Pemuda Pemalak

193 views

Aku menjauh dari sebuah gang kecil, berjalan mundur beberapa langkah dengan wajah ketakutan, ‘’hey bocah mana uangmu…!’’ kata seorang pemuda sma dengan kasar.

‘’jangan bang…!’’

‘’cepat ..!’’ kata pemuda kasar sambil memeriksa saku-saku di celanaku.

‘’gitu aja susah..!’’ sambil membawa uang yg ada di saku celanaku.

Aku segera berlari dengan perasaan jengkel kearah rumahku, akhir-akhir ini anak smp sepertiku sering di palak hingga tak sedikit yg meresa resah.

***

 

Hembusan angin pagi yang menampar wajahku, sambil melamun aku menggayuh pedal sepedaku menuju sekolah, tidak ada yg kupikirkan selain kejadian sepulang sekolah kemarin, ‘’huh..’’ kataku menggerutu karena aku harus memakai jalan yg lebih jauh untuk menuju sekolah, tidak lama aku pun sampai di depan gerbang sekolah yg jaraknya beberapa meter lagi, kuputuskan untuk menuntun saja sepedaku, anak-anak lain yg mulai ramai memasuki gerbang sekolah, setelah sampai di halaman depan aku pun segera memarkirkan sepedaku dan langsung masuk kelas, tepat beberapa detik setelah aku duduk di kursiku bel masuk pun berbunyi. Pelajaran pun dimulai.

‘’Anak-anak…hari ini bapak akan membahas tentang persatuan…!’’ pak guru menjelaskan di depan kelas.

‘’kalo kita bersatu…kita ibarat lidi, misalnya lidinya Cuma satu tentu mudah dipatahkan…!’’

‘’tapi kalo lidinya banyak..,tidak mudah mematahkannya..!’’

Aku pun mendapat sebuah ide, waktu terus berlalu, bel pulang sekolah pun berbunyi. Aku segera menghampiri beberapa temanku yg masih ada di dalam kelas.

‘’aku aku akan menegur tukang palak itu..!’’ kataku dengan nada tinggi.

‘’jangan bercanda Dandi !’’ kata temanku yg terlihat tidak percaya.

‘’aku serius..,aku akan menegurnya sendiri besok sepulang sekolah..!’’kataku menyakinkan. Sebenarnya itu adalah siasat karena Dandi tahu beberapa temannya akan menceritakan kepada teman-temannya yg lain.

***

Kring..kring… suara jam beker berbunyi, aku pun terbangun dan segera menuju kamar mandi untuk mandi, setelah selesai mandi tepat beberapa menit azan subuh pun berkumandang, aku pun segera salat di masjid

Seperti hari kemarin,aku menggunakan sepeda untuk menuju sekolah, tidak terlalu lama aku pun sampai di sekolah, setelah sampai di halaman depan aku pun segera memarkirkan sepeda dan langsung masuk kelas, ketika didalam kelas tampak banyak orang yg menyoroti dengan penuh keheranan, ‘’rencana berhasil!’’kataku didalam hati, tidak lama pelajaran pun dimulai, guru menjelaskann di depan kelas, waktu terus berlalu.

bel pulang sekolah pun berbunyi, dengan segera aku langsung berangkat ketempat kemarin, sambil menggayuh pedal sepedaku aku semakin waspada, tanpa di sadari banyak temanku mengikuti di belakang dengan penuh perasaan, tidak lama kami pun sampai, dengan segera aku langsung memarkirkan sepedaku di depan gang, aku pun masuk bersama teman-temanku.

‘’ hey…!’’ kataku berteriak.

Dengan penuh kaget pemuda sma itu pun lari tunggang langga karen dia mengira dia akan di keroyok masa, sejak saat itu pemuda itu pun menghilang [Syahidan, santri angkatan ke-3 jenjang SMP]

 

cerpen fiksi pemalak

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait