Membiasakan yang Benar

325 views

Sesuatu yang dinilai familiar oleh masyarakat akan mereka gunakan dengan berlandaskan ‘asas kemayoritasan’. Atau dengan kata lain dilihat dari segi kuantitasnya. Sebanyak apa orang lain memakai, menggunakan, mengkonsumsi, atau memanfaatkan sesuatu. Bahkan tidak terbatas pada hal-hal yang sifatnya dikonsumsi, namun juga pola pikir atau paham yang mereka anut. Parahnya, di zaman sekarang ini pemahaman masyarakat yang awam dengan ilmu Islam inilah yang menjadi berita buruk untuk kita, sebagai kaum muslim.

Islam saat ini hanya dikenal sebagai salah satu dari sekian banyaknya ‘religion’ atau agama yang dianut di seluruh belahan bumi. Sejarah dan peradabannya, seiring berjalan waktu mulai tergerus oleh paham Barat yang mulai menguasai hampir merata di setiap sudut lapisan bumi. Kejayaan Islam, bahkan dinilai sebagai ‘dongeng’ para ustadz/ah yang berusaha mensyiarkan Islam kepada mereka yang masih asing dengan agama yang dianutnya sendiri.

Mulai dari yang paling mudah saja, pakaian. Siapa yang tak mengenal kain kerudung? Peci? Busana muslim seperti baju koko dan jilbab(atau yang lebih akrab dikenal dengan gamis)? Apakah kita tahu, bahwa pakaian-pakaian di atas, bukan hanya sekedar ciri khas, namun juga menandakan suatu identitas sebagai kaum muslimin. Bahkan mungkin banyak dari kita yang tidak tahu, bahwa jilbab atau gamis merupakan ‘KEWAJIBAN’ bagi setiap mereka yang mengaku seorang muslimah.

Ingat! Kata muslimah tidak hanya digunakan untuk mereka yang berpenampilan sopan dan anggun sebagai perempuan muslim, tapi setiap perempuan yang mengakui Allah tuhannya, dan Rasulullah SAW adalah Nabinya, maka ia terkena kewajiban untuk mengenakan gamis/jilbab sebagai pakaian luarnya.

Itulah mengapa dalam tulisan ini kita diajak untuk ‘Membiasakan yang Benar, BUKAN Membenarkan yang Biasa’. Salah kaprah kalau kita terus-terusan dibodohi oleh paham Barat yang sudah barang tentu bagian dari jalan kesesatan. Mari kita sama-sama saling mengingatkan kepada yang lain, agar Barat tidak semakin banyak menelan korban dari pasukan Nabi Muhammad SAW…[]

[Zahrotun Nissa, santriwati angkatan ke-3 jenjang SMA| @nissaniza98]

karya santri membiasakan yang benar Nissa opini pesantren media

Penulis: 
author
Zahrotun Nissa, santriwati angkatan ke-3 jenjan SMA, kelas 2 | Asal Tegal, Jawa Tengah

Posting Terkait