“Penghargaan Kesatria Salib Agung Dari Ratu Inggris Untuk SBY”

525 views

Liputan Khusus Diskusi Aktual Pesantren Media Rabu, 7 November 2012

Pada hari Rabu, 7 November 2012, Pesantren Media kembali mengadakan diskusi aktual. Acara dimulai pada pukul 10.30 WIB, dan bertempatkan di lantai dasar gedung Pesantren Media. Seperti pada diskusi-diskusi sebelumnya, Ustad Umar Abdullah menjadi pemimpin diskusi, sementara Ustad O. Sholihin menjadi pembimbing acara diskusi ini. Notulen yang ditunjuk kali ini adalah Hawari, santri yang berasal dari Temanggung.

Diskusi dibuka dengan salam dan pujian kepada Allah s.w.t dan shalawat terhadap Nabi Muhammad s.a.w, kemudian dilanjutkan dengan pencarian makna dari penghargaan Kesatria Salib Agung di Internet. Pencarian tidak berlangsung sebentar, namun sayang tidak ada yang dapat menemukan arti dari Kesatria Salib Agung secara spesifik.

Sesi berikutnya adalah sesi pertanyaan. Dari sesi ini, 7 pertanyaan pun dapat dikumpulkan.

Novia:   “Kenapa SBY mau menerima penghargaan tersebut?”

Wigati: “Apa yang menyebabkan Ratu Inggris memberikan penghargaan itu kepada SBY?”

Dini:       “Apa yang diinginkan Ratu Inggris dengan menyerahkan penghargaan tersebut pada SBY, dan adakah konspirasi di baliknya?”

Via:        “Apa yang dimaksud dengan Kesatria Salib Agung?”

Cylpa:    “Apakah boleh seorang pemimpin negeri Islam mendapat penghargaan dari negeri kafir?”

Hawari: “Apakah dengan dianugerahkannya Kesatria Salib Agung menunjukkan bahwa SBY berperan dalam kristenisasi?”

Putri:       “Bagaimana pandangan masyarakat tentang penghargaan yang diberikan kepada SBY tersebut?”

Sesi bertanya ditutup, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang pertama dijawab kali ini adalah pertanyaan dari Via, apakah yang dimaksud dengan Kesatria Salib Agung?

Ustad Umar menyuruh salah satu santri untuk mencari sebanyak-banyaknya tentang Kesatria Salib Agung. Namun, nampaknya informasi yang didapat pun masih belum cukup jelas untuk dianalisa. Akhirnya, Ustad Umar pun hanya menjelaskan sedikit yang beliau ketahui tentang Kesatria Salib Agung.

“Di sekitar tahun 1000 M, Inggris termasuk Negara yang paling kuat dalam menggencarkan Perang Salib, terutama pada masa Richard The Lion Heart. Ini adalah pada masa Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi, dari kesultanan Mesir dan Syam. Inggris-lah yang mensponsori Perang Salib tersebut, hanya perlu diingat bahwa Pasukan Salib saat itu bukanlah yang pertama, namun sudah hampir yang terakhir, yang akhirnya dikalahkan oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi.

“Jadi tidak heran jika Inggris memberikan gelar-gelar penghargaan dengan gelar salib, namun saya tidak menyangka dengan gelar Salib Agung, karena yang dinamakan Salib Agung adalah salib yang ada di Yerussalem. Dulu, saat Sultan Shalahuddin berhasil mengalahkan Pasukan Salib dari Perancis, Salib Agung –yakni salib yang besar- saya lupa apakah dikembalikan ke tempatnya atau dibawa oleh Pasukan Salib, tapi kemungkinan besar dikembalikan ke tempatnya. Itulah yang disebut dengan Salib Agung.

“Ada juga Kesatria Templar. Kesatria Templar ini dulu adalah pasukan Kristen. Namun saat para kesatria ini bersentuhan dengan paham-paham satanik, mereka pun berubah menjadi pengikut setan, pengikut Dajjal. Konon, Kesatria Templar inilah yang menjadi awal mula Iluminati, organisasi rahasia yang sebenarnya sudah tidak rahasia lagi.

“Ada yang sudah mendapatkan informasi tentang Knight Grand Cross? Karena, kita tidak boleh salah dalam melihat fakta yang ada.”

Tapi tampaknya tidak ada satu pun peserta diskusi yang menemukan jawaban yang memuaskan. Kebanyakan hanya menemukan peringkat-peringkat penghargaan yang pernah dianugerahkan oleh Kerajaan Inggris, dan Knigt Grand Cross in The Order of Bath (gelar yang diberikan kepada SBY) adalah peringkat yang tertinggi. Namun tetap saja tidak ada yang menemukan fakta-fakta lainnya yang dapat membantu analisa. Diskusi pun dilanjutkan dengan menganalisa dari fakta-fakta dan sejarah yang selama ini kami pernah ketahui dan pelajari.

Namun, dari yang didapatkan dari situs Arrahmah.com, SBY mendapat gelar ini karena berprestasi dalam membiarkan tumbuhnya Ahmadiyah dan merebaknya gereja liar di Indonesia. Namun, menurut Ustad Umar, berita-berita dari Arrahmah.com banyak yang perlu diklarifikasi ulang kevalidannya karena kebanyakan berita dari situs tersebut dianggap berlebihan dan lebih mengedepankan opini.

“Baik, yang pasti, Kesatria Salib Agung ini tentu kesatria untuk negara Kristen. Kesatrai sendiri adalah semacam pendekar/pahlawan yang dianggap berjasa lalu dia diberi pangkat dari kerajaan Kristen. Nah, Inggris itu termasuk negara Kristen. Bahkan sampai awal abad ke 20, Inggris memimpin bersama Prancis memimpin negara-negara Kristen di Eropa. Saya sedang berfikir keras ini. Saya hanya mengaitkan dengan memori sejarah yang pernah saya pelajari. Itu tadi yang pertama. Dan yang kedua, sama seperti tadi. Meski ada peringkat-peringkat seperti Order of Bath, dan sebagainya, tetap saja itu julukan kesatria dari negara Kristen. Seseorang yang dianggap berjasa dalam bidang tertentu. Sementara untuk apa, kita nggak tahu.

“Baik, pertanyaan selanjutnya.”

Pertanyaan selanjutnya yang hendak kami diskusikan adalah pertanyaan dari Novia; Kenapa SBY mau menerima penghargaan tersebut? Ustad Umar mempersilahkan jika ada santri yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Karena tidak ada yang dapat menjawab, diskusi pun dilanjutkan dengan penjelasan Ustad Umar.

“Pertama, sebagaimana Pak Soeharto dulu, dia tidak memiliki pertimbangan kecuali satu saja, yakni: semakin banyak penghargaan, seolah-olah itu sebuah keberhasilan. Penghargaan dari mana saja. Yang kedua, bagaimanapun, Inggris masih merupakan negara besar, meski kini sudah ditinggal jauh oleh Jerman secara perekonomian. Tapi bagaimanapun Inggris masih negara besar, sehingga saat ada penghargaan-penghargaan tersebut, negara yang masih berkembang pasti senang. Orang itu senang dengan segala penghargaan jika orang tersebut tidak memiliki idealisme. Bagi SBY, menerima penghargaan tersebut dapat menaikkan entah grade-nya atau grade negaranya di mata negara-negara Eropa, setidaknya di mata Inggris.. Baik, pertanyaan selanjutnya yang dari Wigati?”

Apa yang menyebabkan Ratu Inggris memberikan penghargaan itu kepada SBY?

“Baik, jaman sekarang ini, tidak ada yang gratis. Kalian ke warteg pun, tidak gratis, kan? Lalu apa sebenarnya yang diinginkan oleh kerajaan Inggris? Terus terang kalau saya melihat, kalau masalah kristenisasi di Indonesia itu tetap berjalan. Tetap dibolehkan, hanya saja saya tidak melihat kepentingan Inggris terhadap Kristen. Kalau Roma jelas iya, tapi selama ini saya perhatikan Inggris tidak lagi identik dengan Kristen. Sehingga apakah ini berkaitan dengan kristenisasi di Indonesia, silahkan ada yang ingin berpendapat?”

Karena tidak ada lagi yang ingin berpendapat, Ustad Umar kembali meneruskan kalimatnya.

“Dalam kristenisasi, yang hebat disini malah Gus Dur. Jika ini ada hubungannya dengan kristenisasi, seharusnya dahulu Gus Dur juga diberi penghargaan yang sama. Dalam pemerintahan Gus Dur, justru Islam yang ditekan. Apapun yang ada dalam Islam itu seolah semuanya salah, dan segala yang di luar Islam itulah yang benar. Itulah Gus Dur. Dia bukan orang Islam menurut saya. Dia itu orang kafir, munafik! Menurut apa yang dilakukan, memang seperti itulah adanya. Bukan Islam yang dibela, malah justru selain Islam yang dibela. Maka jika gelar tersebut ada hubungannya dengan kristenisasi, maka Gus Dur lah yang lebih pantas mendapatkan gelar tersebut.

“Jadi kesimpulannya, Inggris tidak lagi begitu peduli dengan kepentingan agama, karena kini negara itu pun sudah menjadi negara sekuler. Sangat-sangat sekuler.

“Kembali ke pertanyaan Wigati. Apa tujuan dari penganugerahan gelar ini? Yang jelas, perekonomian Inggris sekarang ini sedang mengalami keguncangan. Setelah kemarin Yunani, kemudian Italia, dan kini Spanyol yang sedang gunjang-ganjing. Tahu spanyol? Separuh nyolong[1], hahaha…

“Apa yang diinginkan Inggris? Tentu saja kepentingan ekonomi! Beberapa saat setelah penganugerahan gelar tersebut, SBY memberitahukan/menawarkan kemudahan-kemudahan bagi investor asing Inggris untuk berinvestasi di Indonesia. Jadi yang diberikan Ratu Inggris itu hanya sedikit, namun yang didapatkan adalah hasil yang banyak. Inggris membutuhkan banyak bahan baku, dan yang paling penting, Indonesia merupakan pasar yang luar biasa. Handphone semahal apapun pasti laku di Indonesia. Benda elektronik apapun yang terbaru segera laku habis di Indonesia. Dan yang paling menguntungkan perusahaan-perusahaan tersebut adalah jumlah rakyat Indonesia yang sangat banyak, sehingga dengan pemasaran yang baik dapat mengeruk keuntungan yang sangat besar dari jumlah konsumer yang sangat banyak di Indonesia. Jadi program KB (keluarga berencana) itu sebenarnya salah. KB membatasi jumlah penduduk, sementara jika sebuah negara memiliki penduduk yang banyak, dapat menciptakan pasar yang luas lagi menguntungkan. Ujung-ujungnya duit. Inggris sebenarnya memiliki tujuan utama, yakni kepentingan ekonomi.

“Itulah yang disebut mutaba’ah. Kita sebagai orang media harus mengikuti berita setiap hari, agar kita tidak kecolongan informasi. Baik, kita beralih ke pertanyaan selanjutnya. Pertanyaan Hawari tadi apa?”

Apakah dengan dianugerahkannya Kesatria Salib Agung menunjukkan bahwa SBY berperan dalam kristenisasi?

“Tadi sudah terjawab. Pertanyaan selanjutnya yang dari Cylpa?”

Apakah boleh seorang pemimpin negeri Islam mendapat penghargaan dari negeri kafir?

“Ada yang dapat menjawab?” Seorang santri mengangkat tangan. “Baik, apa Musa?”

“Karena, orang kafir tidak boleh diikuti.” Jawab Musa.

“Oke, tapi masih kurang tepat. Baik. Kalian masih ingat ayat; wa lan tardhaa ‘ankal yahuudu walan nashaara hatta tattabi’a millatahum. Tidak akan rela orang Yahudi dan Nasrani hingga kalian mengikuti millah (ajaran) mereka. Jika seseorang sudah diberi penghargaan oleh Yahudi dan Nashrani, maka orang tersebut sudah sesuai dengan millah mereka. Artinya apa? SBY sudah berjalan sesuai dengan track record yang diinginkan oleh Inggris, dan ini jelas berbahaya. Jadi kalau secara hukumnya tidak boleh, haram.

“Penghargaan yang boleh kita terima adalah jika penghargaan tersebut bersifat universal. Apa universal? Sains dan teknologi. Penghargaan yang berkaitan dengan sains dan teknologi diperbolehkan. Sebagai contoh revolusi digital, revolusi industri dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt, semua itu diperbolehkan.

“Baik, sepertinya semua pertanyaan sudah terjawab. Jadi kesimpulannya, pengharagaan tersebut tidak ada hubungannya dengan sebuah ideologi atau agama. Ini semua urusan ekonomi. Inggris ingin mendapatkan banyak dari SBY. Menurut hukum kenegaraan di Indonesia, SBY sudah tidak bisa menjabat lagi menjadi presiden lagi karena dia sudah menjabat dua kali, dan negara-negara yang hendak mengambil keuntungan dari kepemerintahan SBY tinggal memiliki 2 tahun untuk membodohi bangsa ini. Dan janji beserta penghargaan dari Ratu Inggris itu semuanya gombal, omong kosong!”

Semua pertanyaan sudah terjawab, dan diskusi pun berakhir pada pukul 11.50.

[Hawari, @hawari88, santri angkatan kedua jenjang SMA di Pesantren Media]

Catatan: tulisan ini adalah sebagai tugas menjadi notulen pada diskusi.


[1] Setengah mencuri (Bahasa Jawa) -sekedar intermezzo-

aktual diskusi aktual kesatria salib agung SBY

Penulis: 
author
Hawari, santri angkatan ke-2 jenjang SMA di Pesantren Media | Blog pribadi: http://downfromdream.tumblr.com | Twitter: @hawari88

Posting Terkait