Menyoal One Direction

400 views

Rabu, 25 Maret 2015 Pesantren Media kembali mengadakan kegiatan rutin 2 minggu sekali yaitu diskusi aktual.

Ustadz O. Solihin memberikan sedikit prolog “yang pertama perlu di cari tahu kenapa konser-konser sekarang masih laku ya terus yang kedua ini masalah remaja, karena Masih banyak remaja sekarang yang masih mementingkan dirinya sendiri, tidak semua remaja sih, tapi masih ada yang masih memikirkan seneng-senengnya saja, seperti hura-hura, nonton konser tidak memikirkan uangnya, padahal uang itukan juga dicari.dan yang ketiga ini diarahakan kepada kaitannya tentang kajian, remaja sekarang masih belum tertarik untuk mengkaji islam lebih dalam itu juga harus dicari ya”

Moderator kali ini adalah Difa raihan(2 SMP) habibi dan Fahmi (1SMA) membuka acara dengan mengucapkan salam dan langsung lanjut ke sesi pertanyaan karena tadi prolognya sudah sama ustadz O. Solihin.

“Langsung Pertanyaan pertama “

Ihsan : kenapa pemuda sekarang masih banyak yang lebih menyukai boyband-boyband?

Kak Hawari :kenap konsera lady gaga dibatalkan, sedangkan yang lain tidak padahalkan sama saja?

Qois: bagaiman cara kita sebagai muslim menghentikan konser one direction?

Umar: apa hukum menonton konser? Kita niatnya Cuma nonton konser saja?

Abdullah: apakah grup nasyid itu termasuk boyband?

Fadlan: kenapa orang rela menghamburkan uang untuk nonton konser?

Kak fathimah: boleh nggak nonton konser nya nggak campur baur terus memenuhi hukum syarat?

Teh Ira :Siapakah pihak yang berkuasa mengizinkan konser, boyband-boyband masuk ke indonesia?

Teh ira: apakah ada tujuan lain band-band luar negri masuk ke indonesia?

Kak Ela: bagaimana cara menarik remaja untuk mengkaji islam daripada menonton konser yang tidak ada gunannya?

“karena sudah 10 pertanyaan jadi kita langsung saja ke sesi jawab, silakan pertanyaan pertama apa”

Sesi jawab

Umar: apa hukum menonton konser? Kita niatnya Cuma nonton konser saja?

kak Anam :hukumya nggak boleh karena kalo nonton konser biasnya yang campur baur, sia-sia,nanti bisa tawuran, tonjok-tonjokan,dan biasanya juga kan kalo nonton konser itu banyak yang membuka aourotnya

Ihasan: kalo mau buat dakwah kan tidak papa,tapi bukan mau mengaggumi penyanyinya gitu

Abdullah: apakah grup nasyid itu termasuk boyband?

Kak Hawari: kalo boyband itukan cowo semua terus isi nya juga kadang kurang baik. tapi kalo nasyid juga sama cowo semua tapi nyanyinyakan islam semua, jadi dinamakan nasyid

Teh ira: apakah ada tujuan lain band-band luar negri masuk ke indonesia?

Ihsan: karena ketenaran

Kak Umar: jalan-jalan atau refreshing

Kak Rizki: soalnya darimana sih mereka dapet uang selain bukan manggung

Teh Maila: Tujuannya mugkin mau menyebarkan visi misinya masing- masing seperti rihana kan tujuannya penyembahan setan. Rata-rata semua lagu tuh punya tujuannnya tersendiri sih.

Kak Hawari: Kalo misalnya musisi itukan keuntungan dari agu-lagunya mereka tidak telalu banyak, tentunya penulis lagu nya itu juga mau menyampaikannya. mereka tuh tujuan utamanyakan mau perfom terus pasti kan semua lagu itu punya pesan tersendirinya, mereka itu juga ternyata sengaja didanai sama pemerintah karena waktu itu kan ternyataa amerika lagi kekuragan orang, akhirnya dibikin lagu patah hati setelah patah hati bisa masuk jadi tentara terus nanti kalo lagi patah hati bisa mausuk ke tentara gitu.

Kalo misalnya musisi itukan keuntungan dari agu-lagunya mereka tidak telalu banyak, tentunya penulis lagu nya itu juga mau menyampaikannya

Fadlan: kenapa orang rela menghamburkan uang untuk nonton konser?

kak Hawari: karena konser menyenangkan hati mereka seperti konser one direction,padahal kenapa uangnya enggak dibuat sedekah, infaq, nyumbang dll.

Kak Ela: karena mereka kan datang ke konser itukan penengen lihat idolanya, merekakan menegeluarkan uang demi orang yang dicintainya, tapi sebenernya itu salah harusnya kan yang di idolakan rasul bukannya boy band-boy band gitu.

Kak fathimah: boleh nggak nonton konser nya nggak campur baur terus memenuhi hukum syarat?

Kak Hawari: kayakanya kalo nggak macem-macem, isinya bener ya itu boleh, tapi jangan mahal-mahal karenakan itu Cuma sekedar liburan masa mahal-mahal, kalo mahal mending nggak usah nanti sama saj menghambur-hamburkan uang.

Ihsan : kenapa pemuda sekarang masih banyak yang lebih menyukai boyband-boyband?

Ka Cylpa: pertama karena kebanykan boyband itu cakep terus kedua suaranya juga lumayan bagus

Kak Ela: bagaimana cara menarik remaja untuk mengkaji islam daripada menonton konser yang tidak ada gunannya?

Ustaz O. Solihin: Dari Cara pandangnya, memamng itu butuh proses, yang pertama yang diubah harus Aqidahnya, memang lama cara mengubahnya, tidak bisa langsung sekejap Yang suka nonton konser, itu harus dari awal diubahnya kalo perlu.

Teh Ira :Siapakah pihak yang berkuasa mengizinkan konser, boyband-boyband masuk ke indonesia?

Qois: bagaiman cara kita sebagai muslim menghentikan konser one direction?

Secara umum kalo hukum nonton konser Memang hukum menonton konser itu ada banyak syarat-sayaratnya

  1. Tidak campur baur, walaupun tertib ya seperti nonton konser biola, itukan tertib walaupun campur laki-laki dan perempuan. Ya walaupun kita tiap hari keluar rumah, keluar komplek memang banyak yang membuka aurot, tapi persoalannya saat kita hadir di suatu tempatdi gabungkan, itu yang jadi masalah. Jadi hukum islam itu memandangnya satu persatu bukan global, kalo semua global kita jadi tidak bisa kemana-mana jangankan ke tempat lain keluar rumah saja sudah banyak yang mebuka aurot jadi beda kasusnya. Jadi kalau sengaja datang ke sutu tempat yang sudah di kondisikan nah itu kayak ke bioskop atau ke konser dll. Artiya itu tempat sudah sengaja di konsikian tapi kalo kita keluar kan ada hukum yang lain kan ada ghadul bashar (menundukan pandangan)
  2. Isi lagunya karena itu pengaruh terhadap cara pandang
  3. Kak Hawari :kenap konsera lady gaga dibatalkan, sedangkan yang lain tidak padahalkan sama saja?

Ustadz O. Solihin: Persoalnnya itu karena politis.

Setelah 1 jam deskusi akhirnya diskusi kita kali ini sudah selesai “mari kita tutup dengan membaca do’a kafaratul majelis dan Hamdalah..” [Daffa Azzahra, santriwati kelas 2 SMP]

diskusi aktual musik pesantren media remaja santri

Penulis: 
    author
    Daffa Azzahra | Santriwati jenjang SMP, kelas 2 | Asal Cikarang, Jawa Barat

    Posting Terkait