Mayat tak berindentitas

187 views

Hoaaah…. dengan spontan mulutku terbuka sangat besar layaknya raja rimba yang baru terbangun dari mimpinya yang indah. Sambil menggaruk pinggulku yang gatal aku melihat jam tangan, jam menunjukkan waktu 6:12 dalam hati berkata “ah abdi mah tenang hari minggu ini”.

Dengan berat aku berdiri dari tempat yang ternyaman, terempuk itu dari luar jendela aku bisa melihat sang mentari yang baru memulai pekerjaannya begitu pula dengan si jago yang sedang meyumbangkan suara merdunya itu di pagar halaman rumahku yang beralamatkan Komplek Laladon Indah Jl. Pepaya blok g no 12 Ciomas Bogor .

Pada saat menikmati indahnya pemandangan di luar tiba-tiba aku teringat “astaghfirullah belum sholat shubuh euy! kumaha atuh masak perkara wajib sampai lupa Ghifar-Ghifar kalo kayak gini mah gak bisa tenang atuh harus segera” kataku jengkel dengan perkataan “ah abdi mah tenang hari minggu ini” tadi.

Oh ya perkenalkan namaku Ghifar Al-Fatih, umurku 14 tahun, saat ini aku bersekolah di SMP Negeri 1 Bogor, bagi yang belum tahu siapa aku, aku adalah orang ganteng sedunia. Kalo Nggak percaya tanya aja sama Ibuku, Hehehe.. jas kiding-jas kiding.

Setelah selesai sholat aku langsung menuju ke ruang makan, disana sudah terlihat ayah yang sedang menunggu makanan dan ibu sedang memasak. Menu sarapan kali ini adalah Nasi Goreng special ala ibu ditambah dengan Telur mata naga. Eh salah maksudnya Telur mata sapi.

Aku bergabung bersama kedua orang tuaku.

Baru sebentar duduk di kursi meja makan langsung diberikan pertanyaan dengan ayahku “eh ada mayat datang, udah sholat belum?”.

“astaghfirullah yah, anaknya sendiri masak dibilang mayat” kataku menanggapi. “ya habis dibangunin sholat shubuh susahnya minta ampun kayak mayat aja” kata ayahku sambil tersenyum

“udah Ghifar udah sholat subuh tadi” kataku sambil cemberut.

Ibupun  menenangkan suasana dengan menyajikan sarapan yang sudah dimasak tadi. Kami bertiga pun makan dengan sangat lahap. Selesai makan ibu memberi saran kepadaku untuk pergi ke Situ Gede yang berada di Cifor dengan menaiki sepeda.

“Ide bagus” kataku.

Dengan semangat aku berangkat menuju Danau Situ Gede dengan menaiki sepeda gunungku yang dibelikan orang tuaku saat aku berhasil diterima di SMP Negeri 1 Bogor. Diperjalanan menuju Situ Gede aku sempat membeli makanan ringkan untuk dimakan di Situ Gede nanti.

Akupun sampai di tempat elok nan indah ini, perjalanan dari rumah menuju danau Situ Gede memakan waktu sebanyak dua jam, di sana terlihat para pertugas sedang membersihkan sekitaran danau ada juga para tentara sedang berlatih disana

Aku di sana tidak ingin menikmati keindahan danau tapi aku ingin menikmati kesejukan udara dan keindahan di hutan yang di dekat ada danau. Akupun masuk kedalam hutan tersebut, saat masuk kesana suasana sangatlah sunyi, Aneh sekali saat memasuki hutan tersebut aku mencium bau yang sangat aneh. Akupun mencari dari mana asal bau itu. Saat menemukan asal bau itu aku terkejut ternyata bau itu berasal dari sebuah mayat lelaki yang berumur sekitar 20 tahun.

Bersambung…

author
Alumni SMP Pesantren Media Angkatan Ke-2|Email : mujahidhabibie@gmail.com|IG : difphotograph|Twitter : @MujahidHabibie|FB : Difa Raihan Habibi

Posting Terkait

  • Choki Si Kucing Liar Hari Jumat yang cerah. Pagi

  • Kim Yun Oh merapatkan syal ke wajahnya. Tudung jaket

  • Pernahkah kamu mengkhayalkan sesuatu yang ‘tidak mungkin’ terjadi dan