Mengejar Mimpi

5377 views

Setiap dari kita pasti memiliki cita-cita. Mimpi untuk dikejar. Keinginan-keinginan dan target-target yang ingin kita capai, sekecil apapun itu, pasti setiap orang memilikinya. Bahkan orang yang sedang kehilangan arah dan harapan sekalipun, masih memiliki mimpi, yakni agar semuanya kembali berjalan dengan baik, dan harapan itu bisa datang lagi. Dalam hati kecil manusia, pasti memiliki naluri untuk mencapai sesuatu yang diinginkannya. Mimpi memiliki banyak bentuk, karena setiap orang pasti memiliki cita-cita dan harapan yang berbeda-beda. Harapan antara satu orang dengan orang lainnya tidak selalu sama. Ada yang ingin menjadi pilot, ada yang ingin menjadi dokter, namun ada pula yang ingin menjadi tukang jahit, ingin menjadi perawat di rumah sakit, atau cita-cita manusia lainnya yang tentu sangatlah banyak. Tapi tahukah kalian, teman-teman? Ternyata, masih banyak orang di luar sana yang masih ragu dengan cita-cita mereka, atau bahkan tidak berani menetapkan impian mereka pada tingkat yang tinggi. Banyak yang masih meragukan kapabilitas diri mereka sendiri dalam mencapai mimpi yang sempat terlintas dalam pikiran mereka. Mereka segera terbunuh dengan racun pikiran yang mengatakan bahwa; ‘kamu tidak mampu!’ Masih banyak orang yang seperti itu, teman-teman! Atau bahkan kalian adalah salah satu dari mereka, orang-orang yang merasa bahwa cita-cita mereka terlalu tinggi? Merasa mereka tidak mampu melakukannya? Menganggap bahwa impian itu hanya harapan-harapan yang tidak mungkin digapai? Jika iya, maka teman-teman semua harus segera memperbaiki pola pikir yang seperti ini, karena pola pikir ini dapat benar-benar meracuni diri kita sendiri jika tidak segera kita ubah! Rasa tidak mampu untuk menggapai cita-cita dan impian, memang masih banyak mengakar di masyarakat dan kultur kita. Banyak dari masyarakat Indonesia yang sudah merasa cukup jika meja makan mereka sudah dapat dipenuhi dan perut mereka sudah terisi. Banyak dari kita yang sebegitu mudahnya merasa cukup untuk segala hal, sehingga terlalu malas untuk memikirkan sesuatu yang lebih dari ini semua, sesuatu yang lebih baik dari apa yang kita dapatkan hari ini. Padahal, jika kita mau menentukan cita-cita dan harapan kita lebih tinggi, maka kita akan mendapatkan hal yang lebih baik. Kita masih seringkali terlalu takut untuk mengimpikan sesuatu yang lebih tinggi, karena kita sudah terperangkap dalam zona nyaman yang melenakan kita. Tidak mau memiliki cita-cita yang tinggi, karena takut ditertawakan orang lain. Kita masih seringkali terjebak dalam stigma masyarakat bahwa mimpi itu jangan terlalu tinggi, nanti kalau gagal dan jatuh, akan terasa sangat sakit. Padahal, anggapan itu sangatlah salah, teman-teman! Kegagalan yang membuat kita jatuh dan merasakan sakit tidak lantas membuat kita jadi patah semangat. Justru dengan kegagalan itu dapat menjadikan kita lebih bersemangat lagi untuk meraih cita-cita yang kita harapkan. Dengan sebuah kegagalan yang tercipta dari satu jalan yang kita tempuh, maka dengan itu kita akan berusaha menggapai cita-cita kita dengan cara-cara lain. Semakin banyak kita jatuh, semakin banyak pula kita dapat mencoreng jalan-jalan yang nantinya tidak perlu lagi kita tempuh di dalam daftar panjang kita. Kegagalan juga dapat menjadi semacam penyemangat bagi kita, sebuah motivasi yang kuat agar usaha kita dalam menggapai cita-cita tidak lagi menemui kegagalan, dan tidak lagi berujung sia-sia. Namun, hal itu juga bukan menjadi alasan kita untuk berputus asa saat kita kembali menemui kegagalan. Tetap mencoba, dan terus mencoba! Tetapkanlah cita-cita setinggi yang kamu bisa. Setinggi apa pun sebuah cita-cita, pasti akan dapat diwujudkan jika kita mau berusaha, berdoa, kemudian bertawakkal. Jangan takut untuk menentukan cita-cita yang tinggi, dan jangan takut ditertawakan orang lain. Ketika Thomas Alva Edison ingin membuat lampu berdaya listrik, tidak sedikit orang yang menertawakannya dan menganggap bahwa dia terlalu mengada-ada. Tapi lihatlah sekarang! Thomas Alva Edison telah menerangi seluruh dunia dengan impiannya. Jadikanlah orang-orang yang menertawakanmu sebagai motivasi untukmu, bayangkan bagaimana ekspresi mereka nanti saat kalian berhasil menggapai impian itu! Bayangkan bagaimana sesuatu yang dulu mereka anggap mustahil, kini dapat kalian gapai dan akhirnya kalian bisa membuktikan kepada semua orang bahwa kalian bisa! Bayangkanlah diri kalian pada posisi itu, maka pasti akan sangat menyenangkan, bukan? Teman-teman, setiap orang memiliki ujiannya masing-masing. Tapi apapun ujian itu, jangan jadikan itu menjadi alasan dan pembenaran bagi diri kita untuk tidak melakukan sesuatu yang lebih dari apa yang selama ini kita lakukan, keluar dari zona nyaman kita. Bahkan, ujian yang sedang kita hadapai jika kita mau menghadapinya dengan sabar, tawakkal, dan pantang menyerah, akan menjadi pahala tersendiri bagi kita. Insyaallah jika kita mau untuk tetap bersabar, kita akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah. Namun sekali lagi, jangan jadikan itu semua sebagai pembenaran bagi diri kita untuk tidak melakukan sesuatu yang lebih. Nah, bagaimana teman-teman? Apakah kalian masih saja mau terperangkap dalam tempurung seperti katak, tidak mau keluar karena menganggap dirinya tidak bisa keluar? Padahal kalau katak itu mau berusaha, katak itu pasti bisa keluar. Begitu juga dengan mimpi-mimpi kalian! Kalau kalian mau menetapkan mimpi, percaya bahwa kalian bisa, dan terus berusaha untuk mewujudkannya, maka tak ada sesuatu hal pun yang mustahil bagi kalian. Kalian bisa menggapai apa yang kalian harapkan, setinggi apa pun itu. Namun jangan lupa untuk tetap berdoa dan bertawakkal, agar jika nanti jatuh, kalian masih tetap yakin bahwa Allah pasti akan membukakakn jalan lain, dan apabila kalian menjadi sukses, mintalah kepada Allah agar kalian tidak dijadikan orang yang sombong. Karena sombong adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah. Jangan takut bermimpi, teruslah percaya, dan wujudkan itu semua! [Hawari, santri angkatan kedua SMA di Pesantren Media,  @hawari88]

Cita-cita harapan hawari Impian menggapai mimpi mimpi santri

Penulis: 
author

Hawari, santri angkatan ke-2 jenjang SMA di Pesantren Media | Blog pribadi: http://downfromdream.tumblr.com | Twitter: @hawari88

Posting Terkait