Masa Depan Pendidikan Indonesia

330 views

Diskusi Aktual “Masa Depan Pendidikan Indonesia”
Rabu, 04 Mei 2016

Beberapa kasus yang terkait dengan pendidikan yang cukup parah terjadi di indonesia. Kasus pertama mengenai mahasiswa yang membunuh dosennya yang berusia 63 tahun. Pembunuhan tersebut terjadi karena mahasiswa ini tidak terima dosennya yang mengancam tidak meluluskan mata kuliahnya. Tapi hal ini wajar, pasalnya mahasiswa ini adalah anak yang sering melanggar peraturan, tidak masuk kuliah dan sering ditegur karena tidak membawa buku di perkualiahan. Peristiwa ini terjadi di UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara). Kasus kedua terjadi di Bengkulu. Anak SMP berusia 14 tahun tewas di tangan 14 orang pemuda yang memperkosanya. Lalu kasus selanjutnya perihal mahasiswa UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet kampusnya.

Dari ketiga kasus di atas, masih ada kasus yang lain. Hal ini berarti pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya mengantarkan manusia menjadi lebih baik attitude-nya. Karena kenapa? Karena ada kasus guru yang mem-bully muridnya, murid membully murid lainnya, hingga kasus yang terakhir menyebabkan murid perempuan SD di Surabaya yang di-bully itu lumpuh kakinya.

Ini merupakan potret buram pendidikan di Indonesia, memang tidak semua. Tapi kita bisa membahas hal ini dalam diskusi aktual “Masa Depan Pendidikan Indonesia”

Pertanyaan dari Daffa: Apa yang salah dari pendidikan Indonesia secara umum?

Nissa berpendapat : Salah satu kesalahan yang mendasar itu dari pemahaman ilmunya. Maksudnya itu kan ada hadits yang mengatakan bahwa ilmu itu di dalam hati bukan di dalam tulisan atau kitab. Tapi kebanyakan orang pada saat ini mendeskripsikan ilmu itu atau kepintaran dinilai dari banyaknya ilmu atau angka yang tertulis di ijazah bukan di dalam pribadi pelajarnya.

Abdullah menambahkan : Di Indonesia pendidikannya itu banyak yang kurang apalagi dimoral. Dari sisi akhlaq banyak anak-anak yang lisannya itu dari kecil terbiasakasar terus kalo di sekolah pada umumnya itu ilmu agamanya kurang. Jadi permasalahan paling utama itu pendidikan akhlaq dan agamanya.

Ustadz Oleh melengkapi : walaupun di Indonesia mayoritasnya muslim, tapi pendidikannya, kurikulumnya tidak islami, kecuali di beberapa lembaga pendidikan seperti di pesantren berbeda dengan sekolah negeri. Kalo mengikuti kurikulum pemerintah isinya adalah sekuler. Sekuler itu memisahkan agama dengan kehidupan.

Difa bertanya: Di Indonesia belum ada pendidikan yang mengantarkan anak-anak memiliki attitude yg baik. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Rizky menjawab: karena biasanya guru di sekolah pada umumnya hanya memberi penjelasan atau hanya memberi tau saja bukan memberi pengawasan kepada muridnya. Juga orangtua yang kurang mengawasi anaknya. Tapi yang paling ditekankan itu kesadaran dari muridnya sendiri.

Fathimah menambahkan: kalo di sekolah negri pelajaran tentang akhlaqdan agamanya itu sedikit.

Ustadz Oleh melengkapi: tidak adanya teladan dan pengawasan baik di rumah maupun di sekolah.

Qois : pendidikan apa sih yang pantas buat kita? Pendidikan yang islami sesuai tuntutan Rasulullah

Riski : metode pendidikan siapa sih yang mesti kita tiru? Metode Rasulullah SAW dalam pendidikan

Fath : Gimana metode pendidikan di masa Rasululullah? Akhlaq dan ilmu al-qur’an juga aqidah nya.

Ogek : Di hari pendidikan apa yg kita dapat? Hanya sekedar ceremony aja, hanya mengingatkan aja.

Nissa : Apa yang menjadi dasar kurikulum Indonesia? Sistem SEKULERISME. Siapa pelopor pendidikan Indonesia? Orang sering menyebutnya Ki Hajar Dewantara dan Dewi Sartika, tapi kemaren Kartini yg lebih di elu-elukan.[Ela Fajar Wati Putri, santriwati kelas 3 jenjang SMA]

diskusi aktua pendidikan

author
Ela Fajar Wati Putri | santriwati angkatan ke-3 jenjang SMA, kelas 2 | Asal Pekanbaru, Riau

Posting Terkait