Loading

“mamiih…” panggil sherlly dengan suara manjanya. Sherlly menuruni anak tangga satu persatu “mamiiiih…mamiiih..mamiih” teriak sherlly berkali-kali, sambil jalan menuju dapur “sherlly! Ini masih pagi tidak seharusnya kamu berteriak seperti itu sherrly” sherlly hanya menunduk diam tak bisa berkata-kata lagi.

Memang sherlly anak semata wayang nya yang amat manja, tapi jika mami sherlly bicara dia tak bisa lagi berkata-kata, bingung dan lupa apa yang mau dia omongin, Hmmm itulah sherlly.

“ada apa sherlly?” tanya mami nya dengan lembut agar sherlly tidak takut “hmmm… mami pagi i..inin sarapannya apa?” tanya sherlly sambil memutarkan bola matannya ke sekitar “hahahaha… sherlly…sherlly” tawa mami makin kencang. Sherlly mengangkat alisnya “kenapa mi?” tanya sherlly polos “sherlly anak mami yang manja ups, mami lupa kan sherlly sudah besar hehe” sherlly hanya mendengus kesal “sherlly lupa? Hari ini kan puasa, ini udah hari keberapa sherlly, kamu masih lupa kalau ini bulan ramadhan? Dan sebentar lagi juga mau lebaran huh sherlly..sherlly” sherlly hanya diam. Sebenernya sherlly tidak lupa kalau hari ini bulan puasa, tapi sherlly terpaksa bohong agar bisa mengalihkan pembicaraanya

“hehe sherlly lupa mi” ucap sherlly bohong lagi. Sherlly langsung pergi meninggalkan mami nya di dapur sendiri, mami hanya menggeleng ‘aduh gimana ya bilangnya’ gumam sherlly sambil jalan dan bolak balik ngga jelas, sherlly melihat jam tangannya “udah jam 7 pagi” ucap sherlly “mami sherlly berangkat ya. bye love you mami mwaah” ucap sherlly sambil lari ke depan teras “sherlly..” jalan sherlly terhenti ketika ada seseorang yang memanggilnya dari belakang, sherlly menoleh

“eh mamiii hehe” jawab sherlly sambil cengar-cengir

“kamu lupa ya? Sebelum berangkat kamu harus salim dan mengucapkan salam bukan bilang “BYE LOVE YOU MAMI MWAAH” sambil menirukan gaya bicara sherlly, lagi-lagi sherlly hanya mendengus kesal “oke mi” sherlly merapihkan baju seragamnya dan berdiri tegak di hadapan mami nya “mami sherlly berangkat dulu ya assalammualaikum” sambil tersenyum ramah ke arah mami “oke hati-hati ya sayang” mami melambaikan tangan nya dengan senyum khas nya, dan sherlly membalas nya

Saat sherlly masuk kelas, teman-teman sherlly sudah ribut

“eh gimana? Kamu udah beli baju lebaran?” kata salah satu temannya “hai sherlly” sapa sahabat sherlly namanya vini “hai vini” jawab sherlly datar “kamu kenapa? Kok tumben pagi-pagi gini mukanya ngga ceria?” sherlly hanya diam “sherlly kamu udah beli baju lebaran belum?” sherlly tersentak “hmmm… ngga tau!, jangan bicara padaku vini anindya” vini langsung pergi meninggalkan sherlly, satu kelas ribut membicarakan soal baju lebara sedangkan sherlly hanya diam, karena sherlly malu hanya sherlly sendiri yang belum beli baju lebaran

“sherlly, kok kamu tumben ngga pamer baju lebaran kamu ke kita-kita? Haha kamu kan biasanya pamer sherlly” ucap vivi ceplas-ceplos “jaga ucapan mu Vivi!” ucap sherlly dengan suara lantang, tidak biasanya sherlly bicara seperti ini “ooh anak manja juga bisa marah ya? Hahaha” tawa teman-teman lainnya “atau kamu belum beli baju lebaran, makannya kamu ngga pamer” ucap Vivi lagi dengan nada tinggi seolah mengejek. Sherlly pergi meninggal kan teman-teman di kelas, dia pergi menuju taman di dekat sekolahnya disitu lah biasanya sherlly bermain dengan vini, merenung, curhat dll.

Bel pulang sekolah sudah tiba sherlly pulang dengan raut wajah cemberut seolah banyak masalah yang ia pendem sendiri

“mami”

“eh anak mami sudah pulang, kok pulang-pulang cemberut sih?” tanya mami heran, karena tidak biasanya sherlly seperti ini

“mami pokoknya nanti malem sherlly harus beli baju baru, sherlly malu temen-temen sebentar lagi lebaran temen-temen beli baju baru, masa sherlly pake baju lama” mami sherlly hanya diam dan menatap sherlly

“sherlly lebaran itu kamu ngga harus pake baju baru yang penting hati kamu bersih baju lama kamu juga masih bagus kok, masih terlihat seperti baju baru” jawab mami sambil terseyum “iyaya mami, baju lama sherlly juga masih terlihat seperti baju baru kok, kenapa sherlly harus beli baju baru lagi” mami senang mendegarnya karena sherlly sudah mengerti maksud mami. Mami terseyum senang, sherlly pun bigitu.

By Daffa Azzahra

Daffa Azzahra | Santriwati jenjang SMP, kelas 2 | Asal Cikarang, Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *