Musik, Sarana Maksiat atau Dakwah?

720 views

Musik adalah salah satu media yang belakangan ini sedang populer-populernya. Bukan hanya remaja saja yang gemar menikmati musik, tetapi anak-anak, orang dewasa, bahkan hingga lansia juga gemar menikmati musik.

Tapi, tidak semua musik itu baik untuk didengar, loh. Ada banyak sekali jenis-jenis musik itu. Ada musik klasik, pop, reggae, rock, nasyid, dan masih banyak lagi.

Bukan hanya musiknya, liriknya juga belum tentu baik artinya. Jika kita penikmat musik-musik yang menggunakan bahasa asing, seperti One Direction, Katy Perry dan yang lainnya, belum tentu semua orang mengetahui artinya. Bisa saja lagu-lagu itu mengajak kita untuk berbuat maksiat. Seperti melakukan sex bebas. Itukan gaswat banget.

Tidak semua orang mendengarkan lagu karena ada kepentingan. Ada orang yang mendengarkan musik karena sedang patah hati. Habis diputusin pa-car. Makanya, dia dengerin musik. Dan yang didengernya itu yang musiknya mellow, lagu galau. Yang bikin itu orang jadi nangis, karena sedih ditinggal pacarnya. Capek deh!

Tapi, ada juga orang yang mendengarkan lagu untuk hal-hal yang berguna. Seperti, sebagai teman dalam mengerjakan tugas, karena tanpa mendengarkan musik, orang itu tidak bisa mengerjakan tugas. Dan juga supaya tambah semangat lagi dalam mengerjakan tugas. Makanya dia menyetel musik. “Iya, aku nggak bakalan bisa ngerjain tugas, kalo nggak dengerin musik”.  Kata Fitri (13) menimpali saat diwawancara redaksi SubSantri Magz pada hari Minggu (22/9).

Atau juga karena untuk belajar bahasa. Misalnya, kita ngedengerin lagu yang menggunakan bahasa inggris, supaya bisa bahasa inggris dan fasih dalam mengucapkannya.

Selain itu, musik juga bisa digunakan sebagai sarana untuk berdakwah. Itu, jika liriknya islami dan mengandung hal-hal yang mengajak kita untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Misalnya, liriknya itu mengajak kita untuk rajin dalam mengerjakan sholat, membayar zakat, berbakti kepada orangtua dan yang lainnya. Seperti yang dinyanyikan oleh Opick, Maher Zain, Irfan Makki, Haddad Alwi dan yang lainnya.

Karena sekarang ini media menjadi yang terdepan, maka jangan sia-siakan hal itu untuk berdakwah, menyebarkan islam keseluruh orang.

Buat aja lagu-lagu yang menjelaskan, bahwa pacaran itu tidak boleh karena mendekati zina. Dan juga membuat lagu-lagu yang membuat kita semakin dekat dengan Allah.

Makanya, kita harus pintar-pintar dalam memilih lagu dan juga harus tau arti dan maksud dari lagu tersebut. Supaya kita tidak terjerumus ke dalam maksiat.

Padahal, kita itu udah rajin sholat, rajin mengaji, dan rajin dalam melakukan amar ma’ruf. Eh, kita jadi masuk neraka hanya karena kita mendengar lagu-lagu yang nggak benar seperti itu. Na’udzubillahi min dzalik.

Sebagai remaja, kita harus pandai-pandai memilih, mana lagu yang baik untuk diri kita dan mana yang nggak baik untuk diri kita. [Cylpa Nur Fitriani, santriwati jenjang SMP kelas 2 di Pesantren Media]

al-quran islam musik

Penulis: 
author
Santriwati Pesantren Media, angkatan kedua jenjang SMA. Blog : http://santrilucu.wordpress.com/ Twitter : @az_muhaira email : iraazzahra28@ymail.com Facebook : Muhaira az-Zahra. Lahir di Bogor pada bulan Muharram.

Posting Terkait

  • Ada sebuah keluarga yang kehidupannya serba cukup, apa-apa harus

  • MINGGU KE-1 Hari Kamis tanggal 31 Mei adalah hari

  • Design yang telah saya buat tepat pada hari raya

Tinggalkan pesan