Menuju Udik…

719 views

Selasa, 14 Agustus 2012

Pagi ini, jam 2 pagi aku dibangunkan Umi untuk mandi. Karena rencana berangkat mudik ke Magelang adalah jam 3 pagi.

Aku mandi dengan air hangat. Lalu aku disuruh Abi untuk membangunkan Abdullah dan Taqi. Tapi ternyata yang bangun jadi Muhammad.

Sebelum berangkat, aku membantu Abi memasukkan barang-barang yang akan dibawa menuju mobil Bude Diyah. Lalu, aku dan adik-adikku disuruh duduk diam menunggu di dalam mobil. Aku juga berpamitan dulu ke Teh Ika. Setelah Abi memberikan penjelasan kepada Teh Ika yang menjaga rumah ketika kami pergi, kami langsung berangkat jam 3 pagi. Kami mampir ke rumah Pakde Mono dulu di Bekasi.

Selama perjalanan menuju Bekasi, aku dan adik-adikku tertidur. Aku masih mengantuk dan ingin melanjutkan tidur malamku yang belum puas.

Sampai di Bekasi ternyata belum adzan Shubuh. Aku tidak sahur. Karena aku tidak berniat berpuasa. Aku kan seorang musafir yang diberikan rukhshah oleh Allah untuk tidak berpuasa.

Kami berhenti di Bekasi sampai jam 6 pagi. Lalu dua rombongan mobil berangkat. Keluarga Umi dan Pakde Mono.

Melewati Bekasi, Karawang, Cikampek, dll. Alhamdulillah, tidak ada kemacetan pada jalur yang kami lalui. Hanya saat keluar tol Cikampek saja yang padat merayap.

Kami terus berjalan tanpa halangan. Sampai di Indramayu, aku, Abi, Umi, dan Mbak Ayya ingin pipis. Akhirnya kami berhenti di sebuah SPBU.

Aku paling senang katika berada di Indramayu. Karena kita bisa melihat pantai utara Jawa secara dekat. Aku mengambil gambar di sana.

Alhamdulillah, perjalanan terasa cepat sekali. Kami makan siang di rumah makan padang Sari Bundo di Rest Area Tol Palikanci.

Kami memasuki Provinsi Jawa Tengah. Pada saat perjalanan, aku terus memperhatikan jalan. Melewati Brebes, Tegal, sampai akhirnya kami tiba di Pemalang sebelum waktu Zhuhur. Cepat sekali, ya. Dalam perjalanan, Alhamdulillah, kami tidak mendapat halangan sehingga waktu terasa sangat singkat.

Toilet Muri di Tegal

Di Tegal, kami mampir dulu di SPBU Muri. Di sana, ada toilet bersih.

Di Pemalang, kami menginap di Hotel Murni. Sampai di kamar V2, aku langsung mandi. Lalu sholat Zhuhur. Kemudian, aku dan adik-adikku disuruh Abi untuk tidur siang. Aku merasa susah tidur. Namun ternyata, aku tidur juga.

Aku terbangun dalam kedinginan. Aku berkata kepada Abi untuk membesarkan suhu AC. Tadinya 26°C menjadi 28°C. Aku tidak perlu sholat Ashar lagi. Karena tadi sudah ku Jama` dan Qoshor saat Zhuhur.

Aku sholat Maghrib dengan Umi. Kami juga men-Jama` dan meng-Qoshor sholat Maghrib dan Isya`. Saat sholat, perutku merasa tidak enak. Mual rasanya.

Selesai sholat Isya`, aku segera menuju kamar mandi. Dan aku memuntahkan isi perutku yang dari tadi terasa bergejolak untuk memuntahkan isinya. Aku rasa, aku masuk angin.

di Rumah Makan Grombyang

Lalu aku diajak Pakde Mono untuk makan malam. Kami makan malam di Nasi Grombyang Pak Haji Warso. Aku makan dengan Soto Grombyang dengan Sate Handuk dan teh hangat. Grombyang itu, dagingnya daging kerbau.

Rabu, 15 Agustus 2012

Hari ini, aku tidak puasa lagi. Aku, Abdullah, dan Taqi diajak Abi sholat Shubuh di Masjid Agung Pemalang.

Pagi ini kami berangkat melanjutkan perjalanan. Kami mampir dulu ke makam orang tua Bude Diyah.

Kami sarapan di rumah makan Mbok Berek di Pemalang.

Selama perjalanan sampai Subang, aku, Mbak Ayya dan Adek Muhammad bermain tablet.

Di perjalanan, aku banyak memotret-motret jalan.

Yang paling seram adalah ketika kami melewati gunung. Abi pikir Gunung Sumbing, ternyata Gunung Sindoro. Jalannya berkelok, menanjak, dan menurun. Membuat perutku mual berat. Akhirnya aku tertidur.

SPBU Candiroto

Aku terbangun ketika Abi menghentikan mobil di SPBU yang sudah sering Abi kunjungi. Yaitu SPBU Candiroto.

Kami melanjutkan perjalanan sebentar. Lalu kami berhenti untuk makan siang dan sholat Zhuhur di Rumah Makan Ani di Temanggung.

Di Temanggung, aku melihat banyak sekali tanaman Tembakau yang sedang dijemur. Kata Abi di’jereng’.

Setelah itu, aku tidak memperhatikan jalan lagi. Karena ngantuk yang besar telah mengalahkanku lagi.

Aku bangun ketika sudah memasuki Magelang. Tepatnya di jalan tempat Akademi Militer. Aku sangat ingat. Dulu, aku sering melewati jalan ini. Di ujung jalan, ada bangunan baru. Yaitu Giant.

Sampai di suatu daerah, aku tidak tahu apa namanya, kami berbelok. Belokkan itu akan melewati desa tempat Eyang Kakung dan Yang Ti tinggal. Desa Bintaro namanya. Wah.. aku sudah tidak sabar lagi..

Aku melewati jalan-jalan yang tidak asing di mataku. Wah.. aku mulai merasa merindukan sekolah TK ku. Apa yang nyambung, ya?

Kami melewati pesawahan, melihat banyak gunung, dan melihat toko yang dulu aku sering kunjungi.

Sampai di rumah Eyang Kakung, kami langsung disambut dengan ‘cinta’ oleh Eyang Kakung dan Yang Ti. [Fathimah NJL, santriwati Pesantren Media, Kelas 1 SMP]

Catatan: tulisan ini adalah tugas menulis diary/catatan perjalanan di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

diary menulis

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait

Tinggalkan pesan