Pilih mana: Sehat atau Sakit?

806 views

Sehat. Ya, penulis rasa hampir semua orang ingin kondisi tubuhnya sehat. Siapa coba yang nggak mau sehat? Siapa yang nggak ingin badannya bugar dan awet muda? Hmm… kalau awet muda sih kayaknya tiap orang juga mau. Hehe. Tapi sehat juga harus dong! Setiap orang pasti nggak ingin badannya sakit  (termasuk penulis). Tapi faktanya, ada juga loh orang yang justru ingin sakit padahal body  dia fine-fine aja. Beberapa teman penulis misalnya. Bahkan ada yang sampe ingin dirawat di UGD. Ngakunya sih, bosen jadi orang sehat. Apa kalian termasuk tipe orang kayak gini? Haduh… jangan deh! Suer! Lebih parahnya, banyak juga loh orang yang justru ingin mati sekalian. ><

Kematian memang akan kita alami. Pasti. Setiap manusia akan menemui ajalnya. Hewan dan tumbuhan juga sama. Udah berapa banyak pohon singkong di kebun pak RT yang mati? Loh kok jadi nyambung ke situ. It’s just kidding, right? Hoho!

Namun, bukan berarti kita hidup malah dibuat sakit karena ingin cepat mati. Atau malah nyakitin orang. Jangan sampe deh! Emangnya hidup cuma buat numpang tidur doang? Nggaklah! Allah Swt yang udah menciptakan dan menempatkan kita di bumi punya tujuan tersendiri. Manusia tinggal di bumi untuk beribadah kepada Allah Swt dan menjadi khalifah (pemimpin). So, impossible banget kan kalau kita hidup cuma buat seneng-seneng doang? Rugi!

Nah, udah enak punya badan sehat kok maunya sakit? Harusnya bersyukur sama  Allah Swt. Dia-lah yang telah memberikan kita nikmat Islam, nikmat iman dan nikmat sehat.  Ketahuilah bahwa sakit yang dialami oleh kita, itu merupakan ujian dari-Nya. Dengan ujian itu akan menentukan apakah kita termasuk orang yang sabar atau nggak. Akan meningkatkan derajat kita atau nggak nantinya. Catet tuh! Masih mau ngelak juga? Haduhh…

Sayangnya, banyak orang yang baru sadar nikmatnya sehat kalau pas sakit. Sementara kalau lagi sehat, makan apa aja jadi (yang layak dimakan ya) tanpa memikirkan apakah yang kita lakukan itu baik atau nggak. Makanannya cocok atau nggak sama tubuh kita. Eh, ternyata bisa bikin sakit. Ujung-ujung ya minimal baringan di kasur kamar sambil lihatin jendela. Loh kok! Atau baringan sambil main BB, FB, twitter, ask.fm atau jejaring sosial lainnya. Hayo! Makannya cuma bubur doang. Udah gitu buburnya nggak pake ayam, kerupuk, bawang goreng, kacang, sambal, daun seledri atau daun bawang (jadi pengen makan bubur Cianjur deh). Duh… lengkap sudah. Atau malah masuk UGD. Oh no way!

Kalau lagi sakit, aktivitas jadi terhambat dan produktivitas berkurang, lidah nggak enak makan, tidur nggak nyenyak, nggak bisa jalan bareng temen, ketinggalan pelajaran sekolah. Belum lagi biaya obat yang asli mahal banget! Parahnya, sampe ada yang gara-gara sakit kepala doang, sampe nggak sholat. Padahal kan kalau pun lagi sakit tetep harus, kudu end wajib sholat. Kalau nggak kuat berdiri bisa duduk, berbaring atau kalau sakitnya parah banget bisa dengan isyarat mata. Jadi jangan jadiin sakit sebagai alasan kita meninggalkan perintah Allah ya. Naudzubillahi min dzalik! Eh, ada juga loh yang bilang kalau lagi sakit itu uang jajannya dikurangin sama bonyok alias bokap nyokap. Tuh kan sakit itu nggak enak? Tapi kalau ibadahnya tetep jalan ya!

Beda banget kan kalau badan lagi sehat. Bisa beraktivitas. Beribadah, berdakwah, jalan bareng sama temen, pergi ke sekolah, bantu beresin rumah, ngerjain tugas dan lain-lain. Masih nggak mau sehat? Haduh… kenapa sih? Banyak orang yang bilang kalau lagi sakit itu enak karena lebih diperhatiin sama orang. Sama ibu, bapak, ade, kakak, nenek, kakek, paman (semua aja sebutin, haha). Atau dijenguk sama temen satu sekolahan. Waduh banyak banget!

Nah, sekarang pilih mana sehat atau sakit? Yang pilih sehat berarti sehati sama penulis! Jangan lupa jaga kesehatan ya! HAMASAH! ^^

[Siti Muhaira, santriwati kelas 2 jenjang SMA, Pesantren Media]

Nikmat Allah sakit Sehat Syukur

Penulis: 
author
Santriwati Pesantren Media, angkatan kedua jenjang SMA. Blog : http://santrilucu.wordpress.com/ Twitter : @az_muhaira email : iraazzahra28@ymail.com Facebook : Muhaira az-Zahra. Lahir di Bogor pada bulan Muharram.

Posting Terkait