Sebatas Bayangan

373 views

Hari senin selalu saja menjadi hari yang aku benci. Menjelang pagi seisi rumah sudah harus di sibukan dengan persiapan ini, itu, yang di saat semua orang masih nyaman di balik selimutnya. hanya untuk sekejap saja menenggelamkan mata menyatu dengan mimpi. Lima menit saja, rasanya kami harus sudah siap untuk mengikuti upacara bendera yang menyebalkan ditambah harus mengikuti ritual setiap hari senin. I hate Monday.

“ Melody buruan dong sayang, nanti kamu telat lo ke sekolahnya” panggil bunda dari dapur.

“ Iya bun” menuruni anak tangga dengan malasnya.

pagi itu bukan lagi hari yang menyenangkan untuk seorang gadis seperti Melody. Semua hari yang di laluinnya menjadi suram. Seperti berada di jaman peradapan. Dan dunia seakan berputar memperlambat keadaan.

“ kenapa sih ko enggak semangat banget hari ini?” ucap bunda sambil meletakan segela susu di depannya.

“ ah, Bunda kaya ga tau Melody aja, hari ini hari apa coba Bun?” ocehnnya.

Bunda tersenyum.

Panas yang sangat terik dan menyengat tak bisa lagi terelakkan, matahari yang tak bersahabat melengkapi hari Melody yang menyebalkan. Jarum jam sudah menunjukan 06.30 tapi Melody masih saja duduk santai dibangku halte sambil membaca komik. Bus yang menuju sekolahnya sudah beberapa yang lewat di depan halte, tempat Melody menunggu. Hanya tinggal satu bus lagi yang akan melewati halte tersebut. Kalau tidak cepat Melody bisa terlambat!

****

“ Melody!” panggil Miss Sekar

“ eh, Miss Sekar, ada apa Miss?” jawab Melody

“ kamu datang terlambat lagi”

“ hehehe iya miss, habis tadi bisnya lama sih” jawab melody bohong

***

“ Melody, alasan apa lagi yang ingin kamu berikan? “ Miss Sekar menghela nafas.

“ Sayakan sudah berikan alasannya Miss ” jawabnya santai

“Bisa tidak kamu tidak membantah perkataan Miss”

“ Kan Miss yang nanya, berarti harus di jawab kata bun…da.. “

“ Melody cukup!!” jawab Miss Sekar tegas

“Maafkan saya Miss”

“ Ah sudahlah ! biar saya bicarakan saja dengan kepala sekolah hukuman apa yang pantas atas kelakuan dan keterlambatanmu ini. Karena sekolah ini bukan tempat untuk anak-anak sering terlambat“

Melody mengangguk pasrah.

“ Kamu boleh pergi sekarang dari ruangan saya “ kata Miss Sekar.

“ permisi Miss”

***

Langkah kakinya semakin berat menuju kelas. Di tambah lagi jam pertama adalah jam pelajaran pak Wiston. Siapa saja yang terlambat datang pada jam pelajarannya tak akan di beri toleransi apapun alasanya. Aku tak berniat ingin masuk ke kelasku “sudah terlambat kenapa tak diteruskan saja?” pikirku. Kakiku berbalik arah menuju kantin. tampa sengaja aku menabrak seseorang “kau?”.

bersambung..

fiksi karya santri Sebatas Bayangan

author
Chairunisa Bayu Parameswari | Santriwati Pesantren MEDIA, angkatan ke-2, kelas 3 SMA.

Posting Terkait