Perjalanan yang Melelahkan

527 views

Hari ini waktunya  kami  diperbolehkan  pulang  kampung. Tepatnya  Senin 6 Agustus 2012. Khususnya  Santri  yang  rumahnya masih di dalam Pulau Jawa,  termasuk  aku.  Kalo Santri yang rumahnya luar Jawa  sudah pulang  hari Sabtu tanggal 4 Agustus. Memang agak cepat dua hari dari kami, karena mereka rumahnya jauh, ada juga yang pesan tiketnya hari sabtu kemarin, terus Ustadz Umar memutuskan untuk mendahulukan mereka. Seandainya aku pesan tiketnya hari Sabtu, hari ini sudah kumpul sama keluarga. Sudahlah jangan mengandai-andai.

Oke, hari ini aku harus menyiapkan barang- barang yang harus aku bawa. Pakaian, alat mandi, alat tulis, dan yang paling penting laptop. Wah kalo lupa nggak bawa laptop nggak bisa ngerjain tugas-tugas yang diberikan pengajar Pesantren, nanti jadi berabe.

Barang-barang sudah siap dibawa, jarum jam juga sudah menunjuk angka 11:00, kami harus bergegas berangkat nanti tertinggal bus yang sudah kami pesan. Sebenarnya jadwal  keberangkatan  bus kami  jam 13:00, tapi kami disarankan Ustadz  Umar  untuk berangkat dua jam sebelum keberangkatan busnya, agar tidak tertinggal bus yang sudah kami pesan.

Sebelum kami meninggalkan Rumah Media (pondokan santri ikhwan), kami pamitan sama Om Dedy dan Anam. Kak Farid sudah dari tadi pagi nggak kelihatan. Katanya sih ada acara pesantren kilat di SMP, ya sudah aku dah pamitan tadi pagi. Sekarang kami tinggal pamitan sama Ustadz Umar, terus dilanjut naik Angkot 03 dari koprasi.

Sampai di pom bensin Panaragan aku lansung turun, Hawari nggak turun, dia mau ke Botani dulu, mau beli Buku. Tapi sebelum dia pergi, aku wanti-wanti  supaya nggak lama-lama. Setelah menunggu cukup lama akhirnya datang tepat waktu juga.

Pukul  satu lebih bus yang kami naiki akhirnya mulai memutar  roda-rodanya. Setelah beberapa kilometer bus melaju, sepertinya ada yang kurang. O.. iya, kami belum berdoa naek kendaraan. Kami  langsung berdoa sendiri-sendiri.

Tidak terasa kami sudah menempuh perjalanan selema 4 jam. Dan itu baru sampai Bekasi, karena busnya harus ngambil penumpang di agen-agen. Awalnya  kami kira busnya cuma ngambil di Bogor, ternyata ngambilnya di Depok, Jakarta Timur, Bekasi, terus Karawang.

Setelah menempuh perjalanan selama 8 jam, akhirnya bus yang kami naiki berhenti di sebuah rumah makan. Awalnya kami hanya duduk di luar, ingin masuk mau makan takut harganya mahal. Tapi perut kami terus minta diisi, kalau tidak makan karena harganya mahal, nanti malah sakit, terus nggak jadi liburan penuh di rumah, nanti liburannya di rumah sakit. Kami tidak mau mengambil resiko di akhir nanti, kami lansung masuk ke rumah makan tersebut, nggak tahunya makannya gratis coy. Aku langsung ngambil nasi tiga centong, ikan satu potong tapi yang gede, sama mie. Hawari nggak tahu ngambil apa aja, mungkin dia sama aku, tapi porsinya agak dikit. Setelah makan, kami langsung wudhu, karena tadi belum solat. Kami solat di dalam bus. Setelah selesai solat kami melakukan sesuatu yang tidak membuat bosan.

Sekarang sudah jam 03:00, kami sudah sampai Sukorejo, berarti perjalanan kurang 1 jam. Kami mengisi perjalanan yang tersisa ini untuk sahur seadanya, cukup dengan air putih yang isinya masih setengah botol, dan roti secukupnya.

Setelah menempuh perjalanan 15 jam lamanya, akhirnya kami sudah sampai di kota Temanggung. Sampai di terminal lama, kami sudah ditunggu sejak tadi malam. Mareka lansung menyambut kedatangan kami dengan senang. Mereka langsung membawakan barang-barang yang kami bawa. Mereka mengantarkan kami dengan dua motor, aku satu Hawari satu. Kami merasakan udara pagi di Temanggung ini seperti di dalam frezer, dinginnya minta ampun.

Alhamdulillah sebelum subuh kami sudah sampai rumah. [ Dihya Musa AR, santri Pesantren Media, kelas 1 SMA]

Catatan: tulisan ini sebagai tugas menulis catatan perjalanan/diary di kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media.

diary menulis

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait

  1. author
    Hawari6 tahun agoBalas

    hihihihi….. weleh, ternyata isi kepala kita hampir sama, yo, selama perjalanan tu!

Tinggalkan pesan