu donk, jangan mentang-mentang lo geng yang terpupeler di sekolah ini, lo bisa aja gue hentikan geng lo, kayak geng centil sebelumnya!” kata Fadil yang marah kepada geng centil.

“Fadill! Seharusnya lo ngebelain kami dong . eh, malah ngebelain geng gak jelas itu!” kata Nabilah dengan muka sombongnya itu.

“Apa kata lo?” kata Fadil yang ingin menonjok bibir Nabila. Tapi untung ada Ihsan yang memegang tangan Fadil.

“udah Dil, kalo lo nonjok tu nyai ronggeng. Bakalan patal Dil.

“Awas aja lo Bil” suara hati Fadil []

[Saknah Reza Putri, santriwati angkatan pertama jenjang SMP, Pesantren Media]

Catatan: cerpen ini adalah bagian dari tugas menulis di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

Gambar dari sini

KOMENTAR: Cerpen karya Saknah Reza Putri ini alurnya masih biasa-biasa saja. Isi pesannya pun masih belum kuat jika diukur dengan syiar Islam. Masih sebatas cerita biasa. Teruslah berlatih untuk menghasilkan karya yang tidak saja bagus secara teknis, tetapi juga kuat pesan dakwahnya.

O. Solihin
Instruktur Kelas Menulis Kreatif

cerpen fiksi pesantren media santri sekolah

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait