Menatap Langit

163 views

TITLE: MENATAP LANGIT

SC.1 EXT. HALAMAN – SORE

AZURA

TEASER

Seorang perempuan berjalan terburu-buru sambil membawa al-Quran, buku-buku dan peralatan menulis lainnya. Sesaat dia menghentikan langkahnya, memandang ke arah langit di depannya yang memperlihatkan view indah langit sore yang melembayung.

Perempuan itu, AZURA mengangkat tangan kirinya ke arah langit sore.

AZURA (OS)

Hai cinta, begitu mudahnya kau menyapaku sore hari ini. Bagaimana kabar cintaku hari ini?

AZURA tersenyum kemudian berlari.

TEASER END, CUT TO:

ACTION

AZURA mengambil bukunya dari atas meja lalu berjalan menyusul teman-temannya yang sudah turun untuk kembali ke asrama. Dia berlari kecil mengejar teman-temannya yang sudah cukup jauh, tapi tiba-tiba dia tersandung dan bukunya jatuh.

Buku itu terbuka di sebuah halaman yang memperlihatkan tulisan dengan judul besar ‘JAM TANGAN BEKAS’. AZURA mengusap halamannya sebentar lalu mengambil bukunya dan kembali mengejar teman-temannya.

AZURA bercanda ria sambil berjalan. Di tengah perjalanan mereka melewati pepohonan yang tumbuh rindang di sekitar pesantren, AZURA yang melambatkan tempo langkahnya sambil melihat pohon-pohon.

Tangan kiri AZURA yang bergerak menutupi view, menggerakkan jari-jarinya di sana, masih tetap sambil berjalan.

RENTSA

AZURA!

AZURA

(menengok ke asal suara cepat) ya! (sambil berlari)

CUT TO

SC.2 EXT. TERAS DEPAN ASRAMA – siang

Tiga orang perempuan berkumpul di teras depan asrama, sedang mengobrol ria. Dua orang duduk sementara satu orang (ANNA) muncul dari balik pintu.

ANNA

Eh?! Serius? (berjalan sambil membawa camilan lalu duduk)

RENTSA

Kenapa? Kamu ada urusan lagi di sekolah? Sering banget izin mau ke sekolah lama

ANNA

(Mengangguk sambil memakan camilannya)

AZURA

Yah, mau izin aja. Nengok adik kelas, temen,

RENTSA

(Menyindir) Halah, kayak mereka ngeh sama kamu, aja

AZURA

Sembarangan!

ANNA

Ya makanya, kalau kamu di pesantren tapi hampir tiap minggu ke sekolah umum ngapain. Mending sekolah di sana aja sekalian

RENTSA

Kalau ditanya kamu ngga pernah mau jawab, apa alesan kamu masuk ke sini, coba?

AZURA

(diam, menunduk)

FADE OUT, INSERT

INT. SEBUAH RUANGAN

AZURA duduk di belakang meja, menatap camera.

AZURA

Alesannya? Haha,… sorry. Aku sakit hati waktu seseorang bilang kalau orang yang masuk pesantren belum tentu imannya kuat, sukses dunia akhirat. Walaupun itu bener, sih. Tapi aku pengen buktiin kalo aku bisa

Q

SIAPA ORANG ITU?

AZURA

Orang yang aku suka? (mengangkat satu jari ke mulut)

CUT TO

SC.3 INT. KELAS – siang

Keadaan kelas cukup hening. Murid-murid sedang menulis sesuatu di buku mereka. AZURA yang mengetuk pulpennya, gemas, seperti sedang bepikir. Buku AZURA yang ada tulisan ‘plan beberapa tahun ke depan’.

AZURA

Teh, (menengok ke belakang) teteh mau jadi apa?

ALLINE

Hm? Emh… kenapa tiba-tiba nanya kayak gitu?

AZURA

Nanya aja. Teteh mau jadi apa?

ALLINE

(berpikir sebentar) Istri yang sholehah?

AZURA menggenggam pulpen di tangannya kuat, wajahnya terlihat kaget.

AZURA

Ma, maksudnya, profesi, pekerjaan

ALLINE

Oh, pengen punya restoran mungkin. Ngga tau juga, sih,

AZURA

(Tertawa garing)

ALLINE kembali menulis sementara AZURA menengok ke belakang kelas yang menampilkan view langit di siang hari, yang sebagian tertutupi daun dari pepohonan. Dia hendak mengangkat tangannya, tapi batal karena ANNA tiba-tiba memanggilnya.

CUT TO

SC.4 INT. KELAS – siang

Tangga dari atas, tidak berapa lama tiba-tiba seseorang lewat. AZURA hendak mengambil sebuah meja, tapi tatapannya teralihkan pada rak buku di sampingnya. Ia meletakkan bukunya di atas meja lalu berjalan menuju rak buku.

jari AZURA menelusuri buku-buku hingga berhenti di buku dengan judul ‘dakwah’. Dia mengambilnya, mengelus sampulnya, tepat di tulisan dakwahnya lalu berdiri dan mengambil meja.

AZURA meletakkan mejanya lalu memberikan atensi pada Dela yang bersiap untuk berpidato.

Dela dengan semangat dan lancar juga penuh dengan gaya mengeluarkan segala yang ia bisa untuk berpidato. AZURA yang memperhatikan, tidak lama ia menunduk dan menghela napas pasrah. Dia mengambil pulpennya dan mamainkannya, kemudian memperhatikan Dela lagi.

INSERT

INT. SEBUAH RUANGAN

Q

APA YANG ANDA PIKIRKAN SAAT ITU?

AZURA

(Terkekeh, gugup) ngga banyak. Cuman tentang, kenapa saya sulit menyusun kata lewat lisan. Itu menyulitkan saya untuk berpidato dakwah

Q

KENAPA ANDA INGIN BERPIDATO LEWAT LISAN?

AZURA

Karena, kalau saya ngga masuk sini. Saya harus melakukan itu

Q

KENAPA?

AZURA

Berjuang untuk orang yang saya sukai? (terkekeh, kemudian mengangkat bahu acuh)

INSERT END

Tepuk tangan mengiringi Dela yang duduk kembali ke tempatnya. Mereka membereskan buku-buku lalu turun menuju asrama. Seperti biasa, diselingi canda tawa.

Saat AZURA hendak menuruni tangga, tiba-tiba bukunya jatuh, dan kembali, halaman yang sama seperti sebelumnya terbuka. AZURA tertegun sebentar kemudian mengambil bukunya terburu-buru dan menyusul teman-temannya.

Di tengah jalan, AZURA kembali memandangi langit yang tertutupi pohon. Diam-diam dia memisahkan diri dari rombongan, berhenti lalu mengangkat tangan kirinya. Cukup lama ia melakukan itu sampai tiba-tiba sebuah tangan muncul di sampingnya.

Terkejut AZURA melirik ke samping dan melihat ALLINE melakukan hal yang sama dengannya.

ALLINE

Kenapa sih, selalu ngelakuin ini?

AZURA diam, tidak menjawab pertanyaan ALLINE yang masih menunggu jawabannya.

ALLINE

Tapi langitnya bagus sekarang. Aku suka

AZURA

(terdiam memandang ke arah langit lalu mengangguk)

CUT TO

SC.5 EXT. TERAS DEPAN ASRAMA – sore/malam

AZURA duduk di teras, memangku tangan di atas lutut sambil memandang langit malam/sore. Cukup lama ia melakukannya hingga akhirnya ia mengangkat tangan kirinya, menutupi sebagian langit malam.

ALLINE (OS)

Apasih, yang special dari tangan itu?

AZURA

(terkejut, melirik ke arah ALLINE yang sudah duduk di sampingnya)

AZURA diam, tidak menjawab pertanyaan ALLINE. Wajahnya tampak sedang berpikir, hingga tidak lama ia menaikkan tangannya lagi.

AZURA

Langit itu, indah

ALLINE

(mengangguk) aku juga ngerasa kayak gitu. Tapi aku ngga ngerti kenapa kamu harus ngangkat tangan tiap ngeliat langit

AZURA

(meringis, mendongakkan kepalanya ke atas) karena langit itu keliatan dekat, padahal jauh…banget dan ngga kegapai

ALLINE

Cuman karena itu?

AZURA

(dengan wajah sendu) anggap aja begitu

CUT TO

SC.6 INT. ASRAMA – siang

AZURA berjalan sambil membolak-balikkan buku, lalu duduk. tidak lama ANNA dan RENTSA duduk di sekitarnya dengan membawa laptop dan buku.

ANNA

Jadi kita nyari apa aja, nih?

AZURA

Bentar…

RENTSA

Eh, pembahasannya dari sudut pandang politik gapapa, kan? Tapi berat…

ANNA

Justru karena berat makanya dibahas, biar ringan

AZURA

Nih, yang dicari ini aja, sih. Udah gitu kita simpulkan dari data yang ada, beres! (sambil memberikan selembar kertas yang sudah dia ambil dari bindernya)

RENTSA dan ANNA sedang sibuk dengan laptop dan buku mereka. ANNA sesekali menengok ke arah laptop. AZURA kembali membuka-buka kertas di bukunya hingga berhenti di halaman dengan judul ‘JAM TANGAN BEKAS’.

AZURA mengusap halaman itu jari AZURA mengeja kalimat ‘kalau kita tidak mau memakai barang bekas, sama halnya dengan kita dan pasangan kita yang tidak mau berpasangan dengan orang bekas’ yang terstabilo.

RENTSA

(Ketus) Kenapa sih? Ada masalah sama cerita jam tangan bekas itu?

AZURA

Hah? Ngga. Biasa aja

RENTSA

(Dengan nada memojokkan) Yah, terus kenapa diliatin mulu?

AZURA

Ngga kenapa-kenapa

RENTSA

Ngga kenapa-napa berarti ada apa-apa. Tertutup banget, sih, sok misterius

AZURA

(Dengan raut tidak suka) masalah banget, sih?

RENTSA

Ya emang masalah. Lu ganggu pemandangan!

ANNA

(Berusaha menenangkan) Ngga pake emosi bisa?

AZURA dan RENTSA diam. Mereka bertiga melanjutkan kesibukan masing-masing.

CUT TO:

SC7. EXT. KELAS – SORE

AZURA bangkit dari duduknya, berjalan menyusul teman-temannya, tapi perhatiannya teralihkan ke langit sore seraya membelokkan langkahnya ke ujung pagar pembatas kelas

sementara teman-temannya sudah berjalan menuju asrama. ALLINE behenti lalu menengok kana-kiri kemudian melihat ke arah AZURA.

AZURA hendak mengangkat tangannya saat tiba-tiba ALLINE sudah berdiri di sampingnya.

ALLINE

Indah banget (AZURA mengangguk)

Keduanya terdiam beberapa saat.

ALLINE

Aku denger, tadi kamu sama RENTSA adu mulut? (AZURA diam) RENTSA itu muallaf. Orangtuanya meninggal dalam keadaan kafir, jadi dia berusaha supaya adiknya masuk Islam

AZURA terdiam. Dia membalikkan badannya, memperhatikan keadaan kelas yang sepi.

ALLINE

Jadi kamu jangan heran kalau dia gampang sensi perihal dakwah. Kayak jam tangan bekas itu

AZURA

(Mengingat halaman jam tangan bekas) emh. Aku harus minta maaf kayaknya (Mengangguk)

ALLINE

Lagian, kenapa juga kamu sering ngeliatin langit? Kenapa harus ngangkat tangan kamu? Ada apa sih, sama jam tangan bekas?

AZURA

Aku… (Lirih) takut (Gemetar, menangis tanpa suara sambil duduk di lantai)

ALLINE

Kenapa?

AZURA (OS)

Aku menyukai seseorang. Hanya dia sampai membuatku ketakutan

ALLINE

Kenapa takut?

AZURA

Aku takut rasaku pada manusia lebih besar dari rasaku pada Yang Mencipta

ALLINE

Kamu terlalu berlebihan

AZURA

Tapi ini nyata! (Marah) makanya aku selalu liat langit. Langit yang luas. Sangat luas dan…jauh. Meski aku terbang ke langit, aku ngga akan pernah bisa menggenggamnya (ALLINE menatap heran AZURA lalu melirik ke arah langit)

ALLINE

Makanya kamu selalu ngangkat tangan ke langit? Kamu pengen menggenggamnya? (AZURA mengangguk) Kenapa?

AZURA

Supaya aku inget, aku ini makhluk yang kecil. Dan…karena aku ngga bisa menggenggam langit. Sama halnya dengan aku ngga bisa melihat Allah padahal DIA lebih dekat dari nadi

ALLINE

AZURA… (Lirih, diam sebentar) Kamu mau ngilangin rasa takut kamu?

AZURA

(Menggeleng) Nggak. Seenggaknya, ini bisa jadi pecut supaya aku selalu mendekatkan diri pada Allah. Supaya aku ngga musyrik dan menjadikan Allah sebagai bekas tuhanku…

AZURA masih duduk di lantai sementara ALLINE berdiri, memandang langit sore yang sudah mulai menggelap. muka ALLINE yang tidak terbaca mimik wajahnya.

FADE OUT TO:

SC.8 EXT. LUAR RUANGAN – SIANG

langit di pagi, siang, sore dan malam hari dengan gradasi pepohonan, orang belajar, rumah-rumah, kesibukan orang-orang, kegiatan-kegiatan, pemandangan alam, dan sebagainya.

AZURA(OS)

Hai cinta, begitu mudahnya kau menyapaku kemarin, hari ini, esok, esoknya lagi. Bagaimana kabar cintaku ini? Masih sama, bertambah atau malah berkurang? Kuharap bukan opsi yang terakhir. Jadi izinkan aku menggapai langitMu kelak…

INSERT

INT. SAMA DENGAN INSERT LAINNYA

Q

ANDA BELUM MENJAWAB SOAL JAM TANGAN BEKAS. ADA APA DENGAN ITU?

AZURA

(Kaget, malu) Cuman tentang aku ngga mau pasangan sama orang bekas. Dalam artian, orang yang sering gonta-ganti pacar

Q

SEBELUMNYA ANDA MENGATAKAN ORANG YANG ANDA SUKA. SIAPA DIA?

AZURA

(Meletakkan jari manisnya di mulut) Ssst…

END OF INSERT

CREDIT ROLL

AFTER CREDIT

EXT. LUAR RUANGAN SIANG

AZURA berjalan menenteng buku, hendak menuju kelas. Tiba-tiba ada yang memanggil namanya, AZURA menengok ke asal suara lalu terpaku. (blur) seseorang berjalan beberapa langkah lalu berhenti. Dia mengambil sesuatu dari celanya, tangan orang itu yang diulurkan, menyerahkan sebuah cincin.

CREDIT, FINISH

END.

 

willyaaziza [ZMardha]

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan