Mengkritisi Acara Televisi di Bulan Ramadhan

856 views

Liputan Khusus Diskusi Aktual Pesantren Media Rabu, 10 Juli 2013

Rabu 10 juli 2013 Pesantren Media kembali mengadakan Diskusi Aktual. Seperti biasa Diskusi Aktual kali ini dimulai pukul 10.30, dan diikuti semua santri Pesantren Media. Pada kesempatan kali ini kami mengangkat tema “MENGKRITISI ACARA DI BULAN ROMADHON”.

Tema ini di angkat karena acara-acara Tv di bulan Romadhon sangat bertentangan dengan syariat Islam. Untuk membahas lebih dalam tema ini, Ustadz Oleh Solihin sudah menunjuk Ahmad Khoirul Anam sebagai moderator. Acara ini di buka dengan sesi pertanyaan. Pertanyaan dari Hawari. Santri ankatan ke-2 jenjang SMA.

Apakah stasiun Tv tidak memiliki standar yang bagus dalam memilih tanyangan Tv? Dan apakah mereka kurang paham Islam atau bagaimana?

Pertanyaan berikutnya dari Ihsan. Apakah acara komedi saat menjelang bernuka dab menjelang sahur baik di siarkan pada bulan Romadhon?

Pertanyaan dari Yusuf. Kenapa pada saat bulan Romadhon ada program-program baru dari stasiun Tv?

Pertanyaan dari Rizki. Bagaimana cara menahan godaan iklan produk makanan di Tv?

Pertanyaan dari Novia Handayani. Bagaimana Islam Memandang acara Tv yang bukan menambah keimanan, malah memburamkan keimanan?

Pertanyaan dari Ira. Bagaimana peran orang tua kepada anaknya dalam menanggapi acra Tv di bulan Romadhon?

Pertanyaan dari Maila. Apakah ada tindakan dari MUI mengenai acara Tv yang menyepelekan Islam?

Pertanyaan dari wigati. Sebaiknya acara apa yang baik di siarkan di bulan Romadhon.

Pertanyaan dari Ica. Apa bedanya acara di bulan Romadhon dan di bulan biasa?

Pertanyaan dari Fatimah. Bagaimana hukumnya acara di bulan Romadhon yang menampilkan makan menggoda?

Pertanyaan terakhir dari Rizki. Apakah nonton Tv itu ibadah?

Setelah sesi pertanyaan dibacakan satu persatu, kemudian diskusi dilanjutkan dengan sesi jawaban. Pertanyaan yang tadi sudah dibacakan akan dijawab di sesi ini. Pertanyaan yang pertama dijawab atau di bahas adalah pertanyaan dari Yusuf. “Kenapa pada saat bulan Romadhon ada program-program baru dari stasiun Tv?”

Hawari langsung angkat tangan. “Karena stasiun stasiun Tv ingin memanfaatkan momen bulan Romadhon, dan ingin menaikkan ratting Tv agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Kemudian pertanyaan selanjutnya dari Rizki. “Bagaimana cara menahan godaan iklan makanan di Tv?”

Ada beberapa santri yang menjawab “ Selalu ingat Allah.” Dan ada juga yang menjawab “ melakukan kegiatan yang bermanfaat.”

Kemudian pertanyaan ketiga dari Hawari. “ Apakah stasiun Tv tidak memiliki standar yang bagus dalam memilih tayangan Tv? Dan apakah mereka kurang paham islam atau bagaimana?

Karena para santri tidak ada yang angkat tangan, maka Anam, sebagai Moderator langsung menunjuk Fakih (santri baru) untuk memjawab pertanyaan tadi.

“ Mereka hanya mencari keuntungan.” Jawaban Fakih yang sangat singkat. Karena Anam belum merasa terjawab, maka Anam menyuruh santri lain untuk menjawab pertanyaan tadi. Maila pun angkat tangan untuk kenjawab pertanyaan tadi. “ Sebenarnya setiap stasiun Tv memiliki standar masing-masing. Tapi mereka belum paham Islam, dan hanya memikirkan acara yang di tayangkan laku.”

Kemudian pertanyaan dari Ihsan. “ Apakah acara komedi saat menjelang berbuka dan sahur baik di siarkan di bulan Romadhon? Anam langsung menyuruh santri yang bisa menjawab angkat tangan. Hawari angkat tangan.  “ Jangan. Sebaiknya di ganti acara Tv yang lain dan bermanfaat.”

Kemudian Putri menambahkan jawaban “ Acara yang di siarkan saat sahur dan berbuka tidak baik kalau komedi. Karena melupakan waktu yang sangat berharga di bulan Romadhon.” Karena jawaban masih kuarang sempurna, Maila pun mengankat tangan, “ Gak bagus kalau acara komedi di siarkan pada saat bulan Romadhon, karena kalau banyak tertawa gak baik.

Kemudian pertanyaan dari Rizki. “ Apakah nonton Tv itu ibadah?” Abdullah langsung menjawab pertanyaan karena di tunjuk oleh san Moderator. “ Tidak. Karena beribadah itu mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan menonton Tv. Karena jawaban belum pas, maka moderator menunjk Umar (santri baru) untuk menjawab pertanyaan dari Rizki. “ Tergantung nonton acara apa. Kalau nonton acara Tv yang tidak bermanfaat ya di jauhkan. Tapi kalau acaranya bagus dan bermanfaat ya tidak apa-apa. Contohnya seperti acara pengajian-pengajian atau kultum.”  Kemuidan Septi (santri baru akhwat) menambahkan jawaban tadi. “ Acara tv banyak yang mengarah ke sisi negatifnya, daripada ke sisi positifnya.

Pertanyaan selanjutnya adalah pertanyaan dari Ica. “ Apa bedanya acara Tv di bulan Romadhon dan di bulan Biasa?” Karena Para santri tidak ada yang angkat tangan, maka Anam sebagai moderator menunjuk Hawari untuk menjawab pertanyaan tadi. Hawari: “ Acara di bulan Romadhon itu mengarah ke penonton muslim yang sedang menjalankan Puasa bulan Romadhon.” Kemudian pertanyaan tadi di susul dengan jawaban dari Cylpa dan Septi. Cylpa:  “ Di bulan Romadhon itu acaranya sok religi.” Septi: “ Kalau di bulan romadhon, stasiun Tv banyak yang memanfaatkan program-program islami.”

Setelah pertanyaan dari Ica sudah terjawab, diskusi pun dilanjutkan dengan pertanyaan dari Wigati. “ Sebaiknya acara apa yang baik di tonton saat bulan Romadhon?” Pertanyaan ini langsung di jawab oleh Ira. “ Sebaiknya acara kultum. Karena lebih bermanfaat.” Karena jawabannya kurang, maka Novi menambahkan jawabannya. “ sebaiknya acara yang menumbuhkan rasa keimanan kita. Karena Anam yang sebagai moderator kurang ngeh dengan jawaban tadi, maka Anam menunjuk Rizki agar menambahkan. Rizki: “ Sebaiknya acara yang bermanfaat dan tidak menyianyiakan waktu.”

Kemudian pertanyaan dari Maila, “ Apakah ada tindakan dari MUI mengenai acara Tv yang menyepelekan Islam?” Anam pun menunjuk beberapa santri untuk menjawab pertanyaan tadi. Tapi para santri tidak tahu apakah MUI sudah menaggapi acara Televisi pada saat bulan Romadhon. Karena para santri tidak ada yang tahu jawabannya, maka pertanyaannya di pending sementara dan akan di jawab oleh Ustadz O.Solihin pada saat penutupan diskusi.

Pertanyaan selanjutnya dari Ira. “ Bagaimana peran orang tua kepada anaknya dalam menanggapi acara Tv di bulan Romadhon?”  Moderator pun menunjuk salah satu santri agar menjawab pertanyaan tadi. Diva: “ Tergantung apa yang di tonton. Kalau yang di tonton acara Islami, ya di bolehkan. Tapi kalau yang tidak Islami jangan di bolehkan.” Kemudian di tanbah dengan jawaban dari Qois, Yusuf, Dan Nisa.

Qois: “ Memilih acara yang islami”

Yusuf: “ Nonton Tvnya di batasi.”

Nisa: “ Sebaiknya memilih kegiatan yang lebih baik atau mengalihkan ke sisi positif.”

Kemudian pertanyaan dari Fatimah. “ Bagaimana hukumnya acara di bulan Romadhon yang menampilkan makanan yang menggoda?” Anam langsung bertanya kepada peserta diskusi, “siapa yang bisa menjawab?” Umar (santri baru) langsung angkat tangan dan menjwab. “hukumnya makruh. Karena menayangkan makanan kepada pemirsa  yang sedang menjalan berbuka puasa. Kemudian Rizki memnambahkan jawaban tadi “ tergantung dari keimanan kita. Kalau kita sampai tergoda dengan tayngan makanan, maka ya tidak boleh.”

Pertanyan dari Novi. “ Bagaimana islam memandang acara Tv yang bukan menambah keimanan, malah memburamkan keimanan?”  Karena pertanyaan ini di bacakan terakhir, maka yang menjawab pertanyaan ini adalah Ustadz O.Solihin. “ Islam memandang acara ini ya kurang baik. Karena acara Tv pada saat ini memburamkan keimanan.Tv pada saat ini sedang di manfaatkan untuk kepentingan yang tidak Islami.

Pertanyaan yang belum di bahas pada pertengahan sesi jawab tadi adalah pertanyaan dari Maila. “Apakah ada tindakan dari MUI mengenai acara Tv yang menyepelekan Islam? Ustdz O.Solihin pun belum pernah mendengar pernyataan dari MUI mengenai persoalan ini. Jawaban dari Ustdz adalah “ Belum.”

Karena semuapertanyaan sudah di jawab, maka diskusi pun di akhiri pukul 11;50. Anam, sebagai moderator menutup acara ini dengan Salam penutup. Wassalamu’alaikum WR WB. [Dihya Musa Amal Romis, santri angkatan ke-2, jenjang SMA, Pesantren Media]

Catatan: tulisan ini sebagai tugas yang diberikan pemimpin diskusi aktual kepada panelis, dan menjadi bagian dari tugas menulis di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

KOMENTAR: Melalui tugas menjadi notulen diskusi aktual, ternyata sebenarnya Dihya Musa bisa cukup lancar menulis. Ini membuktikan bahwa menulis itu mudah asalkan ada bahan yang akan ditulis. Maka, bahan dari obrolan (termasuk di dalamnya diskusi) adalah salah satu sarana untuk latihan menulis. Meski demikian, secara teknik penulisan masih ada beberapa kata yang salah dalam menuliskan ejaan yang baku, tanda baca yang belum rapi, jarak antara kata yang lupa di-spasi, juga salah ketik. Tetap berlatih dan terus belajar agar tulisannya kian berbobot dan enak dibaca.

O. Solihin
Instruktur Kelas Menulis Kreatif

*gambar dari sini

diskusi aktual pesantren media ramadhan santri televisi

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait