Membangun Mental Anak Menjadi Pribadi yang Baik

Perlu diketahui pada setiap orang tua bahwa sebagai orang tua di sarankan atau malah bisa mewajibkan membangun mental anak yang kuat sejak dini karna hal hal tersebut sangat berguna dalam proses memecahkan masalah ketika anak sudah menginjak usia dewasa, berikut tips-tips  dari penulis agar orang tua atau diri kita sendiri  tidak melakukan hal hal yang salah atau meminimalisir  :

 

  • Dari pengalaman penulis baik saya alami atau mendengar dari teman-teman yaitu masalah yang sejak kecil di alami, ketika kecil kita sangat di perhatikan contoh kecilnya saja ketika kita terbentur benda lalu rata-rata orang tua terbiasa menggunakan kata “aduhh meja nya nihh sini mama pukul meja nya” atau saja contoh contoh lainya yang serupa seperti ini, dampak tersebut memang sangat berpengaruh bagi si anak, memang kelanjutan dari hal seperti itu menjadikan anak seorang yang pendendam, pemarah dll. Tapi seharusnya baik kita ajarkan kepada adik-adik kita atau anak kita jika mengalami hal seperti yang saya ungkapan contoh diatas bisa saja kita menanamkan sikap bersabar dalam menghadapi ujian contoh “gak apa apa kok dik, kan kamu kuat ya pasti kamu bisa nahan sakit (sambil mengelus bagian yang sakit) nah dari hal itu bisa berpengaruh terhadap kesabaran dalam menghadapi masalah ketika anak menghadapi berbagai masalah yang kompleks.

 

  • Sudut pandang anak : Hal yang salah ketika kita merasa sulit menerima jika orang tua kita yang terbiasa membanding bandingkan dengan seseorang yang mempunyai kelebihan, setuju kan?

Hal itu membuat kita menjadi jiwa yang tidak memiliki kepercayaan diri, tentu sebagai anak kita kecewa (bagi anak yang mendengarkan perkataan orang tua ya..) tapi menurut saya sebagai anak kita ketika mengalami pembedaan dari orang tua harus mengambil hal positif dari orang yang di banding contohnya : orang tua kita membandingkan kita dengan anak yang mempunyai prestasi akademik lalu orang tua kita bicara tentang prestasi anak tersebut, lalu orang tua kita sulit mengucapkan bahwa sesungguhnya mereka memberi maksudnya bahwa “RAJIN NYA ANAK ITU HINGGA MEMBAWANYA MENDAPAT KEBERHASILAN, DAN BAHWA SEMUA PERJUANGAN ITU TIDAK ADA YANG SIA-SIA SELAMA ITU KEBAIKAN” tapi saat ini orang tua menasihati anaknya dengan amarah sehingga terjadilah salah paham antara kita dengan orang tua kita sehingga masing-masing tetap teguh pada pemahamannya, tapi sebenernya kita wajib menegetahui apa maksud orang tua tanpa harus melawan nya, kita bisa mengajak ngobrol dengan baik bahwa hal itu kemungkinan bisa menyurutkan mental kita selaku anak, tapi dalam islam kita tidak boleh menolak kebenaran sekalipun pahit, apalagi yang menyampaikan kebenaran, karna siapa lagi yang cintanya begitu besar kepada anaknya selain orang tua walaupun nyawa jadi taruhan nya??

 

 

  • Sudut pandang orang tua : tantu sewajarnya orang tua menasihati anaknya, tapi dari hal-hal yang saya dapati yang kurang wajar yaitu menggunakan emosi ketika menyampaikan nasihat jadinya anak menerima dengan tidak ikhlas atau masuk kuping kanan keluar kuping kiri, seharusnya orang tua mengetahui karakter anak ketika sejak kecil berikut pendekatanya, ketika kita sebagai orang tua menemukan pola agar anak mudah dibina maka akan terjalin kedekatan yang erat dan anak pun mudah menerima serta mengamalkan nasihat bukan dari orang tua saja tapi dari orang orang disekitarnya, tapi saya sangat mensarankan kalian para orang tua agar membandingkan anak dengan seseorang tidak terlalu berlebihan, tapi bangun kepercayaan diri anak contoh “kamu pasti bisa mengalahkan dia, kamu diciptakan menjadi pemenang, apa yang kamu punya belum tentu dia punya, jangan menyerah nak sebab ada allah dan orang tua siap menunggu kesuksesan kamu” itu contoh kecil dari omongan tapi orang tua bisa saja menggunakan cara apapun tanpa cekcok dengan anak, dijamin hati anak lama-lama akan luluh juga apalagi jika orang tua mendoakan anaknya menjadi pribadi yang taat dan mulia, sebab jika salah melakukan hal tersebut akan berdampak pada mental anak yang sangat susah menerima kebenaran dan tidak mempunyai mental bersaing dalam hal apapun

 

 

  • Biasakan anak dalam saling menghargai dengan sesame intinya orang tua memberi pehaman tentang “menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda” karna di zaman saat ini kasus yang kita jumpai yaitu melawan kepada orang tua, bullying dan lain lain

 

  • Anak lebih baik di didik dengan contoh dari kritikan, jika anak melakukan kesalahan coba lah orang tua memberi nasihat dan jalan keluar, tapi ingat juga bahwa orang tua jangan terlalu sering mencarikan jalan keluar bagi anak ketika kesusahan, sehingga jiwa anak tidak gampang patah semangat dan mudah melebur dalam pergaulan serta membentengi dirinya dengan nasihat dari orang tuanya serta nasihat agamanya

 

 

Semoga ilmu ilmu kecil yang saya berikan kepada pembaca bisa bermanfaat bagi kita selaku anak maupun orang tua yang saat ini makin tambah bingung cara membangun mental anak dengan benar sehingga menjadi pribadi yang terpuji, tapi jangan lah menyerah tugas kita sebagai anak yaitu mendapat ridho dari allah dan orang tua sehingga hidup kita menjadi mudah, taka da yang bisa menjamin kesuksesan dari usaha kita tapi kita bisa menjamin bahwa kesuksesan diraih dengan ridho allah dan orang tua kita dengan hidup yang penuh kemuliaan dan pengorbanan.

Imam Fadly, Pesantren Media