Oleh Umar Abdullah

 (BAGIAN 03)

NABI ‘ISA BERHAJI

Sebagai seorang muslim, Nabi ’Isa juga melaksanakan haji. Nabi ‘Isa tinggal di Rauha`, sebuah tempat antara Madinah dengan Lembah Shafra di jalan ke Mekkah. Kemudian dari sanalah beliau memulai ibadah hajinya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda,

 

“Sesungguhnya ‘Isa bin Maryam akan tinggal di Rauha’. Lalu dari sana dia akan berangkat menunaikan ibadah haji dan umrah atau keduanya sekaligus.” (Muslim)

 

NABI ‘ISA WAFAT

 

Setelah tinggal di bumi selama empat puluh tahun, Nabi Isa as wafat dan dishalatkan kaum muslimin. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw,

 “Para nabi itu laksana bersaudara seayah. Umat mereka memang berbeda-beda, tetapi agama mereka sama. Dan sesungguhnya aku adalah saudara yang terdekat dengan ‘Isa putra Maryam, karena tidak ada nabi antara aku dan dia, dan sesungguhnya dia benar-benar akan turun. Jika kalian melihatnya, maka kenalilah dia; seorang laki-laki berperawakan sedang, berkulit putih kemerahan, mengenakan dua pakaian warna tanah merah, seakan-akan kepalanya mengalirkan air meskipun tidak basah. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menanggalkan jizyah. Dia menyeru manusia agar masuk ke dalam agama Islam. Pada zamannya, Allah melenyapkan semua agama kecuali Islam, dan membinasakan al-Masih Dajjal. Keamanan akan merata di atas bumi sampai singa merumput bersama-sama unta, harimau bersama sapi, serigala bersama kambing, dan anak-anak bermain dengan ular yang tidak akan membahayakan mereka. Dia akan tinggal di bumi selama empat puluh tahun kemudian wafat, lalu dishalatkan oleh kaum Muslimin (HR. Ahmad)

 

Nabi ’Isa dikuburkan di Madinah di dekat pusara Rasulullah Muhammad saw.[]